
“Umu, kurang lebih aku sudah tahu tentang masalah apa yang kamu alami.” Szesc mengangguk sebelum melanjutkan, “Tapi, apakah kamu tidak bisa membuat gaya duel arena yang lain? Maksudku, tidak bisakah kamu membuat duel di arena ini secara normal saja dan seperti kebanyakan duel di arena lainnya?”
“Yah…, aku sendiri sebenarnya juga sudah membuat gaya pertarungan yang seperti itu.” Resepsionis itu mengetuk-ketukkan jari telunjuknya pada meja. “Tapi, ini kurang populer dan hanya ada sedikit pendaftar, bahkan belum tentu ada satu di setiap harinya. Tidak mungkin juga aku membuat pertandingan turnamen yang hanya dilakukan oleh satu orang. Tidak akan ada pengunjung yang datang dan aku malah akan mendapatkan kerugian dengan memberikan uang kepadanya.”
“Sangat kasihan, ya,” komentar Szesc.
“Dengan banyaknya ikan yang lari ke perairan dangkal, menjadi nelayan menjadi sesuatu yang jauh menguntungkan dari pada ikut dalam turnamen yang belum pasti.” Kembali seperti tadi, dia melipat tangannya dan meletakkan kepalanya di atas meja. “Huh! Jika ini berlanjut beberapa minggu lagi, aku tidak akan mampu mempertahankan tempat ini dari kerusakan! Pekerja yang aku suruh juga menginginkan uang.”
‘Begitu ya. Resepsionis ini berencana bertahan sampai Jormungand kehabisan mangsanya di tempat ini dan kembali ke tempat dia berasal. Sekalipun monster itu menyerang tempat ini, dia tetap akan kehilangan tempat ini, tapi setidaknya dia sudah berusaha menunggu sampai monster itu pergi.’
‘Rencana yang tidak buruk. Tapi, ini tidak memiliki langkah cadangan jika rencananya gagal. Setidaknya, bukankah akan lebih bagus jika dia membuka kedai makan atau mengalihfungsikan tempat ini menjadi sesuatu yang lain agar tetap memiliki pendapatan di masa sekarang ini?’
“Pst, apa kamu ingin membantunya?” bisik pelan Shoggoth. “Jika kita mengalahkan penther bernama Jormungand ini, maka tempat ini akan bergerak seperti biasanya, benar? Mendapatkan prestasi setelah mengalahkan makhluk besar juga akan menjadi prestasi yang baik bagimu. Beberapa uang akan masuk ke dalam kantongmu, mungkin.”
“Hmm, ide yang bagus. Aku akan mencobanya beberapa saat lagi,” ucap Szesc pelan yang menjadi bisikan. “Bahan-bahan dari tubuhnya seharusnya akan ditawar malah oleh para kolektor. Ini bukan merupakan bisnis yang buruk untuk dilakukan.”
“Pengunjung, dengan siapa kamu berbicara?” tanya Resepsionis dengan wajah herannya.
“Ti-Tidak, bukan siapa-siapa. Abaikan saja apa yang baru saja aku lakukan!” Szesc menunjukkan telapak tangan kosongnya kepada Resepsionis ini.
__ADS_1
“Mencurigakan….” Sayangnya, Resepsionis ini masih curiga dan menatap Szesc dengan seksama, mencari-cari sebuah petunjuk.
‘Ugh, bagaimana dia bisa mengetahui aku yang sedang melakukan percakapan dengan Shoggoth?’ pertanyaan dalam benak Szesc.
“Sebaiknya kamu tidak menyembunyikan apapun dariku, lho, Pengunjung.” Dia mengelus dagunya ketika masih menatap menggunakan mata yang penuh kecurigaan. “Sebagai orang yang bertugas untuk menerima tamu, aku sudah terbiasa dengan orang-orang yang memiliki niat buruk atau membuat langkah mencurigakan. Apa kamu ingin aku memanggil keamanan?”
“Apakah di tempat ini bahkan memiliki uang untuk menyewa Penjaga?” balas Szesc menggunakan pertanyaan.
“Hmph! Jangan remehkan aku!” Resepsionis berdiri di atas kursinya, namun tingginya ini masih sedikit lebih rendah dari Szesc. Tangannya bersedekap dan wajahnya menunjukkan ekspresi sarkastik. “Walau pemasukan menurun, aku masih memiliki cukup uang untuk menyewa beberapa orang, dan mempekerjakan mereka sebagai Penjaga. Hanya saja ….”
“Hanya saja?” Dalam benaknya, ‘Dia sangat-sangat cebol!’
“Hanya saja tidak ada seorangpun yang mau bekerja sebagai penjagaku….” Dia langsung terduduk dengan ekspresi tubuh lesu.
“Saat tugas yang aku berikan adalah bersih-bersih, orang-orang tidak mempermasalahkannya karena begitu tugas mereka selesai, mereka langsung pergi dan mendapatkan uang tambahan dari menangkap ikan. Tapi saat aku memberikan tugas sebagai penjaga, tidak ada satupun dari mereka yang mau melakukannya karena harus berada di tempat ini sepanjang waktu. Sebagai hasilnya, tidak ada satu orangpun yang menjadi penjaga di sini,” jelas Resepsionis.
‘Heh, berarti percuma saja kamu mengancamku dengan mengatakan akan memanggil keamanan. Mengapa kamu mau saja repot-repot melakukan hal seperti itu? Yah, aku memang sempat sedikit bergidik ketika mendengarnya, sih.’
“Sudahlah…. Lagi pula, aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk melakukan sesuatu yang buruk kepadamu….” Entah apa motivasinya, Szesc tiba-tiba tersenyum manis sambil menepuk pelan kepala Resepsionis ini.
__ADS_1
‘Begini-begini, meski aku berada di dalam organisasi seperti itu, aku suka dengan sesuatu yang imut. Aku suka sekali dengan spirit-spirit imut yang ada, sampai-sampai aku memilih keterampilan yang bisa membuatku memanipulasi pikiran mereka agar mereka menurut.’
“Ap-Apa ya-yang kamu laku-kan, Pe-Pengunjung!” suaranya tergagap ketika mengatakannya.
Dia memang bertanya, namun nada suaranya tinggi seperti berteriak. Tetapi karena itu tergagap, suara itu menjadi tidak terlalu keras. Szesc sendiri menyikapinya dengan biasa saja dan tidak terlalu menghiraukan tentang masalah ini.
Sikap tubuhnya juga menjadi kacau karena hal ini. Dia membeku selama beberapa saat, melakukan reboot pada pikirannya, dan kesulitan mencari langkah apa yang akan digunakan sebagai tanggapan. Resepsionis ini kesulitan untuk memikirkan kalimat sebagai dialognya selanjutnya.
“Hmm?” Kemudian Szesc mengatakan, “Aku pikir, kamu sedikit memerlukan penghiburan karena sedang dalam masalah. Seingatku, mengelus merupakan salah satu cara yang terlihat imut untuk memperlakukan seseorang yang dalam masalah.”
“Ada yang harus kamu ketahui, tidak semua orang suka untuk diperlakukan seperti itu,” bisikan dari Shoggoth. “Yang kamu lakukan ini seperti kamu mengelus dan memperlakukan hewan. Manusia termasuk aku bukan merupakan hewan, aku sendiri tidak akan suka jika ada seseorang yang memperlakukanku seenaknya seperti yang kamu lakukan saat ini. Tentu saja, dia menjadi sedikit bermasalah menerima perlakuanmu.”
‘Ah, benar juga. Aku adalah orang yang mendominasi dalam suatu hubungan, mungkin.’ Senyuman Szesc sedikit terhapus.
“Maaf, maaf, aku pikir kamu sedang merasa takut dan aku perlu menunjukkan bahwa aku bukan merupakan seseorang yang berbahaya untukmu.” Szesc menjauhkan tangannya sebelum dia melanjutkan, “Selain itu, aku sama sekali tidak memiliki niat buruk dan sama sekali tidak memikirkan atau melakukan tindakan yang mencurigakan sebelumnya.”
“La-Lalu, tindakan mencurigakan apa yang kamu lakukan sebelumnya?” tanya Resepsionis yang masih tergagap.
“Aku hanya berpikir, jika kamu ini memiliki tubuh yang pendek dan cebol.” Szesc menunjukkan senyumannya lembutnya kembali. “Aku tidak berpikir itu buruk. Lagi pula, aku memang menyukai sesuatu yan--.”
__ADS_1
“Siapa yang kamu panggil “Cebol”! Aku sudah 19 tahun! Aku bukan anak kecil yang bisa kamu perlakukan sesuka hati!” teriaknya dengan tidak terima.
‘Mengejutkan!’