Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Jual dan Pergi ke Turnamen


__ADS_3

Seperti yang telah mereka—Elena—rencanakan, mereka bertiga—tanpa menghitung penther—menuju ke Pusat Kesehatan Penther. Fungsi utama dari bangunan ini memang untuk membeli alat kesehatan atau sebagai tempat memeriksakan penther yang sakit. Namun di lain itu, tempat ini juga menjadi kantor cabang, tempat tukar-menukar penther, dan beberapa lainnya yang terkait dengan kegiatan sebagai penther.


Selain di tempat ini, memang ada tempat lain yang lebih berfokus dalam menjual belikan penther, sebagai contohnya adalah Toko Hewan Peliharaan. Namun perbedaannya, Pusat Kesehatan Centher bekerja di bawah naungan Asosiasi Penther yang membuatnya menjadi lebih terjamin untuk melakukan pengurusan penther, juga berbagai aktivitas lainnya.


“Woah… tempat ini juga sangat ramai….” Kitsuna terkesima melihat banyaknya orang yang ada di dalam sana.


Tentu saja, para trainer yang ada di sini memiliki banyak kesibukan dengan benda yang berhubungan dengan penther mereka. Semua dari mereka kurang lebih ingin memeriksakan penther, mendaftar, atau melakukan kegiatan lainnya, yang pastinya berhubungan dengan dunia kepengurusan penther. Trainer—selaku profesi paling populer—di dunia ini memiliki banyak orang yang mendalaminya.


Ketika mereka—Kitsuna—datang, pandangan mata semua orang yang ada di sana teralihkan akan keberadaannya. Selain karena suara kagum Kitsuna yang sebelumnya juga keras, dirinya—ekornya—terlihat cukup lucu dan dapat menarik perhatian semua orang. Sangat jarang untuk melihat seseorang secantik itu, terutama ekor milik Kitsuna.


Kitsuna sama sekali tidak menggerakkan ekornya—alias melemaskannya—sehingga itu terlihat seperti ekor palsu, kemudian dia juga memakai topi yang menyamarkan telinga rubah miliknya yang tidak ada di kedua sisi kepalanya. Ekornya yang tampak lembut ini menarik perhatian mereka semua, membuat mereka berpikir jika penampilan gadis ini sangat imut.


Namun, mereka sama sekali tidak memiliki niat buruk dan tersenyum ringan melihat wanita ini berjalan di antara mereka. Ini merupakan salah satu hal yang nyaman untuk dilakukan oleh Elena dkk karena jalan mereka terbuka lebar dan mereka tidak perlu berdesak-desakan dengan pengunjung lain.


Yah, mereka bertiga sama sekali tidak peduli dengan lainnya. Kitsuna hanya membuat senyuman bangga yang menghiasi wajahnya. Dia senang ketika mendapatkan banyak perhatian dari sekitarnya. Dia awalnya tidak berniat untuk menarik perhatian, tetapi dia menikmati saat-saat ketika semua mata tertuju pada dirinya.


‘Sejujurnya aku tidak suka untuk menarik perhatian orang-orang, tapi karena berkat dirinya kami bisa bergerak cepat, aku tidak akan keberatan dan akan membiarkan dia—Kitsuna—melakukan hal ini untuk kali ini. Tapi jika ini sudah terlalu berlebihan, aku akan mengambil tindakan lebih lanjut dengan mencari cara menyembunyikan ekornya untuk perjalanan selanjutnya.’ Elena melirik Kitsuna yang berjalan di depannya.

__ADS_1


Leon awalnya tidak menyadari saat orang-orang memperhatikan Kitsuna, yang mana secara tidak langsung mereka melihat dirinya yang berada tepat di belakang Elena. Memperhatikan mata orang-orang yang mengarah padanya, dia mulai merasa gugup, lalu ke pada Elena dia berkata, “A-Apa ini baik-baik saja? Tatapan mereka sangat menakutkan dan menusuk.”


“Sudah, kamu tenang saja. Mereka sama sekali tidak memiliki niat buruk ke pada kita. Kamu hanya perlu berjalan normal mengikuti orang yang ada di depanmu—aku—dan jangan melakukan apapun yang akan mempermalukan dirimu. Meski kamu tidak akan mati secara jasmaniah, kamu tetap akan mati secara rohaniah kalau sampai mempermalukan dirimu,” jawaban datar dari Elena.


“Y-Ya…,” balas Leon tergagap.


‘Aku sendiri juga pernah menjadi pusat perhatian di dunia sebelumnya, jadi kurang lebih aku sudah cukup terbiasa berada di situasi seperti ini. Seperti yang pernah dijelaskan authornya, pemilik kontrak spirit elemen kegelapan sangat langka dan elemen ini dianggap sebagai petaka. Aku, yang memiliki ciri kontraktor spirit elemen mendapatkan pandangan yang cukup negatif dari lingkungan sekitarku.’


‘Aku sendiri kurang peduli akan masalah ini, karena aku bisa saja pergi ke dunia yang akan menerimaku menggunakan kemampuan dimensi Noctis.’


Mereka menuju ke salah satu meja penerimaan tamu yang kosong. Sebenarnya, semua meja memang sedang kosong berkat perhatian khalayak yang teralihkan oleh Kitsuna dengan mereka semua yang tercengang kagum melihatnya. Sekali lagi, ini tentu saja memudahkan mereka tanpa harus mengantri panjang seperti yang dilakukan orang lain.


‘Aku kurang percaya diri Kitsuna bisa mengatasi ini sebagai pemula di dunia ini, Leon tidak pernah keluar ke kota sebelumnya. Jadi menurutku, aku adalah yang paling cocok untuk melakukannya sebagai seseorang yang memiliki kemampuan Telepati dan skill komunikasi ke pada orang asing yang … pas-pasan, mungkin?’


“Ya! Kau bisa melakukannya!” Orang di balik meja itu tersenyum memberikan persetujuannya. “Sangat jarang seseorang menjual penther di sini. Bisanya mereka lebih suka menjualnya di Toko Hewan Peliharaan. Ini tidak ada hubungannya dengan transaksi, tapi jika aku boleh tahu, apa yang membuatmu memilih tempat ini untuk melakukannya?”


“Alasannya sangat sederhana. Ini aku lakukan karena merasa tempat ini berada di bawah naungan Asosiasi Trainer sehingga menjadi lebih dipercaya.” Setelah mengatakan itu, dia dengan pelang atau bisikan berkata, “Memang, sih, ada biaya yang lebih mahal ketika membeli penther dari tempat ini dan harga lebih murah saat menjual penther. Tapi karena itu adalah aturan dari tempat ini, aku tidak bisa melakukan sesuatu.”

__ADS_1


Perkataan terakhir yang sungguh dengan kebencian. Semua orang memang akan merasa tidak nyaman ketika terdapat transaksi seperti ini, namun posisi Elena dkk tidak memungkinkan untuk membuat transaksi lain selain melakukannya di sini. Sangat disayangkan ketika mendapatkan laba yang lebih sedikit, namun mau bagaimana lagi, ‘kan?


“Haha, kamu ini bisa saja, ya. Meski seperti ini, kamu ini sangat bisa dipercaya, lho,” ucapnya disertai tawa kering dan canggung.


Bukan maksud hati untuk mengatakan bahwa tempat lain tidak bisa dipercaya, hanya saja tempat ini lebih dipercaya.


“....” Elena dengan datar melihat tingkah orang ini.


Mengabaikan candaan dan pikiran buruknya, dia kemudian mengeluarkan sebuah pet house berwarna gelap miliknya. Selanjutnya, dirinya meletakkan itu di atas meja, dan mengatakan dengan pelan, “Penther di dalamnya sangat unik, aku belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Mungkin akan sedikit sulit untuk menentukan harga, tapi aku hanya memerlukan uang untuk dapat mengikuti turnamen.”


“Hmm… ini akan sedikit sulit saat menerima penther asing. Kami perlu melakukan uji coba untuk memastikan kekuatannya, sehingga kami bisa memberikan harga yang pantas. Kami tidak ingin mendapatkan penther kualitas rendah dan membayarnya menggunakan harga tinggi.”


“Tenang saja, aku berani jamin setidaknya dia—penther ini—memiliki 3 skill aktif dan 1 skill pasif. Harga seperti itu seharusnya sudah lebih dari cukup untuk biaya mendaftar untuk mengikuti turnamen, ‘kan?” Elena bersikeras.


“Tapi ….”


‘Telepati!’

__ADS_1


Sebelum dia sempat mengatakan sesuatu, Elena terlebih dulu menggunakan kemampuan Telepatinya untuk mengendalikan pikiran orang ini. Terlalu lama dan malah hanya akan menyusahkan kalau dia harus mengikuti semua prosedur. Melakukan sesuatu secara paksa seperti ini akan membuatnya menjadi lebih simpel. Lalu untuk dampaknya, setidaknya tidak akan ada yang curiga terhadap mereka karena gerakan mereka tidak terlalu mencurigakan, mungkin.


“Baiklah. Kami akan segera memprosesnya!”


__ADS_2