
Elena membentuk kuda-kuda dan siap bertarung. Tangan kanannya diarahkan pada lawannya--Fedora--dengan jari-jari yang dirapatkan dan tangan menapak, membentuk seperti pisau dengan sedikit mengarah ke bawah. Di lain itu, tangan kirinya diangkat setinggi pelipis dan menggenggam menjadi sebuah tinjuan.
“Kamu benar-benar nekat dan sangat berbeda dengan trainer lainnya, ya!” Fedora langsung melesat maju pada Elena.
Fedora sama sekali tidak menebak jika Elena akan ahli dalam kemampuan bela diri seperti kebanyakan trainer lainnya. Dalam pikirannya, dia akan bisa mengalahkan Elena dengan mudah hanya dengan beberapa kali benturan menggunakan kesenjangan antara kekuatan fisik mereka berdua.
*Set!*
Ketika tangan kana Fedora menusuk, Elena menggunakan tangan kanannya untuk menghalau serangan tersebut, dan mengubah arah serangan menjadi ke samping kanannya.
“Aya!”
“Ya!”
Aya menggunakan skill 1-nya untuk mempercepat kecepatan gerak Elena. ‘Aku tidak menyangka jika kemampuan ini akan bisa digunakan sebagai tipe dukungan,’ inilah yang dipikirkan Elena ketika dia melakukan uji coba selama seminggu sebelumnya.
Elena yang merupakan petarung di dunianya sebelumnya memiliki pengalaman dalam pertarungan jarak dekat, hanya saja kemampuan bertarungnya yang menurun membuatnya lebih memilih untuk menghindari pertarungan jarak dekat. Namun jika dia mendapatkan dukungan seperti saat ini, tentu saja dia akan memiliki lebih banyak kekuatan fisik dan lebih banyak peluang menang.
*Bam!*
Elena memperkuat lengan kirinya menggunakan Myokinesis dan Osteokinesis ditambah penambahan kecepatan Aya sebelum dia memukul Fedora.
Fedora menerima pukulan tersebut menggunakan tangan kirinya. ‘Berat!’ Dia dapat merasakan beban berat yang menekan tangan kirinya ketika serangan itu tertangkap di tangannya. ‘Ugh! Kupikir, dia hanya akan menjadi gadis kecil berusia 10 tahun seperti kebanyakan lainnya. Tak kusangka ternyata dia juga ahli dalam bela diri. Aku harus lebih serius!’
__ADS_1
*Sehs!*
Elena menebas menggunakan tangan kanannya yang membentuk pisau, menuju ke perut Fedora. Namun sayangnya, Fedora bergerak ke samping tepat pada waktunya sebelum serangan itu sampai padanya.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Aya menciptakan beberapa pasak hitam sebelum itu melesat ke arah Fedora pada akhirnya.
*Wung!*
Pasak-pasak hitam berhenti di udara pada jarak beberapa sentimeter sebelum mengenai tubuh target.
Tampaknya ada sesuatu yang tidak terlihat yang menghalanginya dari mengenai Fedora. Namun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya pasak hitam Aya terpental, namun kali ini pasak hitam tersebut melayang di udara seperti menyangkut pada sesuatu.
*Drap!*
*Trank!* *Trank!* *Trank!*
Pasak hitam Aya lanjut bergerak dan menusuk dalam ke lantai labirin.
Fedora memperhatikan bekas lubang di lantai sampai akhirya mengarahkan senyuman kecil pada Elena dan berkata, “Jadi begitu, ya. Serangan ini memiliki kemampuan untuk menyerap centher energy pada skill lawan. Tapi melihat dari serangan sebelumnya yang terpental, serangan ini hanya aktif pada jarak tertentu. Aku rasa tebakanku ini benar, bukan?”
Elena memperbaiki ancang-ancangnya menjadi posisi sama seperti sebelumnya. “Secara dasarnya, ya. Untuk detail bagaimana menggunakan kemampuan ini, aku tidak akan mengatakannya padamu. Kamu pasti tahu sendiri jika mengatakan informasi mengenai kemampuan bertarungmu kepada musuh merupakan salah satu hal tabu dalam pertarungan.”
__ADS_1
‘Kemampuan dari skill 2 Aya--Black Catcher--ini memiliki sebuah efek centher absorption. Kemampuan dari centher absorption memungkinkan serangan ini mampu menyerap centher energy milik lawan, entah yang ada pada skill maupun tubuh musuh. Namun syarat untuk menggunakan kemampuan ini, adalah jarak serangan Aya kurang dari 1 meter. Itu sebabnya kemampuan ini tidak aktif pada serangan-serangan sebelumnya.’
‘Sangat menyebalkan, ya. Padahal aku memakai skill orb armor yang berasal dari salah satu pentherku. Perisai ini seharusnya mencegah dari serangan fisik maupun magis sampai ke tingkat tertentu. Tapi kalau Penther miliknya memiliki kemampuan untuk menetralkannya dan justru membuat serangannya menjadi lebih kuat, maka lebih baik aku menghilangkan perisai ini saja,’ batin Fedora, kemudian dia memberikan aba-aba pelan pada penthernya untuk meniadakan perisai tersebut.
*Sshh!* *Drap!*
Elena menyelimuti kedua tangannya menggunakan skill 2 Aya, kemudian dia langsung melesat ke arah Fedora.
‘(Sejak, kemampuanku ini bukan menciptakan pasak, melainkan menciptakan sebuah objek yang mampu menyerap centher energy. Aku memilih untuk menggunakan bentuk pasak untuk sebelum-sebelumnya adalah karena bentuk ini dirasa sederhana dan mudah untuk dikendalikan.)’
*Set!* *S!* *Sret!*
Elena memberikan beberapa serangan menggunakan kemampuan bertarung hand-to-hand miliknya. Dia menciptakan berbagai macam gerakan seperti tusukan, cakaran, pukulan, tendangan dan lain-lain untuk menyerang Fedora dalam jangkauan dekat ini.
Akan tetapi di pihak lain, Fedora berhasil menghindari semua serangan Elena menggunakan gerakan yang sangat minimalis. Dia hanya menggerakkan kepalanya ke samping atau mundur beberapa langkah menghindari semua serangan itu. Perhitungan dan prediksinya terhadap serangan Elena membantunya dalam membuat gerakan yang tidak berlebihan.
‘Orang ini…, Bagaimana dia bisa menghindari semua serangan serta peningkatannya? Kemampuan bertarungku memang tidak sekuat itu seperti di saat aku berada di dunia Spirit dan menyerap energi alam sesuka hati. Tapi kemampuan bertarungnya terlalu luar biasa untuk ukuran orang dari dunia yang menggunakan makhluk lainnya dalam pertarungan.’ Elena sedikit menggertakkan giginya melihat serangannya terus-terusan meleset.
Masih lebih baik jika semua serangan itu ditangkis, tapi melihat semua serangan tersebut dihindari dengan mulus membuat Elena sedikit demi sedikit merasa kesal. Setidaknya jika itu ditangkis, akan terasa seperti memukul sesuatu dari pada semua serangan itu dihindari. Padahal antara ditangkis sepenuhnya dihindari adalah sama-sama tidak memberikan kerusakan pada lawannya.
‘Kedua tangannya memiliki kilauan hitam. Dia mungkin menggunakan skill yang sama seperti sebelumnya untuk menghajarku. Apakah dia menggunakan ini karena berpikir aku menggunakan perisai sebelumnya dan berusaha mengusirnya? Atau mungkin skill ini bisa digunakan ke tubuh manusia dan menyerap energinya? Antara keduanya, lebih baik aku menghindar dan mengamatinya lebih dulu,’ dalam benak Fedora.
Leon di sudut ruangan lainnya hanya bisa memperhatikan pertarungan mereka berdua dengan kagum. Dia mungkin pernah melihat pertarungan antar penther dari televisi atau melihat penther kakaknya, namun ini pertama kalinya dia melihat hand-to-hand antar trainer. Secara tidak sadar, mulutnya menganga menunjukkan kekagumannya.
__ADS_1
Mungkin jika dia diberikan kesempatan, maka dia akan mempelajari teknik bela diri di lain hanya melatih Leo dan memberikan aba-aba dari belakang. Tapi tentu saja ini tidak akan mudah dan jalannya untuk bisa menguasai bela diri tidak akan semudah membalik telapak tangan ketika dia berusaha untuk melewatinnya.
Leo kurang tahu apa yang bisa dan sedang kedua manusia ini lakukan, namun dia dapat merasakan melalui intuisinya jika mereka berdua sedang melakukan sesuatu yang hebat. Dalam memperhatikan pertarungan mereka, Leo menggunakan cara dan kemampuan bertarungnya, kemudian membandingkannya dengan cara bertarung Elena dan Fedora.