
Malam belum berganti namun pasangan baru itu baru selesai pada tugas penting.
Ya tugas penting bagi keduanya, apa lagi tidak lain tidak bukan yaitu cucu pesanan kedua orang tua mereka.
Mesan cucu seperti nitip beli cemilan di swalayan.
Bukannya tujuan salah satu pernikahan adalah mendapatkan kerurunan dari pasangan halal kita.
"Capek hm?" Membelai wajah cantik istri nya yang lagi tiduran sambil memeluk tubuh kekar Zefan yang polos sama hal seperti Iva.
"Sedikit mas," Menyusupkan wajah ke dada bidang Zefan sambil memejamkan mata karena lelah.
"Tidur lah ini juga udah malam," Mengusap kepala Iva supaya cepat tidur.
Seperti kebanyakan orang tua lakukan saat mau menidurkan anak mereka.
"Iya mas, kira kira si mbak udah pulang belum ya?" Ingat Rara yang pulang belakangan dari mereka.
"Udah mungkin, ini juga udah tengah malam.
Nggak mungkin Satyia mengantar si mbak sampai larut," Ternyata Satyia sudah di cap baik sama satu rumah itu.
Ya lupakan status dia sebagai dosen maka sifat Satyia baik selama ini bersama Rara dan itu terbukti.
"Iya juga mas, bukannya lelaki sejati itu yang mampu melindungi wanitanya bukan merusak,"
"Seperti mas kan? sekarang tidur ya atau mau lanjut lagi?" Menaikkan sebelah alis menggoda Iva.
"Capek mas," memejamkan mata dari pada di ajak begadang.
Zefan tersenyum melihat tingkah Iva yang masih suka malu malu walau sudah tau luar dalam pasangan masing masing.
Pasangan kita akan selalu manja dan ingin di manja sama prianya walau di luar sana dia bisa dewasa dan tegas namun di depan prianya dia tidak lebih dari seorang perempuan manja dan butuh perhatian serta kasih sayang.
Dan prianya dengan senang hati memperlakukan bak ratu selama dia senang dan tidak sedih.
Kilas balik ke cerita mereka ke belakang seperti perjalanan mereka bisa di bilang cukup menguras tenaga sebab terhalang restu orang tua Zefan, di hadir kan orang ketiga buat merusak serta hinaan yang tak kunjung habis hingga menjelang pernikahan masih ada yang mau mengacau meski usahanya tidak berhasil.
Malam berganti pagi, sinar mentari sudah bersinar terang cuaca sangat bagus pagi ini.
__ADS_1
Kicauan burung saling bersahutan seolah mengatakan kalau dia senang di pagi yang cerah ini.
Tidak ada tanda tanda mau hujan atau mendung sama sekali.
"Pagi mbak, tumben jam segini udah rapi," Iva dan Zefan baru turun gandengan tangan.
"Iya kak, Rara mau izin pulang kampung ya kak," Izin Iva mau pulang kampung.
"Hati hati di jalan ya, kabari kalau udah sampai," Memberi Rara izin, lagian tidak di izinkan mau alasan apa Iva melarang.
"Sama pak dosen kesayangan kan mbak?" Tambah Iva sedangkan Zefan hanya menyimak saja.
Kenapa Zefan tidak terusik sama kehadiran Rara di sana sedangkan Zio sekarang sudah jarang di rumah dengan kata lain sudah tidak butuh pengasuh lagi.
Zio sekarang sudah punya banyan pengasuh mulai dari kedua orang tuanya, opa oma, panda manda dan kini di tambah kedua orang tua Lisa yang bakal ambil bagian menjaga Zio jadi tidak butuh pengasuh lagi.
Tapi Iva tidak sejahat itu memberhentikan Rara dari sana dan juga Rara punya satu alasan membiarkan Rara tetap di sana.
"Iya kak, lagian mana di izinkan Rara pergi sendiri padahal sebelum nya Rara udah biasa pergi jauh sendiri,"
"Itu namanya dia mau memastikan mbak baik baik aja sampai kampung, idaman bukan?" Semua orang pasti senang punya pasangan yang perhatian serta memastikan pasangan mereka baik baik aja kemana pun dia pergi.
"Sekalian minta restu kak, doain ya lancar," Pinta Rara supaya niat baik mereka berjalan lancar.
Mereka makan bersama eh bukan hanya bertiga saja.
Rumah terasa sepi sekarang tidak ada Lisa yang bisa jadi bahan kedekan serta Zio yang bersikap polos tapi buat orang tertawa.
Selesai sarapan Iva ikut Zefan ke perusahaan Zefan.
Ya seperti yang kita tau Iva jarang ke kantor sendiri lebih memilih kerja dimana aja ketimbang di kantor dan akan hadir saat penting saja.
Hanya dia bos yang ke kantor bisa di hitung jari dalam satu bulan.
Bos bebas kan ya melakukan apa saja terhadap perusahaan sendiri.
Siapa yang mau menegur atau ngasih surat peringatan kalau ada berani berarti mereka sudah bosan kerja di sana.
Beberapa saat Iva pergi mobil Satyia datang lalu berhenti dan turun dengan pakaian yang berbeda dari biasa.
__ADS_1
Ini dia memakai pakaian santai dan meninggalkan kesan cool serta menambah kadar ketampanan.
"Lama nunggu yang?" Menghampiri Rara yang masih berdiri di teras seperti seorang istri menunggu suami datang.
"Nggak juga kak, ini barusan ngantar kak Iva pergi.
Mau minum dulu atau langsung berangkat kak?" Tanya Rara pada Satyia.
"Langsung aja ya biar santai di jalan," Usul Satyia yang di angguki oleh Rara.
"Bentar ya kak, Rara ambil tas dulu," Tidak lama Rara datang membawa ransel sedang tempat baju sebab di rumah orang tua Rara masih ada baju yang bisa di pakai.
Dengan sigap Satyia mengambil ransel itu lalu menaruh ke dalam bagasi.
Rara pamitan sama bibi di sana dan juga pak satpam tidak lupa ucapan semangat buat Rara semoga berhasil.
Seperti mau pergi bertempur saja.
Di kantor Zefan mereka baru sampai dan di sambut sama asisten Zefan yang setia menunggu sang bos datang.
Mereka menaiki lift menuju ruangan Zefan.
"Zizi duduk dulu ya di sini, mas mau kerja dulu," Menuntut Iva duduk di kursi kebesarannya dan Zefan duduk di kursi yang di tarik lalu duduk di sebelah Iva.
Kenapa tidak menyuruh Iva duduk di sofa? ya biasa aroma pengantin baru masih melekat jadi bawaan mau nempel terus.
"Banyak banget ya mas kerjaan nya, mau Iva bantu?" Menawarkan tenaga supaya kerjaan Zefan cepat selesai.
"Nggak usah Zi, cukup temani mas aja udah cukup," Mengecup pipi Iva sekilas lalu kerja lagi.
Ini yang Zefan maksud kalau dekat dekat gini duduk mau kecup tidak perlu jalan dulu ke sofa buat menjemput hemat waktu.Ck alasan macam apa itu.
Biarlah apa yang akan mereka lakukan dalam ruangan itu, yang jelas udah halal dan tidak ada larangan sama sekali.
Selama hanya ada mereka saja terserah mau melakukan apa, tapi kalau ada orang lain atau terutama kaum jomblo jangan kasian mereka hanya bisa gigit jari.
Hingga kecupan tadi menjadi ciuman panas sebab Iva membalas ciuman Zefan di bibirnya.
Ya itu lah kenapa tidak boleh ada orang lain di sana antara mereka.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Bersambung,,,