
Monster Serigala lari ke arah Yovanca dan Theresa ketika Sophia dan Alex sedang mendiskusikan taktik. Monster itu bukannya lari ke arah mereka berdua, namun hanya berganti haluan pada targetnya. Dia sama sekali tidak merasa takut atau mundur pada Sophia dan Alex, namun karena kehilangan jejak, dia lari ke arah asal dan secara tidak sengaja menemukan Yovanca dan Theresa.
Wah, sungguh tidak berguna sekali diskusi taktik mereka berdua. Berniat untuk mengalahkannya Monster Serigala, namun mereka malah membiarkan makhluk ini lari ke arah orang yang seharusnya mereka lindungi. Apakah mereka berdua bisa diandalkan untuk menjadi penyerang di waktu depan? Padahal salah satu dari mereka adalah ksatria kerajaan, lho.
Lebih buruk lagi Noctis. Sudah salah tempat, dia masih belum kembali sampai sekarang. Entah ada masalah dan topik apa yang dia kerjakan, dia masih belum kembali. Padahal dia seharusnya bisa langsung sampai ke tempat ini menggunakan kemampuan dimensi miliknya. Sepertinya dia sedang melakukan sesuatu di belakang mereka berdua. Kira-kira apa yang sedang dia kerjakan, ya?
Yovanca berhadapan dengan Monster Serigala dengan Theresa di belakangnya yang menggendongnya Serigala Kecil. Mata Yovanca dengan tajam dan fokus tertuju pada Monster Serigala barbar yang saat ini juga sama menatap ke arahnya seperti menatap pada buruannya. Mereka berdua bersiap untuk melakukan pertarungan dan saling membunuh satu sama lain.
"Theresa, aku akan melawan Monster ini. Kamu larilah bersama serigala kecil itu."
"Apa tidak masalah kamu mengatasi ini sendirian? Aku juga bisa membantu."
"Tidak, jangan. Kamu cukup menjaga Serigala Kecil itu. Kamu akan menjadi penjaga terakhir padanya jika aku sampai kalah," Yovanca kemudian menyeringai. "Bukan berarti aku berniat untuk mati, justru aku percaya diri untuk tetap selamat dalam melawannya. Kamu sama sekali tidak perlu khawatir padaku. Sebaliknya, khawatirkan saja dirimu sendiri."
"Um, baiklah." Dengan bergetar Theresa mengatakan, "A-Aku tidak tahu apa yang akan kamu lakukan, Bibi Yovanca, ta-tapi aku merasa kamu akan melakukan sesuatu yang menyeramkan. Ja-Jarang-jarang kamu menyeringai seperti itu."
Tanpa mengatakan lebih banyak lagi, Theresa langsung lari menjauh dari sana dan bersembunyi di dalam semak-semak sambil membawa Serigala Kecil. Dia memperhatikan dari dalam semak-semak begitu pula dengan Serigala Kecil. Bukannya khawatir Yovanca akan kalah, Theresa hanya penasaran tentang apa yang terjadi. Seperti yang dikatakannya sebelumnya, sangat jarang Yovanca menyeringai, jadi pasti ada sesuatu hal seru di sini.
Theresa sendiri memiliki pengendalian darah milik Sophia. Kekuatannya jauh lebih lemah, tetapi setidaknya dia bukan nol. Kemampuan serangan Theresa berada dalam jarak jauh, yang artinya dia memiliki kemungkinan lebih kecil untuk tidak menjadi target serangan. Selama penjaga garis depan masih ada, musuh tidak mengincarnya, dan tidak memakai serangan area, dia tidak akan terkena imbas dari serangan.
__ADS_1
Suatu posisi aman dengan tanggung jawab tinggi. Posisi sebagai marksman memiliki ancaman bahaya lebih rendah, namun memiliki tanggung jawab lebih tinggi, yaitu dia bertanggung jawab pada serangan pada lawan. Ini juga tidak menutup kemungkinan jika serangannya akan meleset dan malah akan mengenai teman sendiri. Tergantung bagaimana melihatnya, ini akan menjadi posisi aman atau menjadi posisi yang penuh tanggung jawab. Posisi ini juga memiliki kekurangan tergantung orangnya.
"Oke, sudah lama aku tidak bertarung. Bagaimana dengan sedikit pemanasan?" Yovanca menyeringai mengejek pada Serigala di depannya.
*Tap!*
Serigala tersebut langsung melompat pada Yovanca beberapa meter di atas tanah. Gigi dan taring-taringnya terbuka lebar dengan air liur menjijikkan yang menutupi mulutnya sampai menetes ke luar dan diterpa angin. Bulu-bulu lebatnya tertiup oleh angin ketika dia melompat.
Serangan yang sangat monoton, tanpa antisipasi, dan justru membuka titik lemahnya sendiri. Selama beberapa saat, Serigala itu tidak akan bisa mengatasi bila ada serangan datang. Mobilitasnya terhambat dan dia tidak akan mudah untuk mengubah arah gerak ketika serangan datang untuknya. Serangan melompat ke udara mungkin kuat, tetapi terlalu banyak membuka titik lemah untuk beberapa waktu.
Yovanca di sisi lain menyatukan jari tengah dan telunjuk di kedua tangannya seperti sebelumnya. Detik berikutnya pusaran angin kecil menyelimuti kedua jarinya di masing-masing tangan menjadi semacam belati tajam dan mampu menebas dengan kuat. Ini adalah salah satu keterampilan tingkat rendah yang hanya membuat luka tebasan kecil.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Beberapa bilah angin tercipta dan memotong buku Serigala ketika Yovanca mengayunkan jari di kedua tangannya pada serigala itu. Bukan hanya itu, dia juga melompat ke samping ketika sudah dapat menebak bila serangannya ini tidak akan bisa membunuh serigala dalam satu serangan. Baik, lagian itu hanya berupa serangan pembukaan dan bukan utama.
*Tep!*
Serigala dan Yovanca mendarat di tanah kosong dan kembali mengamati satu sama lain.
__ADS_1
'Dia sama sekali tidak terluka karena serangan ini. Sepertinya aku terlalu meremehkan pertahanannya dan perlu membuat serangan lebih kuat,' dia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas.
*Set!*
Sama seperti sebelumnya, Monster Serigala ini kembali melakukan gerakan monoton. Tanpa strategi atau lainnya, dia langsung menerjang pada Yovanca bersama mulutnya yang terbuka karena tidak sabar untuk menggigit.
'Dia mendapatkan penurunan kepintaran seperti yang aku pikirkan.'
*Tap!*
Kali ini Yovanca melompat ke atas untuk menghindari serangan Serigala. Ditambah menggunakan pengendalian angin di bawah kakinya, Yovanca dapat melompat beberapa meter ke udara tanpa alat bantu. Andaikan sihir seperti itu ada di dunia nyata, maka tidak akan sulit untuk baik ke atas atap dan mengambil bola yang tersangkut di sana. Tapi malah akan membuat kerugian jika menghancurkan atap.
'Meskipun dia lebih bodoh, bukan berarti dia tidak bisa berpikir sama sekali. Dia yang berlari di permukaan tanah membuatnya lebih mudah untuk mengubah arah gerakannya.'
*Tap!*
Melihat Yovanca melompat ke atas, Monster Serigala ini mengikutinya. Gigi-gigi tajamnya siap untuk mengoyak tubuh Yovanca menjadi potong-potong kecil daging bila gaya gravitasi menariknya turun. Situasi yang tidak nyaman bagi Yovanca.
Dia telah dikuasai insting liarnya untuk mengejar target buruannya ke manapun dia pergi. Sebenarnya ini menjadikannya rentan untuk ditipu seperti dijatuhkan ke dalam jurang. Namun karena di sekitar sini tidak ada medan yang mendukung, sayang sekali Yovanca harus bekerja ekstra sebelum memberikan jebakan pada Monster ini.
__ADS_1