Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Memburu Predator


__ADS_3

“Hmph! Memang hanya merupakan kesia-siaan untuk berbicara dengan hewan, ya.” Sześć menyeringai. “Kalau begitu, langsung kita mulai saja pertarungan kita!”


*Ngung!* *Crt!* *Crt!* *Crt!*


Sześć mengibaskan tangannya, kemudian sebuah tombak tercipta.


Tombak tersebut memiliki warna gelap. Beberapa garis hitam juga terbesit yang menambah tampilan “gahar” pada tombak tersebut. Serta, beberapa sambaran petir atau listrik berwarna merah gelap juga sesekali menyambar darinya, membuat tampilan tombak tersebut cukup menakutkan apabila berhasil mengenai tubuh targetnya.


Sześć di sini menggunakan kekuatan spirit, yang mana itu memiliki sistem berbeda dari penther, sedangkan spirit itu memperoleh energi mereka dari Shoggoth. Apabila penther memiliki skill, maka spirit dapat mengendalikan elemen yang mereka miliki, kemudian membuat variasi bentuk atau serangan apapun menggunakan elemen tersebut.


Sama seperti itu, Sześć menciptakan sebuah tombak halilintar dari spirit elemen petir dan kegelapan, dengan dua elemen yang digabungkan. Sistem dari spirit yang memungkinkan untuk membuat berbagai variasi serangan tanpa batas, membiarkan kreativitas pengguna untuk membuat berbagai macam bentuk serangan, seperti pedang, tombak, dan lainnya.


*Tap!* *Byush!*


Sześć melompat menggunakan sampan kecil mereka sebagai pijakan. Ini membuat fluktuasi gelombang membentuk ombak kecil beberapa belas sentimeter yang menyebar sejauh beberapa meter.


“Wa…!” Peruru terkejut akan hal ini. Dia berusaha menyeimbangkan dirinya di atas sampan yang terambang-ambing ini.


“Hanya manusia!” dengus Jormungand.


Penther kolosal itu membuka mulutnya. Terlihat beberapa gigi panjang dan tajam miliknya. Beberapa gigi taring memiliki panjang lebih dari tinggi mulutnya, sehingga mereka akan tetap terlihat meski makhluk ini menutup rapat-rapat mulutnya itu.


*Brush!*


Semburan air ditembakkan dari dalam mulut Jormungand.


Mereka memang hanya air. Namun dengan kecepatan dan volume mereka, tidak aneh jika semburan ini dapat merusak mobil dengan mudah dan menghancurkan rumah dalam sekali serang. Apalah daya untuk tubuh manusia biasa yang lemah, rapuh, dan bisa robek hanya karena beberapa peristiwa ringan. Tubuh manusia tentu akan langsung musnah terkena semburan air ini.


‘Pergerakan halilintar….’


*Ngung!*


Dengan kecepatan yang tinggi, Sześć menghilang dari tempatnya sebelum semburan datang mengenainya.


Bayangan kabur dari dirinya sedikit membekas berwarna kemerah tuaan di dalam sejumlah besar volume air dari semburan, namun tubuh aslinya telah menghilang dari tempat tersebut.


*Byur!*


“Kyah!”

__ADS_1


Peruru lagi-lagi terkena dampak serangan ini.


Sebagai individu yang lemah di dalam pertarungan ini, tidak banyak yang bisa dirinya lakukan kecuali hanya berteriak dan melakukan sebaik mungkin untuk bertahan agar tidak terjatuh ke dalam air. Itu pun jika dia beruntung ketika sampan kecil miliknya sama sekali tidak terkena oleh imbas pertarungan sengit mereka berdua, karena itu berada di tempat yang terlalu dekat dari TKP.


*Ngung!* *Swirl!* *Swirl!* *Swirl!*


Sześć muncul di belakang kepala Jormungand. Tombak di belakangnya dia putar-putarkan, dan dia sudah bersiap untuk memberikan tebasan mematikan pada makhluk kolosal ini.


“Rasakan ini!” Dia mengayunkan tombaknya pada target. “Halilintar Thrust!”


*Jleb!* *Jleb!* *Jleb!*


Beberapa tusukan ganas mendarat di atas kepala Jormungand.


*Crash!*


Alih-alih darah, justru air lautlah yang keluar dari lubang kepala bocor itu.


‘Apa-apaan itu? Bagaimana skill macam apa yang dia gunakan?’ Mata Sześć membelalak melihat air mengalir ini. ‘Padahal, aku sudah repot-repot mengatakan nama dari teknikku yang dibuat secara asal beberapa saat lalu. Kata beberapa orang, meneriakkan keras-keras nama teknik yang digunakan dapat memperkuat serangan dan itu jadi terlihat lebih keren.’


*Byur!*


Seluruh tubuhnya yang besar tiba-tiba saja berubah menjadi air yang sangat banyak, sehingga air tersebut terjun terjatuh ke lautan seperti air terjun yang tiba-tiba tercipta di udara kosong ini.


“U-Uwah…!”


Peruru lagi-lagi terkena dampak serangan ini.


Sebagai individu yang lemah di dalam pertarungan ini, tidak banyak yang bisa dirinya lakukan kecuali hanya berteriak dan melakukan sebaik mungkin untuk bertahan agar tidak terjatuh ke dalam air. Itu pun jika dia beruntung ketika sampan kecil miliknya sama sekali tidak terkena oleh imbas pertarungan sengit mereka berdua, karena itu berada di tempat yang terlalu dekat dari TKP.


*Cetas!*


Sebuah ayunan kuat dari ekor Jormungand muncul dari dalam air. Ayunan ekor ini menuju langsung ke tubuh kecil Sześć.


*Ngung!*


Sześć menggunakan tekniknya untuk berpindah seperti sebelumnya.


Kali ini dirinya muncul di atas langit dalam ketinggian puluhan meter. Untuk dapat mempertahankan dirinya tetap melayang seperti ini, dia menggunakan kemampuan alami spirit yang tidak terlalu terpengaruh oleh gravitasi. Pada dasarya, melayang ini merupakan kemampuan unik spirit, dengan kata lain ini merupakan keterampilan pasif mereka.

__ADS_1


Mata Sześć bergerak dengan cepat, memperhatikan apapun yang ada di bawah dirinya. Salah satu tujuannya pergi ke angkasa ini adalah agar dia lebih mudah dalam mencari keberadaan Jormungand yang sempat menghilang karena serangan sebelumnya, dan sekarang itu bersembunyi di bawah lautan.


“Di sana!”


*Sis!*


Sześć memegang tombak miliknya seperti lembing, kemudian melemparkannya ke bawah, pada Jormungand yang sedang berada di bawah lautan.


*Zleb!* *Cetar!*


Tombak masuk ke dalam lautan. Erangan keras dan memekakkan telinga disertai sambaran halilintar kemerahan menyusul setelahnya.


*Tap!*


Sesaat kemudian, Sześć kembali turun ke sampan dan menjadikannya sebagai pijakan.


“A-Apakah kamu berhasil? Apakah ini sudah selesai?” tanya Peruru lirih.


Perasaannya masih risau memikirkan keselamatan dirinya sebagai individu yang tidak memiliki kekuatan untuk bisa terlibat dalam pertarungan ini. Dirinya sungguh akan merasa senang jika ini selesai sekarang juga, kemudian dia bisa bersantai di rumahnya tanpa mengkhawatirkan lagi keselamatan dari imbas pertarungan yang menakutkan ini.


*Byush!* *Byush!* *Byush!*


Namun sayang sekali tidak seperti yang diharapkan wanita cebol ini, beberapa sosok Jormungand timbul dari perairan.


‘Jumlah mereka ada banyak! Tidak, itu bukan jumlahnya yang meningkat.” Sześć tertegun sebelum menggelengkan kepalanya dan berpikir jernih tentang kemampuan lawannya. ‘Ini merupakan salah satu kemampuannya untuk bisa membuat kloningan dirinya.’


*Brush!* *Brush!* *Brush!* *Brush!*


Ada empat sosok Jormungand saat ini. Mereka semua menyemburkan volume air dalam jumlah besar dan cepat pada sampan kecil itu.


*Ngung!*


Sześć berpindah tempat menggunakan keterampilan halilintar sama seperti tadi, hanya saja kali ini dia juga menyertakan sampan kecil itu untuk berpindah bersamanya.


Kalau ini tidak dia lakukan, maka sampan akan hancur berkeping-keping dengan Peruru yang akan berubah menjadi sobekan kecil daging dalam jumlah yang banyak dan ukuran kecil-kecil, yang mana dirinya tidak akan dapat dikenali lagi oleh sebab saking hancurnya tubuhnya.


“Bleugh!” Peruru merasa mual, dan muntah di lautan.


“Maaf, ya.” Mata Sześć melirik padanya. “Perpindahan yang cepat ini memang akan memberikan perasaan mual untuk orang awam yang melakukannya.” Senyuman kecilnya tidak terlalu menunjukkan jika dia merasa bersalah akan hal ini.

__ADS_1


__ADS_2