
Bahkan sampai matahari terbenam sekalipun, Noctis masih belum juga kembali. Mereka berempat sama sekali tidak merasa risau. Keempatnya sudah mengetahui bila Noctis lebih kuat dari masing-masing dari mereka, mereka sangat percaya bila Noctis pasti akan aman. Dalam pertarungan yang tidak bisa dimenangkan sekalipun, kemampuan dimensi Noctis membuatnya tidak semudah itu untuk dibunuh. Jika tidak, bagaimana dia bisa mengembara ke berbagai tempat selama lebih dari ratusan tahun? Pasti ada suatu kemampuan yang menjadi keselamatannya sebagai asuransi.
Namun meski mereka berempat tidak khawatir pada kepergian Noctis, keempatnya masih menunggu kapan spirit ini akan kembali. Suasana diam dan tenang terlalu canggung untuk mereka berempat. Setidaknya, pasti akan ada perkembangan jika Noctis kembali. Namun bahkan jika Noctis tidak kembali, di antara mereka berempat akan ada yang memulai percakapan.
"Rencana ke depannya untuk serigala ini, ya?" Theresa mendongak ke atas sementara tangan kirinya berada di atas bulu serigala itu. "Aku tidak memiliki rencana khusus untuk serigala kecil ini. Antara melepaskannya kembali atau memeliharanya, aku akan melakukan salah satu di antara keduanya. Tapi aku rasa, aku akan melepaskan serigala kecil ini. Aku tidak memiliki ketertarikan besar padanya."
"Benar juga, kamu ini lebih suka pada kelelawar dari pada serigala, ya. Aku jadi kasihan pada serigala itu karena akan dibuang sebentar lagi. Dia mungkin akan dimakan pemangsa yang lebih besar dan menyeramkan setelah selamat," Sophia berkata acuh. "Memberikan kenyamanan untuk waktu dekat, kemudian menunjukkan sesuatu yang sangat menyeramkan. Kamu sama sekali tidak memiliki rasa kasihan."
"Sophia-chan, aku tidak akan melakukan sesuatu sejahat itu pada hewan yang tidak berdosa. Kenapa kamu berbicara sekejam itu?"
"...." Sophia tidak memberikan jawaban dan hanya menatap api unggun. Ekspresinya masih tetap datar, tidak peduli dan menanggapi pernyataan Theresa. Kehabisan topik pembicaraan mungkin. Dia sendiri berbicara beberapa saat lalu karena kebetulan ada sesuatu yang terlintas dalam pikirannya. Sekarang, dia tidak memikirkan sesuatu apapun untuk dibahas lebih lanjut.
Pada dasarnya serigala berburu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski dia membunuh dan memakan hewan lain, tetap tidak ada maksud untuk menyiksa mereka. Mereka hanya ingin mendapatkannya makanan. Manusia sendiri juga sama, bukan? Mereka mengambil sumber daya berupa tumbuhan dan hewan untuk makanan sehari-hari. Bahkan apa yang dibunuh manusia lebih bervariasi.
__ADS_1
"Sudah, sudah, kalian berdua, apakah kalian selalu bersikap seperti ini? Tidakkah kalian ingin bersilaturahmi lebih damai dan menjaga keharmonisannya antara sesama makhluk hidup tanpa mempedulikan ras dan spesies? Kalian berasal dari satu negara yang sama bukan?" Yovanca tersenyum pada mereka berdua.
"Meski kamu mengatakannya seperti itu, ada perbedaan antara usia dan pengalaman hidup kami berdua, lho," tanggapan Theresa ringan.
Sophia sedikit tertunduk mendengar perkataan yang merupakan tanggapan Theresa. Untuk beberapa alasan, dia tidak ingin mempublikasikan tentang usianya. Apakah itu akan membuatnya terlihat lebih tua atau apakah ada sesuatu lainnya di balik hal tersebut, Sophia lebih suka merahasiakan tentang usia aslinya.
Sebagai spirit, Sophia memiliki masa hidup lebih panjang dari manusia biasa. Saat ini saja dia sudah hidup cukup lama, cukup untuk dikategorikannya sebagai dewasa dalam usia manusia. Panggilan "kakak perempuan" sudah tidak cocok lagi untuknya, dia lebih tua untuk panggilan itu. Mengabaikan usia aslinya, dia ingin dianggap sebagai anak muda di jaman sekarang. Usianya beberapa kali lebih tua dibandingkan Theresa.
"Haha, yah, mungkin ada sesuatu di dunia ini yang tidak dapat kita ubah bagaimanapun juga. Tapi setidaknya, dia tidak memiliki perbedaan signifikan dalam tubuh fisiknya. Atau mungkin, dia bisa mengubah fisiknya sesuka hati? Aku penasaran apa dia bisa merubah wujud fisiknya menjadi laki-laki. Pada dasarnya tubuh fisiknya itu adalah kumpulan darah, bukan?" Yovanca menaruh jarinya pada dagu sambil memikirkan Sophia dalam tubuh berbeda.
'Kenapa perasaanku tidak enak, ya?' batin Sophia dengan matanya melirik kecil pada Theresa.
"Sophia-chan, bisakah kam—."
__ADS_1
Sebelum Theresa menyelesaikan kalimatnya, Sophia segera berpaling ke Alex dan mengatakan, "Ngomong-ngomong, Alex, aku penasaran dengan menu latihan yang kamu berikan pada Glence. Mungkin aku akan mendapat beberapa pencerahan untuk menjadi lebih kuat dalam menggunakan pedang setelah mendengarkan dari ahlinya."
Dalam kekuatan seluruhnya, Noctis jauh di atas Alex. Namun dalam keterampilan berpedang, Alex memiliki peluang menang jika keduanya berada dalam kondisi fisik sama. Yah, Noctis lebih fokus dalam menjadi penyihir dan memiliki banyak variasi dalam cara bertarungnya. Dia telah hidup selama ratusan tahun sehingga mengembangkan berbagai keterampilannya bertarung dari pada hanya fokus dalam satu senjata. Juga, dia tidak memiliki tubuh fisik seperti manusia sebab pada dasarnya dia adalah spirit. Tidak ada gunanya melatih fisik saat itu tidak akan berkembang, seniman Noctis lebih banyak menggunakan sihir.
Berbeda dengan itu, Alex telah mengkhususkan dirinya dalam kemampuan berpedang sejak muda. Oleh karena dongeng dan didukung lingkungan sekitarnya, maka dia lebih fokus dalam penggunaan pedang satu tangan dan bertujuan untuk menjadi ksatria. Gaya bertarungnya terbatas oleh sebab ini, tetapi dia sangat ahli dalam bidangnya ini. Jika tidak, bagaimana dia akan mendapatkan posisi tinggi di kerajaan dan ikut dalam misi berisikan orang-orang elit ini?
"Uh, yah, aku hanya memberikan menu latihan biasa. Tidak ada yang spesial. Hanya perlu mengayunkan pedang berkali-kali, seperti "Hu!" dan "Ha!" begitu terus sampai kamu bisa memahaminya. Tidak ada yang rumit dari pelatihan ini. Sangat berbeda dengan pelajaran berbelit Noctis," penjelasan Alex yang sangat tidak jelas.
"Umu, baiklah. Kurang lebih aku paham pada bagian "Hu!" dan "Ha!". Terima kasih pada penjelasanmu." Sophia sedikit mengangguk kemudian kembali pada api unggun tanpa memikirkan apapun atau Theresa akan tahu isi pikirannya.
'Eh? Apa maksud dari "Hu!" dan "Ha!"? Aku sama sekali tidak paham tentang itu. Bagaimana aku harus memegang pedang? Bagaimana cara menentukan musuh yang perlu dilawan? Bagaimana cara menengok kekuatan lawan? Aku sama sekali tidak paham dengan penjelasan ini. Apa yang Sophia-chan pahami dari penjelasan ini?'
Baguslah bagi Sophia karena topik pembicaraan mereka menjadi teralihkan. Dia akan dituntut untuk bertransformasi dalam tubuh dengan jenis kelamin berbeda dari dirinya saat ini. Dia bisa saja untuk mengubah wujudnya sesuka hati, tetapi tidak akan menyenangkan untuk berada di wujud lain selain wujudnya saat ini.
__ADS_1
Seperti contohnya saja, bayangkan jika kalian memiliki tinggi tubuh berbeda atau bentuk tubuh berubah dari sebelumnya. Penambahan tinggi badan dalam waktu singkat atau perubahan bentuk fisik akan membuat koordinasi tubuh menjadi kacau untuk beberapa orang. Otak memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi bentuk tubuh baru yang membuat koordinasi fisik kacau.