
Tidak banyak pelajaran di akademi ini sebagai hari pertama mereka bersekolah, mungkin hanya masa orientasi atau pengenalan sekolah, di mana para muridnya cuma jalan-jalan ke sana ke sini untuk lebih mengenal lingkungan sekolah dan saling berteman baik satu sama lain. Selain menganut sistem “Full Day School”, akademi ini juga menganut sistem “asrama”, di mana siswa-siswinya memiliki kamar yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Ini tentu bukan hal aneh, mengingat jika berbagai bangsawan berasal dari berbagai wilayah.
Membicarakan tentang masa orientasi, Elena dkk tidak banyak membuat kemajuan dalam urusan pertemanan mereka. Ketiganya menghabiskan banyak waktu untuk tiduran di kelas dan menerapkan gaya hidup pasif layaknya generasi milenial yang terus-terusan menghabiskan waktunya untuk rebahan di atas kasur, namun selalu berangan-angan memiliki kehidupan ideal, padahal itu hanya harapan kosong.
Para murid berbicara satu sama lain, mendekatkan hubungan di antara mereka yang mungkin akan ada hubungannya dengan relasi politik di masa depan saat ini --waktu istirahat--. Sementara Elena tiduran di kelas, kemudian di ajak kakak laki-lakinya (yang belum dijelaskan dalam novel ini) untuk melalui beberapa percakapan, Theresa bersama Sophia dan Noctis pergi keluar akademi untuk mencari beberapa hal di sana.
“Maaf merepotkanmu, ya, Noctis-sensei. Padahal kamu adalah spirit kontrak milik Elena, tapi kamu malah jalan-jalan bersama kami berdua yang tidak memiliki terlalu banyak hubungan denganmu. Aku benar-benar minta maaf atas hal ini.” Theresa menyatukan kedua telapak tangannya.
“Kamu tidak perlu terlalu banyak memikirkan tentang itu, lagi pula kamu adalah teman dari kontraktorku. Dan ngomong-ngomong, kita berdua memiliki hobi yang sama dan sedang memiliki kepentingan yang mirip, benar bukan?” Noctis memiliki senyuman tipis yang ia arahkan pada Theresa di sampingnya.
“Iya! Para karakter dari anime itu yang kamu tunjukkan padaku memiliki desain model keren, jadi aku pergi ke tempat butik pakaian untuk membuat pakaian berdesain keren. Aku ingin tahu, berapa banyak pemasukan perusahaan dagang Magnifix dari penjualan pakaian ini, ya.” Theresa mengarahkan kepalanya ke atas, sedang berimajinasi tentang pemasukan yang mungkin didapatkan.
Baik, bagaimanapun juga Theresa berasal dari keluarga pedagang, tentu saja dia akan mencari cara untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Memang ada unsur hak cipta saat meniru desain anime, namun karena asal anime adalah dunia yang berbeda, sehingga hukum tidak dapat mengejar Theresa, bahkan jika yang dilakukannya merupakan kriminalitas.
“Bagus! Seperti yang diharapkan dari putri pedagang! Kamu benar-benar tahu bagaimana cara untuk mendapatkan uang dengan cepat, mudah, aman dan nyaman di segala peluang yang ada.” Noctis mengangkat tangannya pada Theresa, menyiratkan jika dia ingin melakukan tos.
__ADS_1
*Tos!*
“Ya!” Theresa mengikuti apa yang diinginkan Noctis, dan dia pun menepukkan telapak tangan kanan ke tangan Noctis.
‘Apa ini tidak apa-apa? Mereka berdua baru saja memikirkan sesuatu tentang melanggar hak cipta dan mengklaim jika itu adalah milik mereka. Bukankah ini sudah termasuk tindakan kriminal? Bagaimana jika kita ketahuan dan terjerat hukum? Bukankah ini akan membuat urusan yang ada menjadi jauh lebih rumit dari hanya sekedar membuat desain -pakaian? Aku juga merupakan salah satu orang di dalam kelompok ini yang berarti aku akan ikut terjerat hukum jika sampai mereka ketahuan, ‘kan?’ pikir Sophia yang benar-benar merasa tidak enak mengenai masalah ini.
Tidak seperti Theresa dan Noctis yang tampak riang, Sophia memiliki perasaan risau di dalam benaknya, sehingga dia memutuskan untuk berjalan beberapa meter di belakang mereka berdua. Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi, Sophia tidak ingin ikut-ikutan terjerat hukum sama seperti mereka berdua, dia ingin tetap memiliki kehidupan damai di sisi Elena.
Theresa menyadari jika Sophia memiliki rasa risau di hatinya, membuat ia mundur dan bertanya, “Apa yang kamu khawatirkan, Sophia? Apa kamu tidak senang dengan apa yang akan kita lakukan? Ataukah, kami khawatir pada Elena yang sendirian di sekolah? Tenang saja, Elena jauh lebih kuat dibandingkan kita berdua dan kakaknya juga ada di sana. Aku yakin dia akan baik-baik saja kecuali sesuatu di luar nalar, seperti meteor jatuh atau tsunami raksasa terjadi.”
“Bukan itu, aku sudah sangat tahu jika Elena merupakan sosok yang sangat kuat dan sebanding dengan spirit tingkat royal atau bahkan bisa bersaing dengan spirit tingkat raja. Aku lebih khawatir pada kalian berdua yang seenaknya sendiri memakai hak cipta orang lain dan menganggap ini sebagai milik kalian. Apakah kalian tidak memiliki hati dan kasihan pada creator asli yang kreatif dan benar-benar inovatif?” ucap Sophia dengan sedih.
“Sophia….” Theresa menurunkan alisnya, seakan mulai memahami dengan apa yang dikatakan Sophia. “Yosh, baiklah, lain kali aku akan membuat desain atau barang di toko perusahaan yang lebih kreatif dan inovatif. Aku tidak akan hanya menjadi sampah masyarakat yang main tiru seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan creator aslinya.”
“Benarkah?” Sophia sedikit tersenyum, mendapatkan harapan baru.
__ADS_1
“Ya! Tapi aku akan memakai desain dari anime yang diberikan Noctis kali ini karena aku merasa jika kostum para karakternya terlihat keren,” ujar Theresa semangat tanpa rasa bersalah sama sekali.
“Jika seperti, maka tidak ada gunanya aku memberikan ceramah padamu.” Sophia cemberut sambil menatap tajam pada Theresa. “Saat kamu ingin tobat, lakukan itu dengan tekad yang kokoh dan lakukanlah sebelum ajal menjemput.”
“Maaf, maaf.” Theresa menggaruk pelipisnya menggunakan jari telunjuk sambil membuat senyuman canggung.
“Yang lebih penting lagi, apakah kita membawa uang dalam jalan-jalan kali ini? Kita memang tidak berencana membeli apapun, tapi bukan berarti tidak ada jajanan yang akan kita beli, bukan?” Sophia melipat tangannya ketika dia merasa kesal dan memberikan pengalihan topik.
“Heh! Kamu terlalu memikirkan hal yang remeh, Wahai Juniorku!” Noctis muncul di sisi kiri Sophia, tempat yang berlawanan dari Theresa.
“Kamu memiliki uang, ya, Noctis-sensei? Aku tidak melihat kamu bekerja dan memiliki mata uang negara ini,” tanya Sophia.
‘Duh, aku sudah mulai tercemar oleh budaya wibu mereka berdua. Ugh, spirit kontrak dan kontraktornya dapat berbicara melalui hubungan mental. Ini membuatku bisa terpengaruh kebiasaan wibu Theresa. Tapi anehnya, kenapa aku tidak mewarisi sebagian nilai akademiknya?’ pikir Sophia.
“Begini-begini kontraktorku adalah putri di keluarga duke, lho. Dia memiliki uang saku yang banyak, namun karena dia hemat, uang itu banyak ditabung. Aku bisa mencuri semua uang itu dengan mudah, dengan menggunakan hubungan mental di antara kami untuk mengetahui di mana Elena menyembunyikan tabungannya.” Noctis menunjukkan senyum percaya dirinya.
__ADS_1
“Jahat! Apakah kamu ini monster?” teriak Sophia.
“Tenang saja, ini adalah pertukaran setara. Dia memakai saldo ATM-ku di dunia lain dan aku memakai uangnya di negara ini. Ini sangat adil menurutku,” jawab Noctis tanpa rasa bersalah.