My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Ratu Drama.


__ADS_3

Sejenak Zia terdiam dari pertanyaan Ziva dan menjawab.


"Mozi ikut kita aja, boleh kan dad mozi ikut kita?" Tanya Zio polos menghadap Zefan yang masih menggendongnya.


"Boleh dong tampan, yuk mozi ikut kita aja tapi daddy mau ke kantor ngak apa kalian ikut?" Takut mereka akan bosan di kantor yang menunggu Zefan bekerja.


Kalau di tanya Zefan jangan diragukan lagi sudah pasti senang karena ada sang pujaan hati menemani bekerja jadi bakal tambah semangat lagi.


"Iya ngak apa dad, mozi mau kan?" Menoleh ke arah Ziva yang masih bingung antara ikut atau memilih pergi sendiri.


"Mozi disini aja deh, ngak apa ya," Ziva enggan ikut bersama lantaran kejadian tadi masih terbayang di ingatannya dan memikirkan ucapan dia ke Zefan apa akan melanjutkan pendekatan mereka atau menjaga jarak.


"Mozi ikut yah," Menampilkan ekpresi andalan yang tau karena Ziva tidak akan mampu buat menolak.


"Iya mozi ikut, sekarang jangan pasang wajah seperti itu lagi," Mengalah dari pada sang pengeran tampan mungilnya menjadi murung.


Kejadian tadi bukan membuat Ziva trauma atau takut hanya saja memikirkan langkah apa yang harus dia ambil kedepannya.


"Yey Zio sayang mozi," Girang Zio sambil mengangkat tangan kesenangan.


"Jadi cuma sayang mozi aja?" Tegur Zefan cemburu.


Tidak cocok cemburu sama anak kecil terhadap perempuan yang di sukai hanya karena sebuah kata kata sederhana.


Bukan, bukan cemburu hanya saja ingin mendengar kata yang sama buat dia juga, alay atau lebay tapi yang jelas dia juga ingin mendengar kata itu di tujukan buat dia juga.


"Zio juga sayang daddy, udah ya dad kita berangkat jangan cemburu lagi sama mozi wajah daddy ngak cocok gitu," Akhirnya mereka bertiga naik mobil dengan Zio duduk di atas pangkuan Ziva yang duduk di sebelah Zefan yang lagi menyetir.


Kenapa Zefan tidak menggunakan jasa supir? bukan tidak ada ya hanya saja Zefan ingin menghabiskan waktu bersama tanpa orang lain di sisi mereka.


Supir Zefan gunakan saat keluar kota atau lagi malas nyetir di luar itu dia mengendarai sendiri saja.

__ADS_1


"Gimana pekerjaan mu Va? apakah lancar?" Tidak enak jika saling diaman saja atau sibuk sama fikiran masing masing.


"Lancar mas," Jawab Ziva singkat tidak tau harus bicara apa.


"Apa ngak mau mencari pekerjaan lain saja yang lebih baik lagi atau mau bekerja di kantor mas?" Tawar Zefan pada Ziva selain ingin membantu Ziva dia juga bisa lebih dekat lagi sama Ziva.


Bantuin sekalian modus tak apa ya tidak ada yang melarang juga, kan bos.


"Ngak apa mas, Iva kerja ini sudah nyaman juga," Tolak Ziva halus, bagaimana bisa menerima tawaran Zefan bekerja sama dia di kantor yang sama kalau dia sudah punya kerjaan sendiri yang sama sekali tidak merasa berat atau terganggu.


Di restaurant pun Ziva hanya akan membantu kalau lagi rame saja kalau tidak ya hanya akan santai.


"Kerja sama mas ya, mas ngak tega sama kamu kerja berat gitu," Kekeh Zefan ingin Ziva kerja bersamanya.


"Iva udah nyaman sama pekerjaan ini mas, lagian Ziva kerja cuma bantuin aja kok ngak akan capek juga," Bagaimana cara menjelaskan jika Zefan terus mendesak.


"Mas ngak tega sama kamu harus kerja ber,"


"Ngak apa mas," Sama sama teguh pendirian atau keras kepala.


\=\=


Buat apa lagi kesana kalau bukan buat mengadu sekalian buat cari muka sekali gus acting agar rencana dia semakin lancar.


"Mama," Sampai disana Vani masuk sambil memasang wajah sedih dengan wajah hampir menangis.


"Eh calon menantu mama kenapa sedih gini? ayo sini duduk cerita sama mama," Mendudukan Vani di samping dengan wajah kwatir.


Buat apa kwatir sama queen drama seperti Vani yang punya banyak muka.


"Zefan ma," Jeda Vani ingin menjani acting yang bagus hingga mama Zefan akan mudah percaya.

__ADS_1


"Kenapa sama Zefan?" Jika sudah seperti ini bisa di pastikan sudah terjadi sesuatu yang membuat Vani sedih.


"Tadi aku bertemu di restaurant ma, dia lagi makan sama seorang perempuan dan anak kecil.


Disana aku di permalukan ma dan bilang ngak mau tunangan sama aku," Menunjukan bahwa dia sangat sedih atas perlakukan Zefan tadi padahal kejadian sebenarnya tidak seperti itu.


"Kamu tenang ya sayang, mama akan urus ini semua dan mama pastikan pertunanganan kalian akan tetap berjalan," Sudah termakan sama omongan ini dan anak yang sama sama ratu drama dan licin seperti belut.


"Tapi Zefan ngak mau ma, aku harus bagaimana ma? tadi perempuan itu juga menghina ku," Hey kalau bicara jangan di balik juga kali, kapan Ziva bicara menghina dia bahkan Ziva hanya jadi pendengar saja tadi jadi kapan Ziva menghinanya.


"Kurang ajar perempuan itu, pasti dia Ibu anak itukan akan mama beri perhitungan sama dia nanti," Geram mama Zefan yang tidak terima calon menantu idamannya dihina di depan orang banyak, dia fikir sama saja menghina dia juga.


Jadi orang jangan terlalu percaya hanya mendengar cerita sebelah pihak saja tanpa mendengar pihak satunya lagi.


Jika ingin tau cerita lengkap maka harus mendengar cerita dari keduanya hingga tidak akan terjadi kesalah pahaman dan saling menyalahkan.


"Iya ma, aku ngak apa karena aku tulus mencintau Zefan maka aku terima di perlakukan seperti ini," Ingin rasanya Vani muntah mengucapkan kata kata itu, seharusnya diralat bukan tulus mencintai Zefan namun tulus mencintai harta Zefan.


"Mama ngak salah memilih kamu untuk di jadikan menantu karena kamu begitu baik, tunggu sebentar ya," Mengambil hp lalu menelpon seseorang.


"Hallo kamu dinama nak?" yang di telpon adalah Zefan buat menanyakan dimana keberadaan Zefan.


...


"Mama akan kesana," Mematikan sambungan itu.


"Ikut mama ya," Beranjak menuju kamar mengambil tas dan berjalan keluar menuju mobil.


Ngak perlu kerja keras buat melancarkan semuanya, hanya perlu drama sedikit semua akan jadi mudah.


Dasar tua bangka yang bodoh.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2