Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Bercakap-cakap di dekat pantai


__ADS_3

“Begitu, ya. Jadi itu masalahnya, ya.” Sześć tersenyum dengan di dalam kepalanya berpikir, ‘Bahkan jika dia mengatakan tidak ingin meminta bantuan orang luar untuk membantunya, tapi dia tetap menceritakan masalahnya padaku setelah beberapa bujukan. Sebentar lagi aku bisa mengendalikannya untuk melakukan apa yang aku inginkan.’


“Benar sekali! Bos bilang bisnis ini tidak memiliki harapan lagi selama Jormungand ada di tempat ini. Untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dia menutup tempat itu dan mengusirku!” Gerutunya dengan nada kesal.


“Baiklah. Jadi, em ….” Sześć ingin mengatakan sesuatu, tapi kalimatnya tersangkut karena lupa dialog yang akan diucapkannya.


“Peruru, namaku adalah Peruru!”


“Benar, Peruru.” Sześć sedikit tertawa kering sebelum melanjutkan, “Bagaimana kalau kita memburu Jormungand itu. Jika makhluk ini tidak ada, maka tempatmu bekerja itu akan kembali aktif bukan? Bukan hanya kamu yang akan mendapatkan tempat kerjamu kembali, tapi aku juga akan mendapatkan prestasi karena sudah mengalahkan penther sebesar itu.”


“Mengalahkannya? Hahaha….” Peruru tertawa lepas mendengar itu. “Apa kamu pikir kita berdua yang hanya merupakan manusia seperti ini bisa mengalahkannya? Sekali hempas, maka kita berdua akan mati. Meski naik kapa, itu hanya akan terbalik saat dia lewat dan ombak menghampiri kita. Apa kamu sungguh merupakan manusia sehat?”


Gagasan Sześć memang merupakan sesuatu yang aneh sejak awal. Hanya sedikit atau hampir tidak ada manusia yang cukup waras di dunia ini untuk menghadapi penther sebesar itu seorang diri. Ini hanya akan menjadi pembantaian atas para trainer dengan Jormungand yang melakukannya. Gagasan ini menjadi sesuatu yang sangat gila untuk dilakukan.


Memang, masih ada beberapa trainer tingkat atas yang mungkin untuk mengalahkan Jormungand seorang diri. Namun mereka merupakan top rank dunia dan tidak akan mudah untuk ditemui. Keberadaan mereka akan menjadi sebuah jarum di atas tumpukan besar jerami jika mengambil sebuah pengandaian. Tidak semua orang bisa menemui mereka dalam seumur-umur hidup mereka.


Bahkan jika kota yang didatangi Sześć saat ini merupakan kota terkenal akan objek wisatanya, high rank trainer tidak akan datang ke sini hanya karena beberapa kenampakan tidak wajar seperti Jormungand. Alasannya tentu saja sederhana, karena Asosiasi Trainer masih belum mengambil langkah atau lebih seperti buntu untuk melakukan sesuatu di tempat ini.

__ADS_1


“Apa kamu meragukanku?” Wajah Sześć berubah menjadi serius. Senyumannya menghilang, digantikan kedua matanya yang menatap tajam pada orang ini. “Bukannya aku sombong atau menipumu, tapi aku memiliki penther tingkat tinggi yang cukup kuat untuk mengalahkan makhluk raksasa ini. Aku jamin kita pasti akan baik-baik saja saat mengatasi makhluk ini.”


Peruru terdiam. Dia masih belum tahu mengapa, namun tatapan mata ini membuatnya takut sampai tulang-tulangnya bergetar. Dia telah banyak menemui berbagai tipe orang, mulai dari yang ramah sampai orang yang memiliki perawakan menakutkan di balik meja penerimaan tamu. Namun kali ini, orang di depannya ini mempengaruhi dirinya dan menunjukkan dominasi menekankan rasa takut.


Sześć yang merupakan anggota Red Moon tentu saja bukan masuk ke sana hanya untuk menjadi beban. Dia juga akan melakukan tugas-tugas organisasi sulit dan di luar kemauannya. Ini membuat aura di sekitar dirinya dapat memberikan perasaan mengintimidasi yang mendominasi, seperti seseorang yang tidak segan-segan melakukan pembunuhan ketika keinginannya tidak terpenuhi.


Sebelumnya, dia tidak memakai kemampuan ini karena tempat terlalu ramai dan akan menarik perhatian terlalu banyak ketika seorang lelaki tua--nelayan--terjatuh. Namun posisinya saat ini sedikit berbeda. Di depannya hanya seorang wanita yang sedikit lebih muda darinya dan kebanyakan orang lebih menyibukkan dirinya untuk kegiatan masing-masing. Aura intimidasi ini tidak terlalu menarik perhatian di sekitarnya.


“I-Iya. Aku, aku percaya jika, jika kamu memiliki penther tingkat tinggi….” Peruru tergagap dan kepalanya menunjuk atas rasa takut yang dirasakannya. ‘Ap-Apa-apaan itu tadi? Ini, ini pertama kalinya aku merasakan aura menekan seperti itu. Bahkan saat melayani pengunjung yang merepotkan dan pemarah, mereka tidak pernah memberikan hawa menekan seperti itu.’


Bagaikan sebuah ilusi, semua tekanan intimidasi kuat dari Sześć sama sekali tak bersisa dan tidak lagi dirasakan Peruru. Perubahan dirinya sangat cepat. Dia telah banyak berlatih untuk kapan dan kepada siapa dia akan menggunakan tekanan intimidasi menakutkan ini. Merubah sikap sebelum dicurigai menjadi sesuatu yang dilakukan Sześć.


Meski tidak memberikan dampak secara langsung kepada musuh dalam suatu pertarungan, namun ini tentu saja akan memberikan keuntungan dalam pertarungan. Melawan musuh yang sedang jatuh dalam rasa takut tentunya lebih mudah dari pada harus melawan musuh yang sedang penuh keberanian dan memiliki kekuatan bertarung optimal.


‘Yah, sebenarnya aku sendiri tidak terlalu menginginkan kemampuan ini dan secara tidak sengaja mempelajarinya saat menundukkan spirit yang keras kepala. Aku tidak pernah menyangka jika ini akan bisa digunakan dalam situasi seperti ini. Aku lebih suka bersikap tenang dan tidak menakuti makhluk-makhluk imut di sekitarku.’


“Kemudian, sekarang kita masih harus memikirkan cara untuk sampai ke sana--sarang Jormungand--. Aku bisa saja pergi dengan berjalan di atas air atau membuat air menyingkir dari sekitaran diriku dan berjalan di dalam air. Tapi, aku lebih suka menghemat energiku dan menggunakannya dalam pertarungan, dari pada menggunakannya saat dalam perjalanan,” kata Sześć.

__ADS_1


“Sampan kah?” Peruru mengelus dagunya sebelum melanjutkan, “Jika kamu memerlukan kendaraan--sampan--, aku bisa memberimu satu.”


“Benarkah?”


“Ya,” jawaban riang Peruru sebelum berubah murung, dan mengatakan, “Hanya saja, itu hanya merupakan sampan kecil dan sepertinya tidak akan cocok untuk melakukan perjalanan menggunakannya. Bisa saja, itu akan diterpa ombak dari Jormungand dan terbalik.”


“Tidak apa-apa, itu sudah lebih dari cukup.” Sześć menunjukkan telapak tangan kanannya. “Memperhitungkan ukuran Jormungand, dia memang bisa membalik perahu dengan mudah. Dari pada menggunakan kapal mewah, kemudian itu terbalik di tengah jalan, lebih baik menggunakan sampan kecil sederhana dan menjadikannya sebagai transportasi sekali pakai.”


“Hehe, aku senang saat kamu tidak keberatan~,” ucapnya riang.


“Hmm?” Ada sebuah pertanyaan yang mengganggu dalam benak Sześć. “Jika kamu memiliki sampan, bukankah kamu sudah memenuhi syarat untuk bekerja sebagai nelayan? Kamu hanya perlu membeli jaring, kemudian berlayar di lautan, ‘kan?”


Peruru berubah menjadi datar, memikirkan kembali masa lalunya, ingatannya tentang mengapa dirinya tidak memilih untuk menjadi nelayan. Hal ini membuat Sześć berpikir, ‘Apakah dia memiliki ingatan buruk tentang menjadi nelayan atau bekerja di lautan?’


“Sebenarnya, aku tidak terlalu suka untuk melaut dan menangkap ikan. Mereka--ikan-ikan--terkadang melawan balik saat aku berusaha menangkap mereka, selain itu mereka juga memiliki bau amis dan bekerja di atas kapal sangat berat. Karena itu, aku lebih memilih untuk menjadi resepsionis dan bekerja di belakang meja penerimaan tamu.”


‘Dasar anak muda jaman sekarang. Mereka pilih-pilih pekerjaan dan tidak mau bekerja keras.’ Sześć memiliki senyuman masam memikirkannya.

__ADS_1


__ADS_2