Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Mengarungi Lautan


__ADS_3

Saat ini, Szesc bersama Peruru sedang berlayar meninggalkan daratan. Meski keduanya hanya menggunakan sebuah sampan kecil yang seharusnya untuk menangkap ikan kecil, semangat mereka sama sekali tidak menurun dan tetap membara di bawah teriknya sinar mentari panas setelah meninggalkan pantai.


Kecepatan mereka memang hanya apa adanya. Menggunakan dayung sebagai penggerak, sama sekali tidak ada layar atau mesin bermotor yang mendorong kapal. Dengan ini, kecepatan mereka sungguh sangat menyedihkan untuk seorang pelaut. Szesc sendiri tidak akan terlalu pilih-pilih cara selama staminanya bisa tetap tersimpan sampai bisa mencapai tempat tujuannya–Jormungand–.


“Yahoo! Mari kita berlayar mengarungi lautan yang luas ini!” Szesc berdiri di atas sampan dengan satu tangannya yang menunjuk ke langit.


“Tu-Tunggu, jangan melakukan itu, Szesc! Sampan ini akan terbalik jika salah satu dari kita tidak menjaga keseimbangannya!” Peruru terlihat khawatir dan ketakutan. “Bagaimana jika kita berdua terbalik dan tenggelam di sin? Aku memang bisa berenang, tapi aku tidak terlalu yakin terhadap kemampuan renangku ketika berada di perairan dalam seperti ini!”


‘Tenang saja, tenang saja.” Szesc kembali duduk seperti yang dikatakan Peruru. “Mau kita terbalik atau tidak, aku yakin sampan ini pasti akan terbalik nanti ketika bertemu Jormungand. Apa menurutmu makhluk sebesar itu tidak akan mempengaruhi sampan kecil ini?”


“Gluk….” Peruru menelan ludahnya.


Dia kembali mengingat-ingat tentang ukuran Jormungand yang sangat besar bahkan ketika dia melihatnya dari kejauhan. Dia sedang memikirkan betapa ngerinya jika melihat makhluk sebesar itu dari dekat, juga dia akan terombang-ambing karena terkena imbas saat Jormungand bergerak. Memikirkannya saja sudah membuat Szesc ngeri, namun dia tidak memiliki pilihan selain mengikuti perkataan Szesc.


“Apa sebaiknya kita kembali saja, ya? Ukuran kolosal dari makhluk itu tidak akan bisa dengan mudah ditaklukkan oleh seorang diri, bukan? Untuk keamanan dan kompensasi, bukankah lebih aman membawa lebih banyak orang untuk datang ke tempat ini?” ucap Peruru lirih.


Dia mungkin tidak bisa melawan Szesc, namun dia masih bisa meyakinkannya. Memang keduanya akan mendapatkan untung jika Szesc menang, namun ini juga berlaku pada hal sebaliknya. Dia akan menjadi makanan penther jika Szesc sampai gagal dalam menjalankan tugasnya.


“Tenanglah, tenang. Kita pasti akan baik-baik saja. Aku jamin hal itu.” Szesc memberikan senyuman lembut pada Peruru. “Jika aku kalah, setidaknya aku akan menyuruh penther–spirit–milikku untuk menyelamatkan nyawamu, bahkan jika harus meninggalkan diriku.”


•••••


*Open!*


Di dalam perairan dalam, mata Jormungand kembali terbuka secara perlahan.

__ADS_1


Pupil matanya berbentuk seperti kucing dengan warna emas yang menyala sangat terang di dalam kegelapan lautan. Mulutnya tertutup rapat, namun beberapa giginya mencuat keluar seperti sebuah taring yang sangat tajam. Tubuhnya yang tertutup sisik berwarna biru terlihat mengkilap dan memantulkan cahaya terang matahari yang diterimanya ketika dia keluar dari lautan.


‘Grm…. Seseorang datang! Berani sekali mereka mendekat menuju ke sarangku.’


Dia mengeluarkan suara geraman yang sangat menyeramkan. Meskipun tekanan air laut membuat geraman itu tidak terlalu jelas terdengar, namun terdapat getaran seperti akan meruntuhkan bumi dan batu-batuan yang ada di sekitar tubuhnya. Ikan-ikan dan binatang kecil lainnya berlarian meninggalkan dirinya, takut akan menjadi makanan makhluk ini.


‘Aku berniat akan tidur siang setelah makan beberapa daging ikan. Tidak aku sangka akan ada beberapa orang yang berani mengganggu tidurku. Apa mereka datang hanya untuk menjadi makan siangku? Atau apakah mereka akan memiliki kemampuan untuk melawanku? Aku tidak peduli. Aku hanya akan mengusir mereka atau memakan mereka jika mereka bersikeras.’


Secara perlahan, monster kolosal ini mulai menggerakkan tubuhnya dan mulai keluar dari sarangnya, menuju ke permukaan di mana Szesc dan Peruru berada.


•••••


“Hei, apa menurutmu dia akan mendatangi kita, atau kita yang perlu mendatanginya ke sarangnya di bawah laut?” tanya Szesc.


“Su-Sudahlah…. Aku lebih suka kembali dan membatalkan rencana yang satu ini. Aku masih mencintai nyawaku dan tidak ingin membuangnya untuk kesia-siaan belaka.” Suara Peruru terdengar gemetar ketika dia mengatakannya.


*Rumble!* *Rumble!*


Air laut mulai bergemuruh. Ombak-ombak kecil mulai terbentuk seperti riak. Seekor makhluk yang berukuran sangat besar sedang datang menghampiri mereka saat ini.


*Wave!*


Ombak besar menerjang ke arah mereka.


Tingginya mencapai 3 meter lebih. Sampan kecil mereka pasti akan tenggelam atau terbalik jika ombak itu sampai kepada mereka. Lagi pula, sampan kecil seperti itu memang bukan tempatnya untuk melakukan pertarungan melawan monster besar seperti Jormungand. Ini merupakan kesalahan pemilihan kendaraan untuk bertarung.

__ADS_1


Akan tetapi, Szesc memilih sampan itu hanya untuk mengantarnya ke tempat ini. Sampan itu memang tidak digunakan dalam pertarungan ini dan pasti tidak akan banyak membantu A.K.A tidak berguna.


*Byur!*


Szesc mengarahkan tangannya ke depan–pada ombak–, lalu secara bertahap gelombang ombak itu turun.


Tidak semua garis ombak di hadapan mereka turun. Hanya ombak seukuran lebar sampan mereka yang menghilang dan membukakan celah untuk sampan tersebut tetap bertahan. Tujuan Szesc memang hanya mempertahankan kapal, dia tetap menghemat penggunaan stamina miliknya untuk pertarungan yang akan datang.


‘Asal energi yang aku miliki adalah dari Shoggoth yang memberikannya pada para spirit, kemudian aku meminjam kekuatan dari para spirit itu. Dalam hal energi, aku memiliki banyak cadangan darinya karena asalnya dari either yang telah hidup selama ratusan tahun. Tapi untuk stamina fisikku, ini masih terbatas dan perlu istirahat selama beberapa menit untuk memulihkannya.’


*Zrash!* *Zrash!* *Zrash!*


Gelombang besar kembali muncul dengan suara yang sangat keras.


Kali ini, Jormungand sendiri muncul dengan tubuh besarnya ke atas permukaan air. Kepalanya mengarah pada sampan kecil Szesc dan Peruru. Tatapan matanya tajam dan penuh kebencian disertai amarah. Dia baru saja mulai tidur beberapa saat lalu, namun beberapa penyusup muncul dan mengganggunya. Ini sama sekali tidak lucu bagi sebagian orang.


“Grm…. Manusia! Siapa di antara kalian yang berani mengganggu tidur siangku?” Suara berat dan besar Jormungand mengintimidasi.


“Awawawawawawawawawaw….” Peruru sudah sangat ketakutan dan tidak bisa berdialog lagi.


“Hou…. Kalau dilihat-lihat dari dekat, wujudnya tubuhmu terlihat lebih jelas, ya. Mungkin, sisik birumu itu akan laku dijual dengan harga mahal jika aku bisa melepaskannya satu per satu dari mereka. Bisakah kamu menyerah saja dan menjadi hewan peliharaanku?” Szesc tersenyum menyeramkan, seperti tertantang untuk melakukan pertarungan.


“Apa kamu adalah orang yang berani menantangku? Aku rasa, aku tidak perlu menanyakan ini kepadamu, dan aku yakin jika jawabannya adalah “ya”. Benar begitu, bukan?” Jormungand mendengus.


“Apakah kamu ingin lari dan bersembunyi?”

__ADS_1


“Dalam mimpimu, Manusia!”


__ADS_2