
Sebulan sudah kejadian yang menimpa Zio dan saat itu juga baik Lisa atau bang Endra mulai mendekati Zio secara perlahan dengan datang pagi pagi dengan alasan menemui Lisa serta mengantar Zio Sekolah.
Menjemput Zio pulang Sekolah lalu mengajak pergi bermain menghabiskan waktu bersama.
Segala macam cara mereka lakukan agar bisa lebih dekat sama Zio hingga Iva dan Zefan memiliki waktu sedikit bersama Zio tapi setidaknya Iva lega orang tua kandung Zio bersama lagi.
"Io sama aunty aja berangkat Sekolah ya?" Seperti pagi sebelum nya.
"Iya aunty," Zio juga sudah mulai terbiasa di antar Lisa Sekolah.
"Mozi ngak mau antar Zio juga?" Menoleh pada wanita yang di anggap mom selama ini tanpa tau bahwa sebenarnya Iva hanya mom yang membesarkan bukan yang melahirkan.
"Kan udah ada mama Lisa Zio," Ya sejak hari itu Iva selalu memanggil Lisa dengan sebutan mama agar Zio juga mengikuti.
"Tapi mozi udah lama ngak antar io," Mengerucutkan bibir mungil itu.
"Besok mozi yang antar sama daddy gimana," Tidak bisa mengabaikan permintaan Zio yang mana biasa Iva mengantar Sekolah.
"Promise mozi," Senang Zio di antar Sekolah sama mozinya.
"Yes, mozi promise," Ah jadi sangat bahagia melihat senyuman di wajah tampan itu.
Sarapan pagi itu berjalan lancar tidak again pembicaraan lagi setelah nya.
Zio pergi di antar Lisa dan Iva datang di jemput Zefan yang sudah menunggu di luar tanpa mau masuk ke dalam.
Sebab Zefan tau kalau dirinya masuk maka Zio akan memilih duduk dekat Zefan dan mengabaikan Lisa yang lagi mendekati.
"Udah lama mas?" Iva masuk mobil itu dan duduk di samping Zefan.
"Baru lima menit yang lalu," Zefan sudah hafal jam berapa mereka berangkat jadi bisa datang mengatur waktu.
Mengendarai mobil mewah itu keluar dari perkarangan luar rumah Iva.
"Zi," Panggil Zefan saat mobil itu sudah bergabung sama pengendara lain di jalan.
"Kenapa mas?" Seperti ada sesuatu yang mau Zefan sampai kan.
"Kamu yakin udah soap berpisah sama Zio?' Zefan yang saja yang belum terlalu lama kenal mereka tidak bisa berpisah apa lagi Iva yang sejak kecil sudah membesarkan Zio.
" Iva yakin mas, lagi pula Iva udah fikirkan jauh hari kalau hari ini akan datang," bagi Iva berpisah sama Zio memang berat tapi jika di fikir lagi ini hanya pisah rumah dan kalau paling jauh ya beda Negara.
Namun walau jauh kan masih ada pesawat buat bisa sampai sana dan berkumpul lagi.
__ADS_1
Masih beda Negara masih bisa bertemu lain lagi ceritanya kalau sudah beda alam.
Iva bukannya tidak berat melepas Zio tapi dia juga tidak boleh egois.
Ada orang yang lebih berhak bersama Zio yaitu orang tua kandung nya.
"Tapi kamu ngak usah terlalu sedih,nanti kita bakal punya gantinya kok," Punya ganti, apa maksud ucapan ini.
"Di ganti sama apa mas, boneka atau angkat anak dari panti," Polos Iva menjawab ucapan Zefan.
"Bukan angkat anak sayang tapi anak kita berdua nanti setelah nikah," Lancar Zefan melontarkan kata itu.
Iva terdiam, anak mereka berdua kok Iva tidak sampai sana mikirnya.
Zefan lagi bicara gitu kayak udah tau atau pernah.
"Masih lama kali mas," Sanggah Iva yang belum membahas masalah itu dulu.
"Maksud kamu apa Zi?" Tidak mungkin Iva tidak serius sama hubungan yang mereka jalin atau mau main main saja.
Jadi buat apa waktu selama ini, hanya sebuah permainan kah.
"Ya gimana ngak jauh, mas aja belum datang ke rumah lagi buat bahas hubungan kita.
Gimana sih mas Zefan, belum tua udah lupa," Kirain Iva tidak serius menjalin hubungan.
"Nanti setelah semua tenang mas akan bicarakan sama papa mama," Secepatnya Zefan akan menghalalkan hubungan mereka dan mengejar sang abang yang sudah punya anak biar Zio ada teman.
Yah alasan Zio lagi, bilang aja udah kebelet mau nikah.
Jangan bawa bawa Zio ya daddy, itu yang akan Zio bilang kalau dia dengar.
"Iya mas,"
Tidak ada obrolan lagi dalam mobil itu, Zefan mengantar Iva ke restaurant biasa Iva datangi sebelum Zefan berangkat kantor.
Setelah Iva pamitan dan turun mobil Zefan meninggalkan area restaurant itu meniku kantor.
\=\=
Dalam mobil yang Lisa bawa menuju Sekolah Zio.
"Zio mau kan panggil aunty dengan sebutan mama," Pinta Lisa entah keberapa kali pada Zio.
__ADS_1
"Baik aun eh mama," Zio harus terbiasa memanggil Lisa dengan sebutan mama agar Zio perlahan merasakan dekat sama Lisa.
Seorang Ibu pasti ingin dekat sama anak yang di lahirkan tapi jika takdir berkata lain maka dengan berat hati harus mulai melakukan pendekatan diri dulu supaya di terima dengan baik.
Seperti orang asing aja tapi bagaimana lagi, hanya itu jalan satu satunya.
"Kalau Zio sesekali tinggal sama mama mau ngak?" Ajak Lisa biar dia punya waktu berdua sama Zio, kalau di rumah Iva pasti Zio akan ingat Iva atau bahkan meminta Iva buat menemani dia tidur.
Boleh ma, tapi izin mozi dulu ya,"
Lisa sakit mendengar penuturan Zio, masa mau bawa anak sendiri harus izin dulu.
Tapi Lisa maklum sama Zio yang tidak tau apa apa.
Harus banyak sabar dan terima kalau di nomor duakan oleh anak sendiri.
Tapi walau begini, Lisa beruntung ada Iva selalu ada buat dia selama ini kalau tidak mungkin dia tidak tau gimana nasibnya dan anaknya.
"Nanti mama yang minta izin sama mozi, pasti di izinkan kok," Ya pasti Iva izinkan Lisa membawa Zio tinggal bersama karna itu rencana Iva mendekatkan mereka berdua.
Mobil itu sampai depan gerbang Sekolah Zio.
"Zio anak mama belajar yang rajin ya nanti siang mama jemput lagi," Mengantar Zio sampai depan kelas.
"Siap, mama tenang aja Zio pasti rajin belajar," Masuk kedalam kelas setelah menyalami Lisa.
Kembali ke mobil buat berangkat ngantor.
"Walau ini sakit tapi aku harus sabar menghadapi ini semua.
Iva udah terlalu baik buat aku selama kalau tanpa dia ngak tau gimana nasib aku sekarang.
Ngak di terima anak itu sakit tapi akan lebih sakit lagi kalau dulu dia harus kehilangan Zio,"
Membayangkan itu saja Lisa tidak sanggup apa lagi harus mengalami.
Kebahagian yang dulu pernah dia rasakan kini satu persatu datang menghampiri secara perlahan.
"Makasih Va, sebagai sahabat kamu memperlakukan ku seperti saudara.
Saat aku udah sembuh dan minta Zio kembali kamu dengan lapang dada mengizinkan walau aku tau kamu pasti berat juga melepas Zio,"
Lisa mengerti perasaan Iva dan dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan memisahkan Iva dan Zio terlalu jauh seperti beda Negara.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.