My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Sebatu Itu?.


__ADS_3

Tidak mudah memang buat meluluhkan hati yang sudah keras mengingat semua usaha dan rencana yang sudah disusun rapi berantakan dalam sekejap.


Dan orang mana yang tidak sakit hati saat semua yang sudah tersusun rapi di hancurkan maka juga berlaku bagi mama Vani yang sangat marah sama anaknya.


Anak satu satunya yang selalu dia banggakan dan di andalkan kini tidak tau diri begitu fikir mama Vani.


"Kamu akan menyesal Vani setelah membuat mama marah," Geram mama yang entah sudah keberapa kali dia lontarkan.


Semarah itu sama anaknya? apa dia tidak bisa melihat sekarang kebahagian anaknya itu? apa dia sudah menutup mata akan hal itu?.


Apa kebahagian anaknya sudah tidak penting lagi? apa baginya harta sumber kebahagian.


Entah lah cuma dia yang tau definisi bahagia itu seperti apa.


Sedang sendiri saja masih terus menggerutu tak jelas, sebagai suami yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat tingkah istri tercintanya bertingkah lucu di mata nya.


Bagaimana tidak apa dia lupa kekayaan dia juga tidak akan habis walau kenyataan keluarga Arta di atas mereka tetap saja kekayaan dia juga tak kalah.


Dasar istri matre tapi dia tetap cinta, bukannya cinta saling menutupi kekurangan pasangan masing masing.


Bukan buta karna cinta hanya saja cuma dia yang tau sifat istri nya itu.


"Mama ngak capek ngoceh mulu? papa aja capek yang cuma dengar doang," Tidak masalah istri nya ngomel tapi tidak sakit itu tenggorokan atau mulut itu capek.


Pedengar juga capek yang cuma dengar gimana sama yang bicara.


"Mama masih kesal tau ngak pa, masa dia milih laki laki biasa itu," Bergelayut pada lengan suami yang mana tidak merasa keberatan dan malah menikmati.


"Iya papa tau, kan mama tau juga orang yang mama maksud ngak ada di sini jadi percuma ngoceh juga.


Lagian dia bukan orang biasa seperti yang mama bilang walau usaha dia tidak sebanding sama Arta tapi anak kita bahagia sama dia," Pernah suatu hari melihat anak jalan sama orang yang di maksud dengan bahagia jelas terlihat di wajah cantik itu.


Jadi mau gimana lagi, kalau dia udah bahagia sama pilihan sendiri maka sebagai orang tua hanya bisa merestui.


"Itu aja ngak cukup pa, kalau kekurangan apa nanti bisa bahagia coba, papa kira kita bisa hidup hanya makan cinta, ngak pa semua butuh harta di dunia ini," Oceh mama yang tidak mengerti maksud tujuan papa, dia hanya ingin anaknya kembali dan melanjutkan rencana yang sudah tersusun rapi.


Harta, hah satu kata itu bisa merubah siapa saja dari baik menjadi lupa diri begitu sebaliknya hanya tinggal bagaimana orang tersebut menanggapi.


Benar kita hidup tidak hanya butuh cinta tapi juga butuh harta, hanya saja mereka tidak bisa di pisahkan gitu saja.

__ADS_1


Hidup dengan cinta saja tidak akan cukup memenuhi kebutuhan tapi cuma harta saja tapi tidak merasa di cintai juga percuma.


Begitu rumit kadang hidup ini dan jika terus di fikirkan maka otak ini akan angkat tangan tidak sanggup berfikir lagi.


"Ngak selamanya harta membawa kebahagian ma, buat apa harta banyak kalau kita ngak di cintai maka kita akan makin terluka," Sesabar ini papa menghadapi istri nya yang kadang masih berfikir dangkal.


Tujuan nya mama Vani baik sebenarnya hanya saja cara dia salah, dia hanya ingin anaknya bahagia tapi menutup mata dari mana sumber kebahagian itu berasal.


"Kalau mama terus begini maka papa pergi aja, papa capek ma pulang kerja harus menghadapi tingkah mama seperti anak kecil ini.


Anak kita udah besar dan biarkan dia menentukan pilihan sendiri serta bahagia sama siapa," Papa masuk kamar, dia hanya mengancam saja belum tentu dia akan pergi dari sana dan meninggalkan istri begitu dia cinta.


Dia hanya ingin istri nya sadar bahwa tidak semua keinginan harus terpenuhi serta di turuti.


"Kok papa malah bilang gitu, papa ngak sayang lagi sama mama? apa mama udah ngak cantik? apa mama udah ngak menarik lagi? papa tega papa jahat mama benci papa," Menyusul masuk dalam kamar juga, takut apa yang dia dengar beneran terjadi.


Sampai kamar dia tidak menemukan suami nya dan seketika panik.


Setahunya masuk kamar namun sekarang tidak dia temukan.


"Papa dimana? papa jangan becanda ngak lucu tau," Menggeledah satu kamar itu namun yang di cari tidak di temukan.


Perasaan dia mulai kalut, sekarang mulai berfikir apa tindakan dia selama ini salah, apa dia sudah sangat keterlaluan.


Tau demi kebaikan hanya saja cara salah dan poin penting dia bukan anak kecil lagi.


Duduk di ranjang dengan wajah lesu yang ketara sekali.


Memikirkan dimana lelaki yang sudah puluhan tahun bersamanya.


Tidak mungkin berakhir semudah ini kan, tidak mungkin kan.


Tidak, ini tidak boleh terjadi, apa pun yang terjadi dia harus mempertahankan dan tidak akan melepaskan kapan pun.


"Papa kemana? kok langsung ngilang kan tadi masuk kamar.


Apa papa punya ilmu yang bisa ngilang ya, kok serem gini kalau di fikirkan sih.


Pa papa dimana?" Air mata hampir menetes memikirkan suami nya yang tidak kelihatan.

__ADS_1


Apa benar dia akan di tinggal sendiri, tapi kalau pergi lewat mana coba kan tadi masuk sini.


Cckkkleekk..


Pintu kamar terbuka dan menampakkan sosok yang di cari masuk kamar membawa nampan berisi makanan.


Mama tersenyum lega dan mendekat lalu memeluk erat.


"Mama kira papa beneran pergi tadi, mama udah cemas maafin mama pa," Terisak dalam pelukan suami nya yang bergeming di tempat berdiri sambil menyerngitkan kening.


Apa ucapan dia tadi di anggap serius dan dia percaya gitu saja.


Apa dia lupa sebesar apa rasa cinta yang dia miliki.


Dasar di gertak dikit aja takut.


Sejatinya sekeras apa pun perempuan tetap tidak selamanya seperti itu dia hanya kadang lupa berfikir jernih.


Merasa suaminya tidak membalas pelukan itu lalu dia mendongak menatap sosok yang di peluk.


"Papa marah beneran sama mama? kenapa ngak di balas?" Makin sedih dan merasa bersalah.


Segitu marah, segitu benci atau tidak sayang lagi.


Banyak pertanyaan yang bermunculan secara bersamaan.


"Pa," Air mata itu siap tumpah lagi.


Apa dia akan siap kehilangan suami yang selama ini selalu sabar menghadapi dia.


"Kalau papa balas pelukan mama nanti nampan ya jatuh.


Tadi papa hanya ke dapur ngambil makan buat mama," Jelas papa tersenyum membuat senyuman itu juga tertular sama mama.


"Mama ngak lapar pa," Dia hanya butuh suaminya bukan makanan atau yang lain.


"Makan ma ngoceh juga butuh tenaga, kalau mama pingsan lagi ngoceh siapa yang mau gendong? papa ngak sanggup lagi takut encok," Menuntun istri nya berjalan ke meja balkon di kamar itu.


Menyuapi perempuan yang tidak lagi muda itu namun tetap masih cantik karna rajin melakukan perawatan yang akan membuat orang biasa bisa pingsan termasuk author sendiri šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜­šŸ˜­.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2