Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Bukan Sesuatu yang Penting untuk Dilakukan


__ADS_3

Malam hari menyapu kota tempat Elena dkk berada. Suasana menjadi lebih sepi dibandingkan siang hari sebelumnya, namun atmosfer dari keramaian malam masih dapat dirasakan. Beberapa tempat hiburan malam yang terbuka menyambut pengunjung yang akan datang. Inilah yang memberikan suasana keramaian meski malam telah datang.


Elena bersama Leon dan Kitsuna berjalan-jalan kembali ke penginapan mereka. Dia—Elena—telah mendapatkan kemenangan dalam turnamen kali ini. Hal ini membuat dirinya merasa senang dengan senyuman cerah yang terlihat jelas berkat lampu jalanan yang menerangi tempat mereka bertiga berjalan. Perasaan hatinya sungguh riang tanpa perlu memikirkan masalah tempat tinggal.


‘Humu! Sudah beberapa minggu sejak kami berada di kota ini. Kami mengikuti turnamen harian untuk mendapatkan uang. Ini sesuai dengan rencanaku,’ pikiran riang yang berada di dalam hari Elena. ‘Sangat sulit pada awalnya karena memiliki penther tingkat rendah—Aya—. Namun setelah beberapa hari melakukan pertandingan, Aya beradaptasi dengan pertarungan ini dan kami bisa memenangkan ini dengan lebih mudah.’


‘(Gadis ini…. Apa dia sedang memikirkan sesuatu yang berbahaya? Akulah yang bekerja dalam pertandingan ini, tapi dia lah yang menikmati hasil jerih payahku! Aku sangat ingin memukulnya kalau saja keberadaannya tidak memberikan pengaruh apapun ke padaku!)’


Elena merupakan trainer Aya. Dia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Aya sepanjang hari. Tanpa Elena, Aya tidak akan dapat mengikuti turnamen, membeli makanan kaleng, dan beberapa benda-benda lainnya. Maka di sinilah tugas Elena sebagai trainernya. Akan tetapi yang membuat Aya kesal, adalah Elena yang lebih banyak menikmati hasil jerih payah selama melakukan pertandingan.


Elena mengarahkan matanya ke atas pada Aya, kemudian berkata, “Ada apa, Aya? Apa ada yang mengganggu atau mengganjal di dalam hatimu?”


Sungguh, itu merupakan pertanyaan yang diucapkannya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia menggunakan uang yang dihasilkan Aya, kemudian bertanya ke pada penther tersebut tanpa rasa bersalah. Meskipun hal ini memang dilakukan oleh mayoritas atau hampir seluruh trainer, tapi tetap saja apa yang dilakukan Elena bukan merupakan sesuatu yang halus.


‘(Dia! Apa dia membaca pikiranku?)’ Aya dengan terkejut memikirkan ini.

__ADS_1


“Sudah, tidak apa, Aya. Kalau ada yang mengganggumu, kamu bisa memberitahukan itu ke padaku.” Pandangan mata Elena kembali pada jalanan di depannya. “Sebagai trainermu, aku memiliki tanggung jawab untuk merawatmu sepenuh hati. Kamu selalu bisa mengatakan curahan hatimu kapanpun kamu mau. Aku akan mendengarkannya dan menjadi teman yang berbagi rahasia denganmu. Begini-begini, aku adalah orang yang dapat dipercaya, lho.”


‘(Orang ini! Masalahnya adalah kamu yang menggunakan sebagian uang yang aku hasilkan! Aku harap kamu lebih sadar diri dan tidak memakai banyak uang! Lalu, aku ingin sebagian besar uang itu dipakai untuk keperluan hidupku!)’ Kemudian dia mengatakan, “(Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya berpikir, alangkah baiknya jika kamu memberiku lebih banyak bayaran?)”


“Oh… jadi itu masalahnya.” Elena mengangguk pelan, dan melanjutkan, “Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu, Aya. Sebagian uang yang kamu hasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup harian kami. Seperti yang kamu tahu, Leo sangat lemah dan tidak bisa memenangkan pertandingan, jadi kita berdua adalah ujung tombak untuk membiayai kehidupan kita.”


“Ugh… aku tahu kami berdua lemah, tapi tidak bisakah kamu menggunakan kata-kata yang lebih halus?” tanya Leon yang berjalan di samping kiri Elena.


Leon sedang menggendong Leo yang tertidur saat ini. Beberapa luka dan kotoran debu terlihat di atas bulu Leo yang kecil itu. Dia—Leo—telah melakukan pertarungan yang berat dan melelahkan sampai-sampai dia menjadi tertidur di jalanan. Kekuatannya yang menjadi paling lemah di antara Aya dan Kitsuna membuat dirinya menjadi kurang berguna dalam pertarungan.


Dia mengibaskan ekornya ke udara yang menandakan ekspresi senang darinya di lain yang ditunjukkan oleh wajahnya. Bukan hanya karena mereka mendapatkan uang berkat kemenangan Elena dan Aya, tapi keduanya merupakan teman dekat—pengasuh—Kitsuna. Tentu saja dia akan senang ketika teman dekatnya mendapatkan kemenangan.


“Tentu saja! Siapa dulu yang menjadi pelatihnya!” Elena menaruh kedua tangannya ke pinggangnya.


“(Tch, padahal aku adalah penther yang bekerja di sini,)” gerutu Aya.

__ADS_1


“Jangan begitu, Aya.” kata Elena dengan matanya yang mengarah ke atas. “Aku merupakan trainermu dan banyak membantumu ke awal. Kalau bukan karena aku, kamu pasti akan menjadi penther yang dibantai.”


Pada dasarnya, Aya merupakan penther yang lemah. Ini dapat dilihat dari dirinya yang diusir oleh trainernya sebelumnya. Namun ketika dia bersama Elena, dia tetap diterima, dan bukan hanya itu, melainkan Aya juga mendapatkan penambahan kekuatan. Ini menunjukkan jika Elena memberikan pelatihan yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kekuatan Aya.


“(Akh… aku benci mengakuinya, tapi kamu memang benar! Pada saat awal-awal pertarungan, kamu membantuku dan lebih banyak memberikan kontribusi dalam pertarungan! Bahkan kamu sendiri yang melakukan pertarungan melawan penther musuh padahal sudah jelas jika ada perbedaan besar antara kekuatan penther dan manusia!)”


Aya telah dibuat frustasi ketika dia memikirkan tentang hal ini. Dia ingin mengklaim semua hadiah atas kemenangan turnamen ini untuk dirinya sendiri, tetapi kenyataan bahwa Elena yang membantunya dalam pertandingan membuat dirinya tidak bisa memberikan argumen yang menguntungkan dirinya. Dia hanya akan menodai kebenaran jika mengambil semua uang itu secara paksa.


Belum lagi, kenyataan jika uang yang mereka dapatkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Aya akan memiliki kesan sebagai penther yang egois saat memakai itu semua untuk dirinya sendiri tanpa membantu lainnya. Ia telah mengetahui bagaimana rasanya berada di bawah dan sama sekali tidak memiliki apa-apa. Dia tahu seberapa pentingnya ini untuk mereka.


“Sudah, sudah.” Kitsuna mengelus kepala Aya. “Lagian, kamu sudah bekerja sangat keras untuk mencapai level kekuatan ini, ‘kan? Kamu memang pantas mendapatkan lebih banyak reward dibandingkan kami semua.”


“Aku memang melatihmu untuk menjadi kuat dan bisa mengalahkan lawan, tapi tetap kamu sendiri yang melakukan usaha di lain saran yang aku berikan. Juga, kamu sudah berhasil mendapatkan skill ke-3 yang kuat dan mematikan. Jangan berkecil hati atau membenci dirimu sendiri dalam melakukan itu,” tambah Elena.


“(Ya-Yah… terima kasih karena kalian berdua sudah mendukungku….)” Aya mengalihkan mukanya ke arah lain dengan sedikit canggung. “(Hanya saja, aku ingin makan makanan enak lain kali.)”

__ADS_1


“Tidak masalah! Aku akan berpikir bagaimana cara untuk memberikan makanan enak ke padamu,” kata Elena.


__ADS_2