
“Bukankah itu….” Fedora kembali membuka matanya. Melihat Elena yang memegang rapier tersebut, matanya menatap tajam dan dia menjadi sangat geram. “Kau…, beraninya kau untuk mengambil benda itu!”
“Hmph! Siapa yang cepat, maka dia yang dapat. Jangan salahkan aku tentang artefak ini yang berhasil aku ambil!” Elena mendengus sombong, dan mengarahkan rapier tersebut pada Fedora.
‘Oke, ini masih menjadi masalah karena tubuhku masih lemas saat ini. Gerakanku didukung kemampuan Telekinesis, dengan kata lain aku tidak benar-benar bergerak saat ini. Tapi aku rasa, aku memiliki peluang menang jika menggunakan senjata berenergi tinggi seperti yang satu ini.’
“Kalian berdua!” Fedora memanggil penthernya, lalu memberikan perintah, “Serang dia menggunakan Twilight Arrow!”
‘Aku tidak tahu efek macam apa yang bisa ditimbulkan artefak itu, tapi yang jelas sesuatu yang berbahaya bisa saja terjadi. Dalam kemungkinan terburuk, dia akan meledakkan area di sekitar sini, atau bahkan dunia ini.’
Fedora tidak memiliki persangkaan mengenai Elena yang bisa menggunakan senjata tersbut. Apa yang dipikirkannya adalah, Gadis di depannya ini hanya akan memegang dan menggunakan rapier tersebut seperti senjata normal. Karena dia menyangka Elena tidak tahu apa-apa tentang artefak, maka dia menganggap sesuatu yang di luar prediksinya akan terjadi jika Elena mengguna benda tersebut.
*Ngung!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Cahaya mulai dikumpulkan kedua penther tersebut sebelum belasan anak panah ungu terang ditembakkan.
*Fish!*
Elena berpindah tempat dari sana dengan melayang menggunakan Telekinesis. Gerakannya yang cepat, membuat tembakan anak panah tertinggal di belakangnya dan hanya meledakkan dinding.
Kakinya beberapa sentimeter melayang dari permukaan tanah, tetapi tidak ada yang memperhatikan karena setiap pandangan yang mengarah padanya tertuju pada tubuh bagian atasnya. Jika Leon dan Fedora melihat ke pada kaki Elena, mereka berdua akan sedikit tercengang melihat kemampuan ini yang mampu membuatnya untuk melayang.
Namun untuk mengubah topik, Elena bisa menggunakan alasan bahwa ini merupakan kemampuan milik Aya. Hanya saja, karena tidak ada yang bertanya, maka dia tidak perlu menjelaskan. Terlebih lagi, dia juga tidak memiliki kewajiban untuk menjawabnya. Kenapa pula dia harus membocorkan informasi mengenai dirinya kepada musuhnya?
*Rumble!*
Ruangan di bawah sana bergemuruh.
Dinding yang merupakan penyangga tempat tersebut mulai terkikis oleh serangan itu perlahan-lahan. Getaran semakin kuat dan semakin kuat setiap kali serangan kedua penther Fedora menabrak dinding-dinding ruangan.
__ADS_1
“Hentikan! Berhenti!” teriak Fedora pada kedua penthernya.
Kedua penther tersebut mulai berhenti menembaki. Getaran di ruangan itu juga mulai berhenti setelah menjatuhkan beberapa potong kecil dari sebagian langit-langitnya. Untuk waktu singkat, mereka bisa menghela napas lega, tidak jadi tertimbun hidup-hidup oleh reruntuhan.
*Fish!*
‘Sekarang!’ Elena segera melesat menuju ke-2 penther tersebut.
Ini menjadi kesempatan yang sangat bagus ketika mereka berdua terdiam atas perintah Fedora. Bahkan jika ada perintah lainnya, akan memerlukan waktu beberapa saat sebelum ke-2 penther tersebut menjalankan perintah baru.
*Stab!* *Stab!* *Stab!*
Dengan tangan yang terlihat cekatan, padahal hanya menggunakan Telekinesis, Elena memberikan beberapa tusukan pada penther tersebut. Meski belum terbiasa, gerakan yang terjadi karena kemampuan cenayang--Telekinesis--membuat gerakan Elena sangat cepat, seakan telah terbiasa dan melatih dirinya dalam penggunaan rapier selama beberapa tahun.
*Trank!* *Trank!* *Trank!* *Jleb!* *Jleb!* *Jleb!*
Serangan Elena langsung menghujani pada H-L-16, namun terdapat dinding tak kasat mata--Orb Armor--menghalangi tusukan rapier Elena.
*Syut!*
H-L-16 mulai meredup cahayanya, kemudian dia memudar dan tertarik masuk ke dalam sebuah pet house yang tergeletak di lantai. Yap, itu adalah pet house yang dilemparkan Fedora sebelum pertarungan ini dimulai. Tampaknya ia mampu menyerap kembali penther yang telah terpasang di sana dengan sendirinya setelah penther itu kalah.
*Fish!*
Elena menarik dirinya, mundur ke belakang menggunakan kemampuan Telekinesisnya.
Serangan secara acak belum tentu memberikan efek yang bagus, ini membuat Elena tidak memberikan serangan lanjutan secara acak kepada targetnya ini, meski sekarang juga merupakan kesempatan yang bagus ketika lawannya tidak menyerang. H-D-08 memiliki waktu singkat sebelum Elena akan memikirkan kembali serangan apa yang efektif untuk melawannya.
“Hehehe…, sepertinya situasi kita sudah berbalik, ya. Apa kamu ingin menyerah atau masih ingin melanjutkan pertarungan?” tanya Elena dengan didahului tawanya.
__ADS_1
‘Ayolah, aku lebih suka jika kamu memilih untuk mundur. Tahukah kamu? Aku sangat lelah dalam pertarungan ini dan serangan sebelumnya masih berdampak padaku. Aku lebih memilih untuk berhenti dari pada terus berlanjut.’
‘Menggerakkan tubuh menggunakan Telekinesis bukan merupakan sesuatu yang aman sebenarnya. Ini membuat tubuhku mengalami lebih banyak kerusakan. Ketika tubuh tidak bisa digerakkan, itu memang sudah terjadi kerusakan, sehingga memaksanya bergerak malah akan memberikan lebih banyak kerusakan kepada tubuh. Jika bukan situasi yang memaksa, aku lebih suka tidak menggunakan cara ini untuk bergerak. Aku hanya akan menggunakan penggerakan Telekinesis saat tubuh dalam kondisi normal.’
“Hummm….” Fedora menggeram dan menggertakkan gigi-giginya.
Amarahnya telah memuncak seketika setelah Elena mengalahkan salah satu penthernya. Meski dia masih unggul karena masih memiliki kondisi prima dan saru penther lainnya, ini tidak membuatnya baik-baik saja dan terus mengumpulkan amarahnya.
Selain itu, Elena juga telah berhasil mengambil artefak yang seharusnya menjadi miliknya dan organisasinya. Melihat kemampuan Elena setelah menggunakan benda itu, Fedora kemungkinan menangnya berkurang karena kekuatan Elena yang meningkat. Kegagalannya dalam menjalankan misi ini tidak menghilang--lenyap--begitu saja. Sangat memalukan ketika dia gagal karena seorang gadis kecil.
“Guh! Baiklah, kamu menang kali ini!” Dia berjalan mendekat pada H-D-08, dan melanjutkan, “Tapi ingat, aku akan melaporkanmu ke organisasi!” Telunjuknya menunjuk pada Elena.
Bahkan jika bukan karena amarahnya pada Elena, dia tetap akan melaporkan masalah ini karena bagaimanapun keberadaan mereka telah diketahui. Fedora tentu saja memilih untuk melakukan pembunuhan di tempat, hanya saja dia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan Elena sekarang.
“Lalu, apa kamu pikir aku takut?” Elena menunjukkan senyuman kecilnya. “Tidak peduli seberapa banyaknya kentang goreng kecil seperti kalian mengerumuni diriku, aku tidak akan kalah. Mana mungkin aku takut dengan kalian, ‘kan?”
“Tch, aku tidak peduli denganmu!” Fedora berbalik pada penthernya. “Bawa aku kembali ke markas! Tidak ada lagi yang perlu aku lakukan lagi di tempat ini.”
*Whirl!* *Zlab!*
Pusaran hitam mulai terbentuk, kemudian Fedora dan penthernya masuk ke dalam sebelum itu kembali menutup.
Mata Elena membelalak dengan ia yang berpikir, ‘I-Itu, bukankah itu kemampuan dimensi? Aku tidak menyangka ada makhluk di dunia ini yang memilikinya. Jika aku bergabung dengan mereka, aku seharusnya bisa kembali ke dunia asalku dengan lebih mudah, bukan?’
“Hah….” Menghilangkan pikiran yang memenuhi otaknya, Elena berbalik pada kawan-kawannya, dan mengatakan, “Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan. Wajahnya terlihat tersenyum. “Tapi sebelum itu ….”
#Catatan
Kunjungi juga video tentang side story novel ini yang berjudul "Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Classroom" di link:
__ADS_1
https://youtu.be/8-gdOvZDjSE
Atau channel YouTube "¿Anonim·Black·Spirit?"