My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Honeymoon Selesai.


__ADS_3

Pasangan pengantin baru itu puas menelusuri Negara Paris selama satu minggu dengan berbagai kegiatan mulai berburu kuliner kuliner, fashion, belanja oleh oleh, tempat wisata dan masih banyak lagi.


Iva tiap pagi selalu bangun duluan dari Zefan dan langsung siap siap dari pada di kerjai satu harian dalam kamar maka dia akan terbangun pagi.


"Beneran mau pulang, kalau Zizi mau lebih lama di sini mas bisa atur," Iva lagi membereskan semua barang bawaan ke dalam koper yang bisa di bilang cukup banyak.


"Iya mas, mas juga udah lama libur kerja pasti kerjaan numpukkan kasian asisten mas handel semua," Sebagai pimpinan, Zefan pasti di butuh kan perusahaan meski ada ganti sementara juga bang Endra yang ikut gantiin tapi tetap perusahaan butuh pimpinan.


"Kayak kamu ngak bos aja, tapi masih bisa santai," Cibir Zefan.


Ya Zefan sudah tau Iva pimpinan misterius selama ini yang banyak orang ingin tau.


Walau Zefan tau pimpinan lama tapi tidak sampai kefikiran kalau Iva yang akan gantikan sebab Iva mempunyai bang Jidan.


"Iva mah beda mas, mas kan tau selama ini siapa yang menyangka Iva seorang bos dan selamanya akan seperti itu," Ya Iva tidak seperti bos kebanyakan yang akan menghabiskan waktu di kantor serta meeting sana sini.


Iva mah beda bos berasa pengangguran kerjaan nya cuma menikmati hidup dan hanya sesekali datang ke kantor kalau ada hal mendesak atau perjalanan bisnis akan Iva ambil tanpa meminta perwakilan.


Iva memang jarang ke kantor tapi kalau urusan yang jauh maka dia akan handel.


"Pantesan dulu mas datang ke kantor papa yang meeting cuma wakil saja dan saat kita bertemu kamu di ruangan meeting lagi bawa sapu, mas kira kamu OG," Kekeh Zefan yang ingat, jahat memang tapi kan dia tidak tau.


Siapa yang nyangka coba.


"Mas kok jahat banget ya, bertemu bawa sapu di kira OG, bertemu di restauran di kira jadi pelayan dan parah nya bertemu di rumah di kira pembantu.


Nggak ada yang lebih cocok apa kerjaan buat Iva," Cemberut iva, untung sayang dan udah jadi suami kalau tidak udah Iva usir kali ya.


Jahat sekali, mana ada OG, pelayan dan pembantu secantik serta semulus Iva.


Lagian buat apa melakukan pekerjaan itu tanpa itu Iva sudah bisa hidup enak.


Punya suami gini amat fikirannya prasaan amat nggak gini juga.


"Ya siapa yang nyangka coba, mana ada bos di perusahaan sendiri megang sapu sama serokan sampah pasti semua orang juga mikir sama seperti mas.

__ADS_1


Tapi kalau mas fikir lagi mana ada pembantu punya mobil bagus, anak Sekolah di Sekolah elit dengan biaya yang nggak sedikit," Ya siapa juga yang nyangka coba.


Dengan gaji segitu bisa beli mobil serta bayar uang Sekolah yang tidak sedikit.


Pasti cuma orang bodoh yang mudah percaya gitu saja.


"Makanya jangan menyimpulkan sesuatu sama apa yang udah kita liat, ingat mas apa yang kita liat belum tentu itu kenyataannya," Iva sudah selesai mengemas semua barang bawaan menjadi beberapa koper beda saat berangkat hanya satu koper sudah dengan baju Zefan.


Sekarang pulang sudah seperti orang kena usir bawa banyak barang bawaan.


"Kita mau tinggal dimana mas?" Mereka belum menentukan akan tinggal di mana setelah menikah, maka sebelum pulang alangkah baik nya membicarakan ini dulu agar tidak bingung saat di jalan pulang.


"Di rumah Zizi aja gimana, bukan nggak punya rumah juga hanya aja mas tau arti rumah itu bagi Zizi maka lebih baik kita tinggal di sana dan juga ada teman kalau mas pergi ke kantor," Iva sudah lama tinggal disana sejak mulai kuliah hingga sekarang.


Iva hanya ingin mandiri saja juga ingin hidup bebas, bebas bukan dalam tanda kutip ya.


Maksud bebas di sini ingin terbiasa hidup tanpa pengawasan tapi tau batasan serta ingin menata hidup buat ke depan.


"Ya udah Iva ikut aja," Zefan mengambil koper itu lalu menyeret ke pintu dan di sana sudah ada orang yang menunggu buat membawa koper koper itu menuju bandara.


"Mau langsung bandara atau mampir dulu?" Kini mereka sudah berada di mobil menuju bandara.


"Langsung aja mas, Iva juga udah kangen Zio.


Gimana ya reaksi Zio liat Iva pulang.


Biasa kalau Iva pergi Zio akan ngambek saat liat Iva dan harus di bujuk," Iva sudah membayangkan wajah manyun Zio serta ambekan yang sangat menggemaskan rasa ingin cubit.


Walau Zio sudah dekat sama bang Endra dan juga Lisa, namun yang nama anak kecil pasti merasa kalau Iva mom nya.


"Mas jadi penasaran wajah menggemaskan Zio, udah lama nggak liat," Nah kan ikutan juga, kalau soal Zio pasti akan ikut menghayal.


Iva menyandarkan kepala di bahu Zefan.


Zefan mengelus kepala Iva dengan sayang.

__ADS_1


Masih tidak menyangka kalau gadis yang dia perjuangkan dulu kini sudah resmi menjadi istri seutuhnya.


Gadis yang sama sekali di tolak mentah mentah sama sang mama sebab mengira Iva seorang janda tidak cocok sama dia yang seorang CEO tapi kini apa derajat keluarga Iva di atas mereka, siapa yang akan menyangka coba membayangkan saja tidak pernah.


"Istirahat ya, kalau udah sampai mas bangunin," Sudah sampai bandara dan masuk jet.


Menyuruh Iva istirahat sebab perjalanan masih jauh.


"Iva belum ngantuk mas, nanti ya," Tolak iva lalu duduk di kursi.


"Gimana kalau mas bikin lelah biar bisa istirahat," Bisik Zefan tidak lupa menjilat sedikit telinga Iva hingga darah Iva berdesir hebat.


Meski bukan pertama lagi tetap saja merasa merinding.


"Semalam kan udah mas," Sanggah Iva mencoba melepaskan tangan Zefan yang mulai merambat ke dalam baju.


"Iya semalam tapi disini belum pernah, mau di coba," Tangan Zefan sudah berada di tempat yang favoritnya.


Iva berusaha menyingkirkan tangan Zefan yang mulai meremas pelan buah dada di balik pengamannya.


"Mas jangan di sini," Cegah Iva tidak mau jadi tontonan beberapa orang yang berdiri tidak jauh dari sana.


"Ya udah di kamar aja," Membopong Iva menuju kamar yang ada di sana.


Tanpa bisa menolak Iva hanya bisa menurut dan menikmati permainan Zefan.


Hingga perjalanan pulang mereka habiskan buat mewujudkan titipan para orang tua yang mau cucu dalam waktu dekat.


Hingga Iva benar benar di buat lelah dan ketiduran seperti ucapan Zefan tadi.


Pengantin baru harap di maklumi masih anget jadi pengen terus.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2