Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Kupon Gratis


__ADS_3

“Kalian berdua memiliki hubungan yang sangat baik, ya. Aku baru tahu jika kalian sangat dekat sampai saling mengizinkan memakai harta satu sama lain ….” Sophia memikirkan kembali tentang Noctis dan Elena yang memiliki kepercayaan tinggi sampai bertukar harta seperti ini.


“Tentu saja! Kami berdua sudah membuat kontrak bahkan sebelum dia lahir. Memang, terkadang ada beberapa masalah yang membuat kami berdua bertengkar, tapi kami berdua bisa berdamai setelah itu,” jelas Noctis lebih lanjut.


“... Aku rasa, dari pasangan dalam hal kontrak, kalian berdua dapat dikatakan sebagai pasangan antar kekasih jika ingin menjalin hubungan yang lebih serius,” lanjut Sophia.


“Nggak, nggak, nggak, mana mungkin aku akan menikah dengannya! Dia hanya seorang gadis 10 tahun kurang sedikit! Jika aku melakukannya, aku akan menjadi kriminal di sini!” teriak Noctis memberikan penyangkalan.


“Aku rasa tidak seperti itu.” Theresa ikut bergabung dan melanjutkan, “Biasanya, bangsawan memang sudah mengatur pertunangan mereka sejak kecil untuk keperluan politik dan lain-lain, bukan hal yang aneh jika seorang putri di keluarga bangsawan akan bertunangan di usia kurang dari 10 tahun dan menikah saat 15-18 tahun. Tidak masalah bukan jika kamu mulai menjalin hubungan dengan Elena mulai saat ini.”


“Hush! Kami ini bicara apa, sih! Kamu hanya seorang anak kecil berumur 10 tahun, tidak baik mengatakan sesuatu berbau dewasa seperti itu. Di usiamu saat ini, kamu seharusnya menghabiskan waktumu untuk bersenang-senang, seperti menonton anime atau bermain dengan teman sebayamu.” Noctis menatap tajam pada Theresa, memberikannya peringatan tegas.


“Bahkan jika kamu mengatakan seperti itu, menurutmu siapa teman sebayaku selain Elena?” Theresa mengangkat bahunya, mempertanyakan argumennya pada Noctis.


Sophia memutar matanya dan melihat ke arah lain. Sebenarnya dia sedikit merasa tersinggung dengan apa yang baru saja Theresa katakan, namun dia tutup mulut dan tidak memberikan kompromi secara langsung. Jika pun akan memberikan kompromi, ia akan melakukannya dengan mogok atau merajuk selama beberapa hari ke depan pada Theresa.


Perlu diingat, Sophia bukanlah manusia melainkan spirit sama seperti Noctis. Walaupun saat ini dia memiliki penampilan seperti anak 10 tahun sama seperti Theresa, namun pada kenyataannya usianya jauh lebih tua dari pada itu. Ini membuatnya tersinggung dengan kata-kata Theresa tentang dia yang tidak masuk ke dalam kategori teman sebaya.


"Selain itu, Noctis-sensei. Setahuku spirit dan kontraktor dapat membagikan pikiran mereka dan jika pada tahap yang sangat ahli, mereka bisa saling membagikan panca indera mereka. Dengan kata lain …." Pipi Theresa menjadi memerah sebelumnya melanjutkan, "... Aku yakin Sensei pernah sesekali meminjam penglihatan Elena ketika di—!"


*Bam!*

__ADS_1


Sebelum Theresa menyelesaikan kalimatnya, Noctis segera memukul kepalanya dan mengatakan, "Jangan main-main, aku ini bukan lolicon, paham!" Dengan disertai tatapan mata menyeramkan, mengintimidasi, dan beberapa aura gelap yang keluar dari tubuhnya.


"Maaf, Sensei." Theresa tertunduk sambil memegangi kepalanya dengan benjolan besar.


Ketika mereka bertiga sedang berjalan-jalan, mereka menemukan sebuah kerumunan orang yang sangat besar tanpa jaga jarak di masa PPKM. Ketiganya masih belum bisa melihat apa yang ada di balik kerumunan itu, yang membuat ketiganya merasa penasaran dengan apa yang terjadi.


"Datanglah! Berkumpullah! Yang jauh mendekat, yang dekat merapat!" ucap salah seorang di tengah kerumunan.


"Kerumunan apa itu? Perusahaan Magnifix tidak menangkap tentang toko baru yang laris dibuka akhir-akhir ini. Dengan kata lain, itu pasti sesuatu yang sangat-sangat baru. Tapi aneh, bagaimana mereka bisa mengumpulkan kerumunan sebanyak itu, ya?" Theresa memegangi dagunya memikirkan itu.


"Kenapa tidak mendekat ke sana saja? Lagi pula, jam istirahat masih sangat lama dan kalian tidak perlu terburu-buru, 'kan?" kata Sophia dengan nada bicara yang kurang nyaman.


"Benar juga ya~. Ini juga akan berguna untuk perusahaan jika aku mengumpulkan lebih banyak informasi." Theresa langsung melesat ke belakang kerumunan setelah itu.


"Apa yang membuatmu kesal?" tanya Noctis.


•••••


Di tengah-tengah kerumunan, terdapat seseorang yang memakai tuxedo dan sebuah topeng serigala yang menutupi bagian atas kepalanya. Tampaknya dia ingin menyembunyikan identitasnya. Kira-kira, apakah yang akan direncanakannya pada kelimpahan Noctis dan apa motifnya?


"Saya yakin kalian masih belum mengenal siapa saya, 'kan? Jika Anda sekalian belum tahu, nama saya adalah Wilk. Di sini, saya akan membagikannya sebuah kupon gratis dengan hadiah yang pastinya memuaskan, lho!" ucap Pria di tengah-tengah kerumunan.

__ADS_1


Selain Pria itu —Wilk—, juga terdapat sebuah meja dengan kotak kayu yang berada di tengah kerumunan, tepat di depan Wilk. Tampaknya, itu akan digunakan untuk melakukan undian terhadap kupon yang akan diberikan.


"Kupon gratis dengan hadiah yang tidak mengecewakan? Apa ini bukan penipuan? Sangat mencurigakan jika ada perusahaan dagang yang ingin memberikan hadiah tanpa imbalan," kata Theresa sambil memberikan tatapan curiga pada Wilk.


'Ugh, gadis itu…! Hanya karena dia berada di lokasi paling belakang, bukan berarti aku tidak bisa merasakan tatapan curiga yang dia arahkan padaku. Lihat saja, ini teknik rahasiaku untuk menghindari situasi dicurigai ini!' pikir Wilk.


"Saya di sini melakukan undian dengan kupon gratis bukan hanya untuk mendapatkan tangan kosong! Namun, saya di sini untuk mempromosikan Perusahaan dagang yang baru-baru ini muncul, Perusahaan Night Arc!" Wilk membuka lengannya, memberikan sambutan ramah pada mereka semua.


"Bukan hanya perusahaan yang besar sampai memiliki cabang di negara lain, namun barang di yang dijual perusahaan ini merupakan barang original buatan mereka. Dengan kata lain, Night Arc merupakan produsen sekaligus produsen. Dari sini, kalian pasti tahu jika perusahaan ini dipimpin oleh orang yang luar biasa, 'kan? Jadi, kalian tidak perlu ragu dengan ini." Wilk mengubah posisi tangannya dengan menunjuk ke arah Theresa.


"Oh, begitu ya. Perusahaan yang satu ini memang sangat populer di negara lain dan sempat bersaing dengan perusahaanku beberapa kali. Sayangnya, kami mengalami kekalahan telak saat melawan mereka." Theresa mengangguk dengan paham.


"Mencurigakan! Baru kali ini aku mendekati tentang orang sehebat itu yang bisa memikirkan semua produk mereka sendirian. Kalau bukan mencuri dari dunia lain, aku yakin dia melakukan beberapa bisnis kotor seperti mencuri hak kita." Noctis mengelus dagunya memikirkan ini.


"Mencurigakan! Aku rasa, aku rasa aku pernah mendengar tentang seseorang yang memakai kostum karakter anime sebagai merek dagang mereka tanpa memperhatikan unsur hak cipta." Sophia mengelus dagunya sambil memberikan lirikan mata tajam pada Noctis.


"Ap-Apa maksudmu? Bukan aku yang melakukan itu," ucap Noctis dengan suara yang bergetar.


"Jangan harap kamu bisa menyembunyikannya. Aku bisa membaca ingatan Theresa tentang kesepakatan rahasia di antara kalian." Sophia mengubah matanya menjadi datar, menyindir orang yang diperhatikannya.


"Theresa!" Noctis mengalihkan matanya pada gadis itu.

__ADS_1


"Ma-Maaf, Noctis-sensei. Aku tidak sengaja memikirkan itu saat kita akan pergi ke tempat butik pakaian!" Mata Theresa bergetar dengan beberapa air mata yang mengalir.


__ADS_2