My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Kembali Lagi.


__ADS_3

Di sebuah bandara kini seorang pria tampan sedang berjalan keluar dari pesawat.


Setelah sekian lama tidak pulang, kini dia kembali menginjakkan kaki di Negara kelahirannya sejak beberapa tahun tidak pulang.


Banyak alasan yang membuat dia malas pulang menemui keluarga nya dan memilih tinggal seorang diri di Negara orang.


"Tuan mobil sudah siap," Ucap asisten pribadinya yang sudah menemani selama lebih lima tahun ini serta menjalankan tugas yang selama ini belum membuahkan hasil.


"Kita langsung pulang tuan?" Tanya asisten itu yang biasa di panggil Mike.


"Kita langsung pulang ke rumah," Balas laki laki itu yang tak lain tak bukan adalah Zafiendra atau biasa di panggil Endra.


Kakak laki laki satu satunya Zefan yang meninggalkan Negara itu sebab tidak mau di jodohkan oleh sang mama sebab terlanjur kecewa dan kehilangan orang yang di sayang.


Dari pada dia menanggung lebih banyak luka maka menjauh pilihan terbaik kala itu.


Selama berjauhan dia selalu mencari kabar orang itu yang sayang nya sampai sekarang belum ada titik terang.


Dia dari keluarga biasa namun kasih sayang yang Endra dapat dari dia tiada dua.


Bukan kedinginan Endra buat menjauh namun perempuan itu yang hilang duluan.


"Kamu dimana?" Kata itu selalu terucap kala sepi dan gundah Endra.


Bukan tanpa alasan sampai sekarang masih mencari keberadaan perempuan itu, hanya dia yang bisa mengetuk pintu hati Endra pada titik terdalam.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang cukup ramai oleh pengendara lain.


Satu jam mengendara akhirnya sampai di rumah yang sudah lama dia tinggali.


"Assalamu'alaikum," Ketuk Endra dari luar.


Pintu terbuka menampilkan asisten rumah tangga.


"Wa'alaikumsalam, cari siapa?" Tanya dia yang tidak tau bahwa berdiri di depan dia sekarang anak sulung keluarga itu.


"Papa mama ada," Kepulangan Endra bukan tanpa alasan selain ingin bertemu keluarga dia juga sedikit mendapat celah tentang orang yang dia cari berada di Negara ini.


"Ada silahkan masuk," Walau sedikit bingung namun memberi jalan masuk.


"Tuan nyonya ada yang mencari," Endra berjalan santai di belakang sambil memperhatikan isi rumah itu yang tidak banyak berubah.


"Siap," Belum sempat ucapan itu selesai namun terhenti melihat sosok gagah memasuki ruangan itu.


"Endra," Pekik mama yang sudah sangat merindukan anaknya itu.

__ADS_1


Memeluk dengan erat bahkan sangat erat.


"Mama kangen," Masih dalam posisi berpelukan.


"Maafin Endra ma,'' Membalas pelukan mama yang sudah lama dia tinggal kan dan dia bantah waktu itu.


" Sama papa ngak kangen," Sela papa yang merasa di abaikan.


"Tentu," Kini mereka bertiga berpelukan melepas rindu.


Mama yang keras hanya di saat di ada mau kalau tidak akan seperti ini terlihat sangat penyayang.


\=\=


Perempuan cantik itu lagi menyiapkan barang yang akan di bawa.


Sudah cukup lama dia berada di sana dan sudah waktunya buat kembali.


Keadaan dia sudah sehat dan sudah bisa berjalan lagi.


Semua perjuangan dia tidak sia sia dan kini ini lah hasilnya bisa kembali.


"aku udah ngak sabar bertemu Ziva,'' Dia adalah Iva yang berada di luar Negeri melakukan pengobatan.


Selama ini hanya Iva yang peduli sama dia bahkan menjamin kehidupan dia selama berada di sana.


Dia pulang bersama teman yang di bawa dari tanah air bersama dulu dan kini kembali lagi bersama juga.


" Apa yang kamu fikirkan?" Sapa dia yang melihat Lisa diam, ya orang itu adalah Lisa yang lagi duduk di depan lemari pakaian.


"Memikirkan dia," Jawab Lisa singkat dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


"Dia akan baik baik aja," Menyemangati Lisa yang terlihat murung.


"Semoga saja,"


"Yuk aku udah selesai," Menarik koper yang cukup besar, sebab bukan hanya baju isinya namun juga oleh oleh.


Kalau bahas oleh oleh ingat lagu ya,, ku tak minta oleh oleh emas permata dan juga uang.


Keduanya menuju bandara karena pesawat mereka akan berangkat satu jam lagi.


Beruntung tidak telat sampai bandara dan langsung check in.


Tidak memakan waktu terlalu lama akhirnya sampai juga dengan selamat.

__ADS_1


"Gimana rasanya setelah sekian lama tidak kembali?" Menyeret koper masing masing menuju pintu keluar.


"Rindu banget," Senyum cerah Lisa terpancar di wajah cantiknya.


"Kita pulang naik apa?" Sampai depan tidak tau mau naik apa.


"Di jemput," Tidak lama sebuah mobil berhenti di depan mereka.


"Mau pulang atau nginap?" Ucap orang dalam mobil itu.


"Balik," Kesal Lisa memasukkan koper dalam bagasi.


"Is gitu aja ngambek, nanti jodoh jauh lo," Orang yang menjemput adalah Iva yang sengaja datang sebelum sudah di beri tau.


"Emang jodoh gue udah lama pergi


," Entah mengapa Lisa masih suka teringat meski kejadian itu sudah lama berlalu.


"Masih ngarep nih atau mau di bantu cariin," Goda Iva melajukan mobil ke aran rumah dia.


"Biar aja, kalau bisa dia yang nyamperin," Masih berharap ternyata.


Luka yang dia torehkan tidak begitu dalam dan kenangan bersama dulu mampu menutupi kesedihan itu hanya saja Lisa tidak mau mencari lebih dulu.


Buat kesalahan dulu Lisa sudah memaafkan sebab Iva sudah mencari tau kebenaran dan menceritakan semua pada Lisa.


"Oh ya udah nanti Iva kode dia," Ujar Iva.


"Emang sandi apartment apa pakai kode," Lah sensi Lisa nya.


"Ngarep ya di belikan apartment, eh gimana kalau dia udah ada ganti?" plis jangan buat drop dalam keadaan baik gini.


"Ngak mungkin," Sepercaya itu kah Lisa sama dia.


"Masa, ini udah lama wajar dia udah ada ganti," Ini sahabat Lisa apa bukan sih.


"Dia udah janji, liat aja nanti," Lisa tau dia seperti apa dan tidak mudah berpaling dari diri nya.


Udah Iva mengalah dan fokus nyetir sedangkan yang duduk di belakang jadi pendengar setia aja dan juga tidak di ajak bicara.


Gimana tuh rasanya kita ada tapi tidak di anggap.


Sakit tapi tidak berdarah.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Bersambung woke,,,,


__ADS_2