
Pulang dari menemui Zefan, Vani langsung mencari mamanya buat mengadukan apa yang sudah Zefan bilang sama dia tadi dan tentunya di bumbui sedikit kebohongan buat melancatkan rencana supaya bisa cepat jadi nyonya Zefan.
"Mama," Rengek Vani saat melihat mamanya lagi bersantai di teras belakang sambil menikmati siang yang cerah.
"Ada apa sayang? kenapa pulang bertemu calon suami mukanya di tekuk gitu kan jadi hilang cantiknya," Vani duduk di samping mamanya dengan memasang wajah masam.
"Zefan ngeselin ma, masa dia ngak mau tunangan sama Vani.
Aku kurang apa coba, cantik gini anak gadis mama masa di tolak sih.
Di luar sana aja banyak yang ngantri buat dekat sama aku," Mengeluarkan jurus andalan memasang wajah sedih karena merasa Zefan tidak pantas menolak dia yang sangat cantik.
(itukan menurut kamu Vani, kalau menu Zefan sudah jelas kalau yang tercantik itu sudah pasti mozinya Zio.)
"Nanti mama bilang sama tante buat mempercepat pertunanganan kalian berdua ya, mama jamin Zefan ngak akan berani nolak kalau sudah mamanya yang bicara," Mama sama anak sama saja, lupa diri kalau segala hal itu tidak bisa di paksakan apa lagi mengenai perasaan yang timbul dengan sendiri.
"Iya ma, aku sudah ngak sabar buat tunangan sama Zefan, aku udah bilang sama teman teman aku kalau aku bakalan tunangan sama ceo perusahaan Arta company kalau ngak jadi aku bisa malu ma," Alibi saja, kepedean jangan terlalu tinggi.
Jangan mengatakan segala sesuatu yang belum jelas, kalau iya jadi kenyataan kalau tidak jadi gimana bisa malu.
"Mama pastikan kalian akan segera bertunangan, tunggu kabar dari mama ya.
Yang perlu anak mama lakukan adalah mempercantik diri supaya Zefan terpesona sama kamu sayang,"
"Jadi maksud mama aku ngak cantik gitu," Gerutu kesal Vani sama ucapan mamanya.
"Kamu cantik sayang, maksud mama kamu melakukan perawatan biar kelihatan segar nanti pas acara," Sifat anaknya saja kadang masih seperti anak kecil yang suka ngambek atau mungkin karena anak tunggal makanya masih suka manja sama orang tuanya.
__ADS_1
"Tadi aku sudah bilang sama Zefan kalau kita akan bertunangan satu bulan lagi,"
"Iya ma, itu pasti besok aku akan ke salon buat perawatan.
Aku yakin nanti pas acara pandangan Zefan ngak akan lepas dari aku, bye ma aku istirahat dulu," Masuk ke dalam kamar meninggalkan sang mama sendiri.
"Kamu tenang saja aja sayang, mama pastikan kamu bakalan nikah sama Zefan dan derajat keluarga kita akan jauh di pandang orang nanti karena mempunyai menantu dari keluarga terpandang maka mama akan bisa bebas pamer sama teman teman sosialita mama," Ternyata sama saja kelakuan mereka berdua tidak jauh berbeda.
Yang ada di kepala cantiknya hanya harta, tahta dan sosialita, suatu hubungan tidak akan berjalan baik tanpa di dasari saling suka dan menyayangi.
Jangan jadikan harta sebagai patokan dalam kita mencari pendamping hidup tapi utamakan rasa suka, saling sayang, saling nyaman dan saling terbuka.
Harta bukan jaminan kita akan bahagia bersama pasangan kelak, bisa saja harta yang kita punya malah membuat kita menderita karena rasa yang tidak ada di antara kita.
\=\=
Keesokan harinya kedua perempuan paruh baya itu membuat janji temu.
"Jadi gimana jeng? hubungan anak kita kapan kita resmikan?" Tanya mama Vani.
Kini mereka lagi berada di sebuah caffe yang berada di dalam mall.
"Aku sudah membujuk Zefan, jeng tenang aja dia pasti mau dan ngak akan menolak," Segitu percaya sama keputusannya yang akan di terima Zefan dengan lapang dada.
"Aku sudah ngak sabar punya menantu, pasti mereka cocok banget ya jeng?" Sudah tidak sabar punya menantu atau sudah tidak sabar jadi orang terpandang alias pansos atau panjat sosial saja dengan menikahkan anaknya.
" Iya aku juga sudah ngak sabar punya menantu seperti Vani, menantu idaman banget udah cantik, berpendidikan, sopan dan jelas bisa aku banggain ke teman teman kita," Udahlah mereka sama saja, menjadikan anak sebagai bahan buat di pamerkan pada teman temannya.
__ADS_1
Aku sudah ngak sabar buat menguasai harta kalian dan setelah semua itu dapat maka aku akan menyuruh Vani buat meninggalkan Zefan dan mencari laki laki kaya lagi.
Kalau bisa aku akan suruh Vani buat mendekati anak sulung K'SYA group yang kekayaannya di atas mereka.
Mama Vani tersenyum senang, rencana dia sudah mulai berjalan mulus.
Dengan anaknya yang sudah bertunangan nanti maka tinggal satu langkah lagi maka harta itu sudah di depan matanya.
"Kemarin Vani bilang kalau mereka akan bertunangan satu bulan lagi jeng, gimana menurut jeng?" Itu kata Vani ya bukan kata Zefan, ingat dan catet kalau Zefan jelas jelas sudah menolak dan bilang kalau dia tidak mau di jodohkan.
"Beneran jeng, wah berarti bentar lagi kita bakal besanan song aku jadi ngak sabar," Sesenang itu mendengar anaknya akan bertunangan, apa tidak mau bertanya sama Zefan dulu atau sudah lupa apa yang pernah Zefan bilang kalau dia tidak suka di jodohkan.
Di zaman sekarang sudah bukan tradisi main jodohkan dan juga dengan wajah tampan Zefan serta kesuksesan yang di milikinya dengan mudah mendapatkan calon istri tanpa harus di carikan.
"Beneran lah jeng, gimana satu bulan setelah mereka bertunangan pernikahan mereka kita adakan," Nih emak satu ngebet banget jadi orang kaya, dia tidak tau saja kalau Zefan menolak.
Nih lagi emak Zefan dia tidak tau apa kalau Zefan sudah punya pilihan sendiri yang jauh segalanya dari Vani di tambah bonusnya dengan kegemasan Zio.
(Sorry Zio di katakan bonus, ibarat belanja beli satu dapat dua yang satu cantik dan yang satunya ngegemasin).
"Aku sudah ngak sabar, biar semua ini aku yang ngatur.
Yang perlu jeng pastikan kalau calon menantu aku baik baik saja dan jangan sampai lecet,"
Dan saat itu tiba maka kalian bersiap siaplah untuk jadi gembel.
(Percaya banget mereka bakal jadi gembel takutnya nanti kebalik lagi dan yang pasti Zefan ngak bakalan mau sama salah satu member cabe cabean).
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.