Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Perjalanan Szesc dan Shoggoth


__ADS_3

“Pa-Panas…,” keluh Sześć.


Tubuhnya tampak lemas, jalannya mulai terhuyung-huyung. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada fisiknya, atau dampak panas ini mempengaruhi kemampuan bertarungnya. Akan tetapi sebagai manusia, tubuhnya tetap saja merasakan peningkatan suhu panas yang terjadi di lingkungan sekitar. Bahkan jika saat ini dia melepaskan jubahnya, suhu panas ini memberikan pengaruh yang tidak bisa dianggap bercanda.


Pakaian yang dikenakan Sześć lebih modis dari yang dikenakannya sebelumnya, lagian terlalu panas untuk memakai jubah yang menutupi seluruh tubuhnya. Pakaiannya masih termasuk sederhana meski terbilang modis. Dia hanya mengenakan sebuah jubah berwarna violet dengan lengan panjang, ditambah sebuah topi jerami yang sedikit memblokir cahaya matahari.


“Mau bagaimana lagi, ‘kan? Kota pelabuhan yang satu ini, merupakan sebuah kota yang paling dekat dengan gua lautku.” Suara Shoggoth terdengar pelan dari balik baju Sześć. “Sudah, kamu tahan saja. Ini merupakan sesuatu yang sangat sial bagimu karena datang ke negara ini ketika musim panas datang.”


‘Ehem, singkat cerita, untuk menghindari bertemu dengan Elena, aku pergi ke daratan lain yang seharusnya jauh dari tempatnya berada. Saat ini, mungkin negara tempat dia berada sedang di musim hujan, tapi di sini justru musim panas sedang berlangsung. Juga, lebih sialnya lagi, ini merupakan negara empat musim, di mana musim panas lebih panas dari yang ada di negara tropis.’


‘Huh, ini memang benar-benar merupakan kesalahan untuk datang ke negara ini. Sebagai seseorang yang telah berpengalaman melakukan perjalanan, ini salah satu hal yang cukup ceroboh untuk aku lakukan. Harusnya, aku memiliki perencanaan liburan yang lebih baik dari pada ini. Aku ingin berpindah ke tempat lain jika saja bukan karena sesuatu yang ada di tempat ini!’


‘Benar, yang aku cari di tempat ini adalah arena turnamen harian. Tentu saja, di kota-kota besar lainnya arena seperti ini juga ada, tapi tempat ini memiliki sesuatu yang sedikit berbeda dari kota lainnya.’

__ADS_1


‘Untuk menarik lebih banyak penonton, turnamen di sini bukan hanya tentang saling serang satu sama lain dan mengambil pemenang berdasarkan siapa yang bertahan, melainkan di tempat ini juga diadakan beberapa perlombaan unik, mulai dari balapan kapal, pengumpulan mutiara dari penther kerang, dan masih banyak lagi. Perlombaan unik dalam turnamen ini hanya dilakukan saat musim panas dan saat turis sedang tinggi-tingginya.’


‘Terdengar sangat merepotkan dan tidak sederhana sama sekali. Namun salah satu hal yang bagus dari ini, hadiah uangnya sangat besar, sampai aku yakin ini akan menguntungkan organisasi--Red Moon--saat aku menukarnya menjadi emas dan membawanya ke dunia sana. Yah, hitung-hitung sebagai kerja lembur meski ini malah merugikanku.’


Melewati jalanan yang tertutup paving block, pandangan Sześć tertuju pada kanan-kiri jalananan, mengabaikan orang-orang berlalu lalang di sekitarnya. Warung makan dan toko-toko terbuka dengan pengunjung yang lumayan sepi pada masing-masing dari mereka. Juga, banyak toko oleh-oleh dan cinderamata yang menjual barang-barang unik dan asli tempat ini.


Meski tempat ini ramai akan turis, namun setiap warung makan atau kafe tidak terlalu ramai. Mengapa? Itu karena kebanyakan penduduk membuka usaha tersebut, sehingga jumlah turis tersebar merata. Memang menjadi sesuatu yang ceroboh dan membuat terlalu banyak saingan antara satu warung makan dengan warung makan lainnya. Namun karena jumlah turis terlalu banyak, ini membuat masing-masing dari mereka memiliki pengunjung yang tidak terlalu banyak atau sedikit.


Langit biru tampak sangat cerah dengan awan putih tipis yang mencoretnya. Di penghujung pemandangan pantai, warna biru langit terlihat berbaur dengan birunya warna lautan. Aslinya, lautan berwarna biru karena dia memantulkan cahaya dari atmosfer, sedangkan langit berwarna biru karena cahaya dihamburkan oleh partikel-partikel atmosfer.


“Aku sudah lama tidak berkunjung di wilayah manusia setelah memutuskan tertidur di gua laut. Bisa kamu ceritakan apa yang kamu cari di tempat ini?” pertanyaan Shoggoth melalui bisikan.


Sześć mengabaikan pertanyaan. Pandangannya tetap tertuju pada jalanan ramai yang dilaluinya. ‘Orang ini akan terus bertanya satu per satu jika aku menjelaskannya sekarang. Dari pada itu, akan lebih mudah jika aku langsung menunjukkan apa dan ke mana aku akan pergi. Semoga ini bisa membungkam pertanyaannya.’

__ADS_1


Beberapa waktu telah berjalan. Sześć sampai pada sebuah tempat pada akhirnya. Namun karena tempat ini tidak sesuai ekspektasinya, dia mengerutkan dahinya dan mengangkat alisnya, dan dalam hati dia bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan tempat ini? Bukankah seharusnya ada banyak orang yang datang ke sini untuk mendaftar mengikuti perlombaan? Semoga saja ini karena kebanyakan orang tidak suka mendapatkan uang dari perlombaan.’


Tempat di sana memiliki suasana sepi, sangat berbeda dengan rasa atmosfer ketika banyak orang berlalu-lalang di jalanan. Sepi, sangat sunyi. Bangunan berbentuk melingkar dan terbuat dari batu bata merah itu terlihat sangat luas tanpa adanya orang di sana. Ornamen megah terlihat jelas tanpa adanya orang yang menghalangi pandangan darinya. Area lobi lah yang diperhatikan Sześć dan itu merupakan tujuannya.


‘Lebih baik aku langsung masuk dan bertanya pada resepsionis dari hanya berada di tempat ini.’ Dengan pikiran seperti itu, Sześć mulai masuk ke dalam bangunan.


Sejujurnya dia sendiri tidak terlalu yakin apakah ada orang yang menjadi atau menjaga meja resepsionis. Namun melihat tempat ini yang masih bersih, bahkan jika tidak ada yang menjaga meja, setidaknya ada tukang bersih-bersih atau sesuatu selain itu yang masih bisa diajak bicara.


‘Hei, aku bertanya padamu. Apa yang kamu lakukan di tempat ini!’ Kali ini cara bertanya Shoggoth menjadi sedikit lebih keras.


Sebagian tubuhnya, itu terlihat seperti sebuah tentakel hitam yang menjalar di atas permukaan kulit Sześć bergerak mendekati telinga. Itu membentuk sesuatu seperti mulut dan bisa digunakan untuk berbicara. Untuk sebagian atau beberapa orang, hal ini akan dianggap menjijikkan atau menyeramkan ketika ada sesuatu benda kenyal menyentuh kulit mereka. Tetapi untuk Sześć, dia sudah cukup terbiasa dengan tekstur tubuh yang dimiliki Shoggoth.


Belum lagi, sebuah realita jika seluruh tubuh Shoggoth menempel pada badan Sześć. Tentu saja, ini berada di bagian yang tertutup pakaian atau orang-orang akan memandang ini dengan keheranan atas apa yang terjadi pada orang ini--Sześć--, sebab memiliki sebuah warna hitam yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Selain berada di balik bajunya, cara penyamaran yang sesuai adalah dengan menyamar menjadi pakaian bagi Sześć.


“Sudahlah, kamu diam saja. Tempat ini memiliki penampilan yang sedikit berbeda dari pertama kali aku datang ke mari. Mungkin, beberapa kejadian mengubahnya secara drastis.’


__ADS_2