
Elena, Schwartz, dan Nana berada di kantor rahasia Asosiasi Trainer. Di hadapan mereka adalah orang yang dipanggil "Master" oleh Senolia. Dia adalah orang yang memberikan misi pada mereka. Suasana di tempat ini selalu sama, redup dan sunyi. Mereka berada di bawah tanah. Segala keramaian di sana juga diminimalisir dengan dinding yang kedap suara.
"Jadi begitu kejadiannya. Memang ada agen dari Black Night Company yang bersembunyi di sana." Master menghela napas. Dia menyadari betapa merepotkannya yang akan terjadi. "Kau menyelesaikan tugasmu dengan baik, Schwartz."
"Terima kasih."
"Fumu, siapa juga yang ikut dalam misi ini," sahut Elena.
"(Kau pikir siapa pihak terlibat yang tidak ingin dilibatkan….)" Aya memutar matanya, mengalihkan pandangan dari Elena.
"Kemudian untukmu, Nona Muda. Apa kamu tidak masalah dengan laporan jika ada kebocoran gas? Ini sedikit sulit jika kita mengatakan ada sebuah komplotan berbahaya." Matanya memandang ke Nana.
"Tidak apa-apa. Aku juga tahu kalian berada kondisi yang sulit. Setidaknya aku akan membantu dengan tidak mengganggu kalian,” jawab Nana.
“Huh… baguslah.” Ia menghela napas lega. “Aku memikirkan betapa pusingnya Asosiasi jika informasi tentang mereka diketahui publik. Kalau ada yang kau inginkan katakan saja padaku. Akan kuberikan selama masih bisa kulakukan. Yah, walau tidak akan banyak mengingat asetmu.”
Nana memiliki perusahaan besar yang ditinggalkan keluarganya. Tidak banyak orang yang bisa memberikan tawaran menarik padanya. Memang uang tidak bisa membeli segalanya, namun banyak hal bisa dilakukan menggunakan uang.
“Kalau begitu, bisa kau izinkan aku untuk ikut dalam kegiatan kalian? Aku sangat tertarik untuk menjadi agen rahasia,” pinta Nana.
“Apa kau yakin? Pekerjaan ini memiliki gaji main-main dengan resiko gak main-main.”
“Tunggu! Apa itu artinya aku tidak digaji!” teriak Elena.
“Bukannya tidak digaji, tapi gajinya jauh lebih murah mempertimbangkan resiko nyawa.” Dia memperjelas. “Anggap saja ini menjadi tukang bersih kaca jendela gedung pencakar langit.” Ia kembali pada Nana. “Mengingat kau yang memiliki either, tidak masalah untuk melibatkanmu. Tapi apa kau berani?”
“Tentu tak masalah. Akan kulakukan sepenuh tenaga!” Nana mengepalkan tangannya. “Tidak sopan jika aku tidak membalas salam mereka, bukan?” Dia menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
“Oke, baiklah. Akan kuanggap kau sebagai salah satu dari kami.” Dalam benaknya, ‘Aku masih ragu untuk mengundang orang asing. Tapi dia bisa dipercaya.’
“Kalau begitu apakah sekarang ada misi? Aku ingin langsung bertugas!” kata Nana.
“Misi kali ini?” Dirinya membuka salah satu lembaran kertas di mejanya. “Ada satu. Sebenarnya ini bukan misi rahasia. Misi ini diserahkan pada kita karena jalurnya sangat berbahaya.”
Elena mengangkat tangannya dan berkata, “Kalau hadiahnya tidak ada atau murahan aku mau pensiun aja. Malas aku melakukannya.” Dia sungguh tidak memiliki motivasi.
“(Yap, benar sekali. Aku juga tidak ingin terlibat.)” Aya mengangguk dengan matanya yang terpejam.
“Tenang saja, hadiah kali ini cukup menggiurkan bagi seorang Trainer. Kali ini tugasnya adalah mengambil Buah Evolusi. Kau bisa menyerahkannya ke Asosiasi untuk mendapatkan uang atau menggunakannya sendiri.”
“Buah Evolusi?” Elena bertanya-tanya.
“Ish, kau nih. Apa kau sama sekali tidak tahu Buah Evolusi?” cemooh Schwartz. “Buah Evolusi itu, ya. Itu adalah ….”
Karena mampu memperkuat penther seseorang secara instan, tak diragukan lagi banyak orang menginginkannya. Trainer yang memiliki uang bisa naik tingkat dengan lebih mudah dengan banyaknya sumber daya yang mereka miliki. The power of money!
“Baiklah, sekarang aku sudah paham. Intinya itu bisa menjadikan kita lebih kuat.” Elena mengangguk.
“(Akhirnya aku bisa dapat gaji,)” sahut Aya.
Schwartz tidak memiliki penther dan milik Nana adalah either. Di antara mereka bertiga Aya adalah satu-satunya penther jadi tak diragukan lagi dia lah yang akan mengkonsumsi buah itu. Dari banyaknya bayaran murah selama ini, akhirnya dia mendapatkan peningkatan kekuatan.
Kerja lembur bagai kuda, sampai lupa orang tua.
“Kalau begitu mari kita dapatkan dan jual itu. ‘Mayan lah buat bermewah-mewahan selama ada di sini.”
__ADS_1
Lagian Elena juga akan kembali ke dunianya setelah Dragon Vein-nya kembali atau jika regu Noctis menemukannya. Memberikannya pada rekan yang akan ditinggalkan tidak terlalu menguntungkannya.
“(Beriin ke gue, woy!)” Aya berontak. Dia mencakar rambut Elena. “(Setelah semua pekerjaan yang aku lakukan, setidaknya berikan bonus!)” teriaknya.
“Ouch! Ouch! Ouch! Apa yang kamu lakukan, Aya!” Elena berlari ke seisi ruangan sambil berusaha menarik Aya. “Hentikan! Hentikan!”
Nana tertawa melihatnya. “Hahaha, sangat imut, ya. Mungkin kucingnya marah saat tahu Tuannya akan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.” Dia menggunakan tangan kanannya untuk menutupi mulutnya.
Schwartz menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bodoh mereka. Dia maju menghadap Master dan bertanya, “Mengapa misi ini dianggap berbahaya? Memang lokasi pohon yang memiliki buah itu berada di alam liar. Namun mengapa kali ini sampai ke kita?”
“Hollow Forest, itu adalah tempat Buah Evolusi kali ini muncul. Kau sudah tahu apa artinya ini, ‘kan?” Matanya menajam pada Schwartz.
“Ho-Hollow Forest?” Nana terperangah. “Apa itu?” Dia bertanya-tanya sama seperti Elena.
“Kau ini, ya….” Schwartz pun menjelaskan.
Penther liar yang ada di Hollow Forest tidak terlalu berbahaya. Penther tingkat menengah cukup untuk melawan mereka. Namun masalahnya berbeda ketika memikirkan kondisi geografis di sana. Hollow Forest sering diselimuti kabut. Ini membuat orang kesulitan berjalan. Medan magnet membuat alat navigasi menjadi tidak berguna. Tempat lembab dan variasi penther yang dekat pada air membuat elemen api tidak terlalu berguna.
Penjelajahan paling disarankan adalah menggunakan penther berelemen angin. Mereka bisa menghempaskan kabut. Namun serangan yang memerlukan banyak pergerakan sebelum diluncurkan sangat tidak efektif. Ini karena pepohonan yang terlalu rimbun menghalangi pergerakan. Elemen tanah terganggu akar tumbuhan dan elemen air dimiliki lawan. Tempat yang sangat merugikan.
“Baiklah, aku paham.” Nana mengangguk. “Kalau begitu akan kukirimkan orang adari Perusahaan Runaria untuk menebang setiap pohon.”
“Lakukan itu dan kau akan ditahan karena penebangan liar,” cemoohan Schwartz. “Kita akan menembus hutan dengan sedikit merusak alam.”
“Oh, ngomong-ngomong aku mengirimmu untuk pergi ke tempat Senolia. Hanya Elena dan Nana saja yang akan terlibat dalam misi ini.”
“Hmm? Apakah ini SOS?” Schwartz heran. “Apa musuhnya sekuat itu?”
__ADS_1
“Justru sebaliknya. Dia seharusnya sudah selesai, tapi belum juga kembali. Aku ingin kau memastikan dia tidak bermalas-malasan.”