My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Rindu Itu Berat


__ADS_3

Kehadiran Zio serta dengan sifat gemas Zio membuat orang sekitar sangat suka sama anak kecil itu.


Zio yang kadang bersikap seperti orang dewasa, kadang polos seperti anak seusianya dan juga lupa dengan siapa dia bicara.


Zio kini suka membagi waktu yang dimiliki menjadi tiga bagian yaitu bersama Ziva, bersama Zefan dan waktu bermain bersama temannya.


Di hari minggu Zio menghabiskan waktu bersama teman temannya dan juga anak asisten rumah tangga yang bekerja di sana.


"Zio kita main perosotan yuk!," Ajak teman Zio bermain perosotan yang tidak terlalu tinggi hanya sekitar dua meter saja dan juga terdapat matras di bawah agar badan tidak sakit saat sampai bawah.


"Iya tapi kakak yang dulu turun, baru Zio," Zio memilih turun belakangan karena tidak mau kejadian lalu terulang lagi.


Dimana saat teman Zio mengajak naik permaina itu juga malah kejadian naas menimpa Zio karena saat Zio baru melaju di ikuti sama temannya alhasil mereka berdua turun bersamaan hingga saling tumpang tindih.


"Ih Zio curang, masa cepat kali turunnya jadi kejepit ginikan," Kesal dia sepertinya Zio balas dendam kejadian kemarin.


"Sorry Zio sengaja eh ngak sengaja maksudnya," Jawab Zio cengegesan memasang wajah tanpa dosa.


Zio tidak ada niat balas dendam hanya saja saat mau duduk kaki Zio terpeleset hingga tidak bisa menahan badan dan menyebabkan Zio melesat turun sebelum kakaknya sampai bawah.


"Udah Zio capek mau istirahat aja," Duduk di kursi yang telah di sediakan lalu minun yang telah di sediakan juga.


Teman Zio masih asik main, ini yang mereka semua suka dari Zio dan keluarga dimana mereka bebas main ke rumah Zio dan main bersama asal satu hal yang tidak boleh di lakukan adalah mengajak Zio keluar area rumah tanpa Ziva atau orang yang di percaya Ziva.


"Zio kita pulang dulu ya, bye besok kita main lagi," Semua teman Zio pamitan pulang karena hari sudah mulai sore dan pasti orang rumah mereka menetapkan jam main mereka.


Kenapa mereka membiarkan anak mereka bermain bersama Zio padahal mereka tau Zio adalah anak yang sampai sekarang tidak tau siapa Ayahhnya.


Cukup lama mereka bisa menerima kehadiran Zio kecil bermain bersama anak mereka karena kebaikan Ziva serta sifat Ziva yang juga ramah membuat mereka perlahan menerima Ziva bahkan Ziva sering membantu mereka yang membutuhkan tanpa meminta imbalan atau di minta balikkan atas apa yang sudah di berikan.

__ADS_1


Di sebuah Negara seorang perempuan cantik yang seumuran dengan Ziva sedang menjalani serangkaian perawatan buat mengembalikan kesehatan seperti dahulu.


Ini bukan awal dia menjalani semua ini tapi sudah beberapa tahun belakangan ini dengan hasil yang cukup mengemberikan.


"Aku harus bisa, dia butuh aku sudah lama aku ngak pernah melihat dia.


Aku kuat karena dia yang sampai sekarang hanya bisa kulihat dari jauh saja," Kini kakinya sudah mulai di gerakan secara perlahan.


Kelumpuhan yang dia alami karena terlalu lama koma dan juga sebelum itu dia juga pernah mengalami kecelakaan hingga membuat kondisi dia makin memburuk hingga kondisi dia lama pulihnya.


"Sabar sayang sebentar lagi kita akan bertemu," Memandang sebuah foto yang membuat semangat dia membara, dia juga membuat target waktu sembuh yang paling lama satu tahun lagi dari sekarang.


Sekarang dia lagi berada di sebuah apartment yang di beli tiga tahun yang lalu selama dia menjalani perawatan disana.


Disana dia hanya berdua bersama orang yang di bawa dari Negara asalnya dan juga dia tidak mungkin mencari orang baru serta belum tentu bisa di percaya.


"Aku rindu kamu, tunggu aku pulang," Hari yang dia lewati tidak pernah mengeluh atau berputus asa.


Cuma awal dia sadar dari koma saja sempat syok mengetahui bahwa dia lumpuh namun sebuah dorongan membuat dia semangat lagi dan satu kata yang menjadikan dia tambah semangat saat seseorang berkata sama dia.


"Jika nanti kamu sembuh maka aku akan mempertemukan mu dia, aku janji," Sejak saat itu semangat sembuh kian kuat bahkan selalu menanyakan kapan jadwal dia kontrol supaya bisa cepat pulang.


"Nona sudah waktunya makan siang," Mendorong kursi roda itu menuju meja makan setelah mendapat jawaban.


"Mbak aku kan pernah bilang jangan panggil aku nona terus, panggil nama aku aja," Mengambil makanan dan lauk.


"Ok aku akan panggil Sasa aja gimana? anggap panggillan sayang," Usia mereka hanya beda tiga tahun dan mudaan Sasa dari dia.


"Ngak apa mbak, asal jangan nona lagi," Mereka makan siang bersama.

__ADS_1


Mbak itu namanya Serly, dia orang yang di tolong Ziva saat di kejar penagih hutang dan Ziva membantu dengan ikhlas tapi Serly kekeh mau mengganti dengan cara menyicil hingga kesempatan Ziva saat Sasa kecelakaan dan akan di pindahkan ke luar Negeri dan meminta Serly menemani Sasa selama berada di sana.


"Sasa sudah pasti sangat kangen sama dia ya," Hampir tiap hari Serly mendengar Sasa sudah ingin pulang dan melanjutkan pengobatan di dalam Negeri tapi dia tidak bisa melakukan itu karena semua barang berharga dia di simpan seseorang hingga tidak bisa pulang begitu saja.


"Iya mbak, aku udah mau pulang.


Kenapa dia tega mengurung aku selama ini disini, awas saja kalau aku sudah pulang bakal aku balas dia," Tapi bagaimana pun orang itu yang membiayai Sasa selama disana mulai kebutuhan sehari hari sampai biaya pengobatan.


"Ini semua demi kebaikan kamu juga Sa, oh ya mbak dengar dia akan datang akhir bulan ini," Mereka berdua sudah selesai makan dan santai di balkon apartment.


"Biarkan saja dia datang kalau cuma sendiri saja, aku bakalan marah sama dia," Ada satu orang lagi yang di harapkan Sasa datang namun tidak pernah ikut.


"Jangan seperti itu siapa tau dia datang berdua," Menghibur Sasa yang sudah lama menahan rindu.


"Mana mungkin, jika pun iya hanya ada dalam mimpi.


Kalau saja dia tidak menyimpan passport dan teman temannya mungkin aku sudah bisa pulang," Sasa memilih masuk kamar dari pada membahas hal yang hanya bisa membuat dia kesal.


Namun walau demikian Sasa juga tidak bisa marah karena bagaimana pun cuma dia yang selalu ada buat Sasa saat Sasa berada dalam posisi paling bawah.


Dan juga karena musibah yang menimpa Sasa dia juga kena imbas dan harus menjalani hari berat.


"Mbak tau apa yang kamu rasakan Sa tapi dia melakukan ini demi kebaikan kamu juga supaya makin semangat buat sembuh dan pulang.


Mbak juga sebenarnya sudah kangen sama keluarga di rumah," Ikut masuk ke dalam kamar buat istirahat juga.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2