
Dahulu kala, beberapa ratus tahun yang lalu, makhluk-makhluk berwujud humanoid datang dari dimensi yang tidak diketahui --Either-- datang ke dunia manusia. Kedatangan mereka juga membawa sebuah alat yang mampu memancarkan gelombang unik untuk menciptakan fenomena magis yang disebut Centher. Hal ini membuat para Either memiliki kekuatan yang lebih besar dari manusia. Entah itu pada kekuatan fisik, daya ingat, dan memiliki kemampuan magis, mereka jauh lebih kuat dibandingkan manusia.
Mereka semua datang ke dunia menggunakan sebuah portal raksasa yang terbuka selama beberapa tahun sebelum pada akhirnya portal tersebut menutup dan semua Either yang kebetulan ada di bumi terjebak di sana dan terpaksa hidup membaur dengan manusia. Ini tidak masalah pada awalnya karena kedua belah pihak saling ramah satu sama lain. Untunglah, mereka sempat membawa mesin penghasil Centher Energy untuk mempertahankan kemampuan magis mereka.
Para Either ini memiliki sikap yang baik, sehingga kedatangan mereka disambut baik pada awalnya berkat wujud mereka yang unik dan imut. Tidak ada konflik karena keberadaan mereka dan manusia hidup damai dengan senang bersama mereka. Dapat dikatakan, kejayaan dan emosi sipil atas kebahagiaan memuncak pada masa ini. Selain menjadi teman, bekerja sama dengan mereka juga menguntungkan berkat teknologi unik yang mereka bawa.
Namun lama kelamaan, manusia mulai merasa iri dengan keberadaan Centher yang dapat memberikan Either ini sebuah kemampuan magis. Maka dari ini, mereka --manusia-- mulai mendesak para Either untuk memberikan rahasia dari Centher Energy agar mereka juga dapat memiliki kemampuan magis seperti para Either. Memang sudah menjadi salah satu sifat dari manusia untuk mereka memiliki perasaan iri dan cemburu, namun para Either tidak menduga akan hal ini.
Tentu saja. para Either itu menolak oleh sebab bila alat untuk menciptakan Centher Energy merupakan ciptaan dari nenek moyang mereka dan menganggap itu sebagai alat yang sangat sakral. Dengan sangat tegas, para Either itu menolak dan tutup mulut soal alat milik mereka. Sampai di saat ini, mereka masih menganggap bahwa manusia tetap merupakan sekutu yang ramah dan tidak akan ada yang menimpa mereka.
Tetapi mereka salah…. Para pimpinan manusia dari berbagai negara bersikeras mendapatkan teknologi mereka dan mulai memberikan serangan secara sepihak. Pastinya, ini merupakan penyerangan mereka terhadap bangsa Either, akan tetapi mereka menggunakan dalih “mengklaim kembali wilayah mereka yang telah diambil para Either” untuk menghindari kesan buruk yang mereka miliki.
__ADS_1
Bukan hanya itu, berbagai propaganda mengenai para Either yang akan menyerang umat manusia dan sedang menghimpun kekuatan di dunia itu mulai bermunculan satu per satu. Tentu saja ini dilakukan oleh pemerintah, tetapi rakyat awam yang tidak tahu apa-apa dimakan mentah-mentah oleh hoax ini, membuat hubungan antara manusia dan Either menjadi renggang mulai saat itu.
Oleh sebab itu, kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini perlu pintar-pintar dalam memilih informasi yang ada. Carilah sumbernya sebelum mencernanya, saringlah informasi sebelum mensharing-nya (/\=membagikan), pikirkan baik-baik sebelum mengerjakan informasi yang didapat. Janganlah kamu memakai kepercayaan buta tanpa pikir panjang.
Sampai akhirnya, penyerangan manusia terhadap Either menjadi ganas dan lebih mematikan. Hanya dalam kurun waktu beberapa hari, 80% populasi Either yang ada di dunia berkurang habis dengan hanya menyisakan 20% sisanya yang tersebar di seluruh dunia. Mereka hidup dengan sembunyi-sembunyi dan menderita di antara manusia yang berusaha memburu mereka.
Akhirnya beberapa hari setelah kejadian itu, pimpinan Either di dunia tersebut memberikan arahan untuk semua Either kembali berkumpul di dekat alat penghasil Centher Energy mereka. Para Either itu, lalu mengaktifkan alat penghasil Centher Energy tersebut dalam daya yang gila-gilaan untuk mendapatkan sebuah Centher Energy dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat.
Mereka berhasil melakukannya dan memiliki Centher Energy dalam jumlah besar saat itu sehingga sekarang mereka dapat melakukan tujuan mereka yang memakai banyak Centher Energy. Tujuan mereka adalah melakukan “warp” menuju sebuah planet dekat dari planet tersebut dan akan mulai membangun peradaban di sana, jauh dari manusia yang ingin menyerang mereka.
Centher Energy yang terlanjur menutupi atmosfer planet manusia tidak menghilang bahkan setelah ratusan tahun. Keberadaan mereka terlanjur memutasikan fungi di udara agar dapat menghasilkan Centher Energy sama seperti Centher Production. Hal ini membuat gaya hidup manusia berubah dengan adanya hewan berkemampuan magis dapat membantu pekerjaan mereka.
__ADS_1
Lalu untuk nasib para Either selanjutnya, mereka berhasil sampai di planet yang mereka tuju, menciptakan Centher Production baru, mengedit atmosfer tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk mereka tinggali, dan hidup dengan damai di sana tanpa adanya gangguan dari mereka. Para makhluk humanoid itu mengembangbiakkan diri mereka dalam garis pernikahan silang, sehingga mereka memiliki banyak variasi jenis dalam ras mereka.
Keberadaan manusia masih dapat diingat oleh mereka, namun yang ada dalam pikiran mereka hanyalah manusia yang merupakan makhluk kejam dan akan menyerang mereka lagi bila mereka kembali ke dunia itu. Rasa kepercayaan mereka kepada manusia sudah terlalu banyak memudar sampai menyisakan rasa waspada ketika mereka mendengar tentang keberadaan manusia.
Salah satu dari kerajaan yang telah mereka ciptakan dalam perkembangan peradaban mereka adalah Nethernation. Tidak jauh dari kerajaan lain yang diciptakan penulis novel ini, nethernation memiliki tampilan seperti di abad pertengahan, namun sedikit jauh lebih canggih dengan adanya para Either yang dasarnya merupakan makhluk dari peradaban maju.
Salah satu dari ribuan Either yang ada di sana, adalah Ritsune Kitsuna. Dia merupakan Either humanoid berbentuk rubah, dengan enam ekor berwarna merah, kemudian dia juga memiliki rambut dan warna mata yang sama dengan warna ekornya. Untuk kulitnya, ini berwarna kuning langsat yang tidak terlalu terang, membuat dirinya benar-benar tampak hidup.
Pakaiannya berupa Kimono* berwarna merah marun dengan pola api di lengan dan ujung bawahnya dengan warna kuning keemasan. Obi* miliknya berwarna jingga yang lebih cerah dari kimononya, membuat bagian ini terlihat lebih cerah dari pada kimono yang dikenakannya. Jika diberikan penilaian subjektif, dia merupakan salah satu wanita yang cukup cantik dengan penampilan sekitar 23 tahun.
*kimono adalah baju panjang tradisional jepang, berlengan lebar dengan selempang besar di pinggang, dipakai oleh perempuan. Arti lainnya dari kimono adalah baju panjang berlengan lebar, dipakai untuk tidur, sebelum dan sesudah mandi.
__ADS_1
*Obi adalah sabuk pinggang dari kain yang dipakai sewaktu mengenakan kimono atau keikogi. Obi untuk kimono umumnya dibuat dari kain sutra. Kimono pria dikenakan bersama obi dari kain kaku yang sempit, atau kain lentur yang panjang. Kimono wanita dikenakan bersama obi berhiaskan corak tenun atau bordir.
“Hmm, sepertinya sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang sangat menarik di planet para manusia itu. Apa aku harus datang ke sana dan menyaksikan keseruan itu secara langsung?” Kitsu menaikkan sedikit sudut mulutnya saat dia melihat bola kaca di depannya yang berisikan air biru bergejolak.