
*Tap!* *Sis!*
Keempat boneka milik Pięć menyerang maju dan mengambil langkah ofensif. Sebagai tanggapan, Elena menerjang ke arah mereka berempat dengan katana kristal yang berlapiskan kilau biru dari manipulasi energinya. Kedua belah pihak bersiap akan memberikan serangan terbaiknya pada satu sama lain.
*Ngung!*
Lapisan kebiruan di katana kristal Elena menjadi lebih gelap walau masih berada dalam warna biru tua, dikarenakan Elena memberikan lebih banyak kekuatan di dalamnya.
*Swing!* *Prank!* *Slash!*
Elena melanjutkan dengan melemparkan katana miliknya, membuatnya berputar dalam posisi mendatar ke arah mereka berempat, sebelum pada akhirnya katana tersebut beradu dengan perisai berwarna hijau giok milik Satria, memecahkannya dan langsung menebas Cula yang saat itu ada di jalurnya.
'Hmm, meningkatkan kekuatannya memang lumayan, sih. Sebelumnya dia memang dapat memecahkan perisai dari Satria, namun kali ini ada penambahan kecepatan sampai tidak ada perisai lain yang berhasil diciptakan,' batin Pięć.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Pedang berwarna hijau giok transparan dan bilah sabit melesat pada Elena, dengan ujung senjata lancip pada pedang tersebut dan mata sabit yang tajam.
*Ngung!* *Bam!*
Elena mengepalkan tangan kanannya, lalu memukulkannya ke arah serangan tersebut. Selanjutnya, dinding energi biru pucat tercipta dan menghalau semua itu, menyingkir dari jalur Elena dan membiarkannya lewat pada celah yang tercipta.
*Blurb!* *Cyrax!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Elena mengambil air di dalam bayangannya menggunakan Hydrokinesis, menjadikannya kristal paku memakai Crystallokinesis, kemudian dia menembakkan paku-paku kristal tersebut ke arah Jaila.
*Set!*
__ADS_1
Ilalang tinggi tumbuh di jalan paku kristal, berusaha untuk menangkapnya.
*Ngung!*
Elena mengulurkan tangannya dengan hempasan energi biru, membuat paku kristal miliknya melesat beberapa kali lebih cepat dari sebelumnya.
*Jleb!* *Jleb!* *Jleb!*
Paku kristal berkecepatan lebih tinggi ketika mendapatkan dorongan menusuk pada tubuh Jaila, menyebabkan beberapa bagian tubuh, seperti kepala, ujung kayu vertikal dan horizontal, dan titik tengahnya. Hal ini membuat Jaila hancur berantakan dengan beberapa lubang tambahan yang menghancurkan tubuhnya.
'Kerusakannya lebih tinggi dari sebelumnya. Aku mungkin bisa memperbaikinya, tapi itu memerlukan lebih banyak waktu. Sangat disayangkan, tapi aku akan bertarung hanya menggunakan tiga boneka kali ini,' dalam benak Pięć.
*Jlak!* *Jlak!* *Jlak!* *Tap!*
Paku-paku kayu muncul di bawah kaki Elena. Dia yang menyadari hal ini, segera melompat sebelum paku kayu timbul sepenuhnya dan menusuk telapak kakinya yang ada di bawah.
*Slash!* *Swing!*
*Cring!* *Burn!* *Ngung!*
Elena berteleportasi ke atas Cula, kemudian dia membuat kobaran api besar sekitar setengah meter, lalu menggunakan manipulasi energi untuk memadatkan semua api itu ke dalam satu titik yang sangat padat di tangan kanannya.
*Bom!*
Selanjutnya, Elena memukulkan tangan kanannya ke bawah pada Cula, sampai membuat sebuah ledakan besar di sertakan suara keras. Dampak dari serangan ini juga membuat retakan seperti jaring laba-laba, serta sempat menyalakan pijaran merah di tempat yang dipukul Elena.
'Yah, jika kerusakannya seperti itu, aku tidak akan bisa memperbaikinya lagi. Sangat disayanginya, tapi mau bagaimana lagi, 'kan?' Pięć mengangkat bahunya di dalam kepalanya. 'Untuk serangan selanjutnya, antara menyerang aku atau menyentuh bonekaku terlebih dahulu.'
__ADS_1
*Cring!* *Ngung!*
Elena berteleportasi dan muncul di depan Pięć setelah itu. Tangan kirinya mengepal, mengumpulkan energi dalam jumlah besar di satu titik yang padat dan berniat memberikan pukulan kuat kepada Pięć.
'Sangat mudah ditebak. Tapi, aku bisa bertukar tempat dengan salah satu bonekaku. Seharusnya perisai asli Satria memiliki pertahanan yang cukup kuat walau mungkin akan hancur setelah menerima serangan ini. Lebih baik, aku tidak berada di balik perisai dan memilih menghindar.'
‘Apa! Kenapa aku tidak bisa bertukar tempat dengan bonekaku?’ pikir Pięć tercengang saat kemampuan milik nya tidak aktif.
“Heh, apa kamu pikir aku tidak tahu jika kemampuanmu yang memungkinkan dirimu bertukar tempat adalah elemen dimensi? Aku yang merupakan kontraktor Spirit King of Darkness (Dimension) juga bisa menggunakan teknik ruang-waktu walau tidak sehebat aslinya, lho!” Elena membuat senyuman lebar, merasa di atas angin dan akan memenangkan pertarungan ini dengan sangat mudah.
Pięć memang memiliki kemampuan untuk bertarung di jarak dekat, namun jika dibandingkan dengan kekuatan mentah semua tekniknya tidak akan ada gunanya. Pertarungan Pięć lebih sering dilakukan menggunakan boneka-boneka, meskipun terkadang dia juga pernah maju secara langsung untuk menghadapi lawannya. Saat ini, dia terdiam mematung dengan keringat dingin yang mengalir dari tubuhnya, tidak tahu langkah antisipasi atas serangan Elena. Namun sayangnya, tiba-tiba saja ….
*Slash!*
Sebuah bilah bayangan berwarna hitam muncul dari sisi kiri Elena dan memotong tangannya sebelum berhasil menyentuh Pięć.
*Cring!*
Elena berteleportasi mundur ke atap salah gedung akademi, lalu mengawasi area di sekitar Pięć dan mencari dari mana asal serangan tersebut. Akan menjadi sangat berbahaya jika musuh dapat menyerang dari tempat yang tidak dapat diketahui Elena, karena dengan ini dia bisa menyerang tanpa menerima satupun serangan balik, membuat ini menjadi salah satu tujuan Elena berpindah ke atap gedung.
Tangan kiri Elena bukan tangan dominan dan tidak sering digunakan untuk bertarung, selain itu Elena juga dapat menggunakan Telekinesis untuk menggerakkan benda-benda dari pada menyentuhnya secara langsung, sehingga ini tidak terlalu mempengaruhinya. Tapi tetap saja, ini memberikan kerugian untuk Elena.
‘Sakit! Baru kali ini aku menerima kerusakan yang sangat besar sejak datang ke dunia ini! Oke, tenanglah. Gunakan Hemokinesis untuk mengendalikan darah dan gunakan Vitakinesis untuk memulihkan kerusakan fisik yang terjadi. Tidak akan mudah untuk menyembuhkan semua ini, tapi aku yakin dengan banyaknya energi alam yang aku gunakan pasti cukup untuk memulihkan kembali tangan kiriku.’
*Blub!* *Blub!*
Kumpulan darah yang keluar dari lengan kiri Elena menggumpal, kemudian perlahan-lahan tangan kiri Elena kembali tumbuh. Beberapa kali Elena terlihat meringis kesakitan saat merasakan tangan kirinya yang menghilang. Namun di lain fokus menyembuhkan luka di tangannya Elena juga fokus kepada Pięć dan waspada terhadap orang yang baru saja memberikannya luka besar ini.
__ADS_1
‘Oh. ayolah. Satu musuh saja sudah cukup merepotkan walau aku tidak terlalu serius sebelumnya. Bertambah satu musuh lagi dan ini akan menjadi jauh lebih merepotkan. Kemana juga, sih, Noctis pergi? Dia bilang, dia ingin mengambil hadiah dari undian miliknya. Aku tidak tahu kenapa Noctis mau mengundi nasib saat itu, padahal dia itu orangnya tidak suka mengikuti apapun yang menggunakan keberuntungan untuk memenangkannya dan lebih suka memakai kerja keras untuk mendapatkan sesuatu.’
‘Saat ini aku juga sedang tidak bisa serius. Aku tidak ingin mereka --teman-temanku-- terkena imbas dari seranganku. Tapi kalau terpaksa dan aku tidak sengaja menyakiti mereka, aku akan minta maaf saat bertemu mereka kembali jika itu bisa dilakukan.’