Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Pekerja Giat


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak Theresa, Sophia, dan Noctis menerima misi dari Pracowity atau Ratu. Meskipun mereka melakukan pekerjaan ini dengan sukarela dan tanpa gaji, namun sangat terlihat semangat membara dari mereka bertiga. Semangat ini membuat sosis bakar menjadi matang dengan sempurnanya.


"Apakah ini masih lama? Sudah beberapa jam sejak kita menunggu mereka di halaman Istana Kerajaan ini. Aku sudah mulai bosan dan menggila. Selain itu, jika mereka terlalu lama sampai, sosis bakar ini akan habis sebelum kita melakukannya perjalanan, 'kan?" tanya Sophia bersama sosis bakarnya.


Dia memiliki wajah datar seperti hari-hari biasanya. Di depan Istana Kerajaan ini, mereka bertiga menyalakan api unggun dan memasak beberapa sosis bakar selama menunggu orang lain yang akan menjadi rekan mereka dalam perjalanan ini. Yah, terlalu tidak bisa dipercayakan memberikan pekerjaan berhubungan relasi antar kerajaan pada orang-orang yang tidak memiliki peran politik dalam kerajaan ini. Maka dari itu, Pracowity mengirimkan orang tambahan dalam misi mereka.


Sialnya, orang-orang yang seharusnya bekerja membantu mereka justru datang terlambat ketiganya menunggu. Kemudian untuk mengisi waktu berisikan jadwal pekerjaan kosong, mereka bertiga membakar persediaan makanan yang seharusnya digunakan untuk mengisi perut. Tidak perlu terlalu memikirkan tentang ini, lagi pula Noctis bisa pergi ke dunia lain untuk membeli sosis lagi. Juga, mereka bertiga lebih menganggap ini sebagai piknik dari pada sebuah pekerjaan. Sungguh sikap santai ketika mendapatkan tugas langsung dari pemimpin negara.


"Sabar, bersabarlah karena sesungguhnya orang yang bersabar akan mendapatkan hal baik pada akhirnya, atau setidaknya perasaan tenang yang tertanam di dalam hatinya. Jangan seenaknya melakukan apapun hanya karena kamu tidak sabar menunggu." Noctis berdiri melipat tangannya.


Sebuah tanda perempatan terlihat di dahinya menunjukan bahwa dia juga kesal sekarang ini. Dia juga sama lelahnya dalam hal menunggu sama seperti Sophia. Jika saja dia tidak berpegang pada prinsip bersabarnya ini, maka sesuatu hal buruk akan menimpa kerajaan ini. Mungkin dia akan menghancurkan ⅓ dari Istana Kerajaan tanpa peduli siapa yang terkena.


"Ba-Bahkan jika kamu mengatakan itu, Noctis-sensei, aku sama sekali tidak bisa melihat kamu yang sedang bersabar." Theresa berkata dengan canggungnya.

__ADS_1


Mendengarkan pernyataan dan saran kontradiktif dari perilaku Noctis membuatnya tidak tahu harus memberikan saran atau kritikan. Dia hanya dapat mengatakan dengan canggungn. Dia sendiri juga sadar akan perbedaan kekuatan di antara mereka berdua, yang mana Noctis bisa membunuhnya dalam waktu singkat.


Meski Noctis menjadi salah satu spirit paling bersahabat dan dekat dengan manusia, dia masihlah merupakan Spirit King of Dimension dan memiliki rumor buruk di kerajaan ini. Beberapa atau banyak orang merasa ragu untuk mendekatinya. Namun berbeda dengan semua orang, Theresa merasa ragu untuk bersikap akrab dengan Noctis saat ini karena tak lain lagi sebab Noctis memiliki mood buruk. Dia tidak ingin membuat gurunya ini marah ketika dalam kondisi buruk.


"Aku benar-benar sabar saat ini. Jangan pedulikannya kerutan di atas kepalaku ini, ini hanya hiasan," suara Noctis terdengar penuh kekesalan mendukung kerutan kesal di atas dahinya.


Dia mempertahankan dirinya untuk menjadi figur baik di depan kedua siswinya ini, tetapi apa daya ketika rasa kesal berada di dalam hatinya. Apakah ini merupakan ujian untuknya? Setidaknya tidak ada orang menyebalkan yang mengaturnya dari atas tentang dirinya yang seorang guru. Dia tidak perlu melakukan ujian menyebalkan dan merepotkan sebagai seorang guru.


"Wah, kalian bertiga memang sangat teladan sekali, ya." Pracowity datang menghampiri mereka. Senyumannya tetap saja elegan dan … tanpa rasa bersalah sama sekali. "Padahal aku sudah mengatakan kalau kumpulannya jam 10.00, tapi kalian malah datang jam 07.00. Sudahlah, bagus juga jika kalian bisa mulai lebih cepat."


"Tung—, kumpulannya jam 10.00!" Theresa secara spontan mengarahkan wajahnya pada Noctis. "Sensei, apa maksudnya ini? Bukankah kamu yang membawa jadwal dan menerima pesan dari keluarga kerajaan! Kenapa kita bisa salah sampai 3 jam lebih awal?"


"Uh… yah… em…, aku rasa akan lebih santai dan cepat jika aku langsung datang ke sini. Dengan datang jam 07.00 pagi, aku tidak perlu menghadiri kelas dan tidak perlu berlama-lama dengan mengajar selama beberapa jam sebelum keberangkatan. Tapi tenang saja, aku sudah meninggalkan beberapa catatan di atas meja guru tentang hari ini yang jam kosong. Mereka seharusnya melakukan apapun yang mereka sukai. Kamu tidak perlu merasa bersalah tentang ini." Mata Noctis melirik ke berbagai arah dengan dia kebingungan mencari alasan.

__ADS_1


Dia tidak menemukan alasan cocok untuk situasi saat ini, maka dia mengatakan alasan jujurnya. Dia memang jujur untuk sengaja datang lebih pagi agar tidak perlu mengajar di akademi. Antara duduk diam selama 1 jam atau mengajar selama beberapa jam, tentu saja duduk diam lebih mudah dilakukan meski itu lebih membosankan. Tapi di lain itu, Noctis tidak perlu memikirkan materi atau menyampaikan pelajaran dan merasa bosan selama beberapa saat sebagai gantinya. Dia tidak masalah dengan ini karena bersama Theresa sehingga bisa membuat beberapa omong kosong.


"Sensei…, apakah kamu tahu apa artinya datang tepat waktu?" Sophia berdiri di belakang Noctis dengan matanya yang menatap datar.


Mata Sophia biasanya memang datar seperti itu, namun kali ini ada sedikit perbedaan. Ekspresinya memang tidak terlihat banyak berubah, tetapi orang-orang yang peka dalam merasakan perasaan orang lain akan dapat sangat memahami perbedaan atmosfer di sekitar Sophia. Dengan kata lain, gadis ini sedang marah tanpa menunjukkan ekspresi seterang-terangnya.


"Datang lebih awal tidak masalah, bukan?" Bohong! Dia sangat mempermasalahkan ini karena menunggu lama. "Yah, kamu tahu? Kita ke sini untuk menemui keluarga kerajaan. Sudah pasti kita perlu menunjukan kesetiaan kita dengan bersikap datang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Kita tidak bisa membuatnya menunggu, maka kita yang menunggu dengan datang lebih awal."


"Wah, wah, Noctis, terima kasih sudah mau bekerja segiat itu. Kamu memang sangat luar biasa dengan datang 3 jam lebih awal dari seharusnya. Pekerjaan giat seperti ini memang pantas mendapatkan pujian." Seperti biasa, Pracowity sama sekali tidak mengubah wajahnya. "Membuat api unggun di halaman depan Istana Kerajaan…, membakar sosis dari dunia lain…, dan mengotori taman yang seharusnya menjadi hiasan…, kamu memang sangat luar biasa, ya!"


Ini jelas sebuah kemarahan! Halaman depan Istana Kerajaan menjadi wajah ketika menyambut pengunjung. Ini menjadi masalah besar dengan Noctis mengotorinya! Bekas abu pembakaran akan berbekas dan memberikan kesan buruk pada orang yang datang ke sana. Kemegahan Istana Kerajaan akan diragukan oleh orang yang melihatnya!


Dengan status Noctis saat ini, tidak ada satupun orang di sana yang berani menegurnya. Mereka tahu status Noctis, Mereka tahu bahwa dia merupakan Spirit King of Darkness. Dengan dua pangkat ini, sudah cukup bagi seseorang untuk tidak berani mengusik Noctis. Mereka dapat merasakan akhir dari umur mereka ketika Noctis marah sedang mereka di dekatnya.

__ADS_1


__ADS_2