My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Shopping.


__ADS_3

Sore hari kedua perempuan cantik itu bukan dua tapi tiga perempuan cantik itu lagi bersiap siap buat pergi ke sebuah pusat perbelanjaan.


Sudah rapi dengan baju couple mereka yang di bawa Lisa dari luar Negeri.


"Kok cuma baju Zio yang beda," Gerutu Zio karena cuma baju dia sendiri yang beda walau Lisa juga yang membelikan.


"Sorry sayang pas aunty beli ngak ada pasangan buat anak anak," Memelankan suara ada nada tidak tega tersirat di sana.


"Zio berada kayak anak tiri," Hey siapa yang bilang gitu jangan merendah Zio ih suka gitu deh.


"Hey tampan mozi kenapa bicara gitu, nanti kita beli baju couple juga ya," Membujuk Zio agar tidak sedih lagi.


"Janji mozi," Senang Zio.


"Promise," Menautkan jari kelingking keduanya.


Mereka berangkat menggunakan satu mobil saja dengan Iva sebagai supir dan Lisa di samping serta Zio dan Rara duduk di belakang.


Setengah jam mereka sampai, setelah memakirkan mobil mereka masuk saling bergandengan tangan.


"Kita mau beli apa?" Tanya Iva saat mereka berada di lantai pusat nya baju dan tas.


"Baju couple mozi," Zio yang menjawab, wajar kan Iva nanya tanpa menyebut nama.


"Emang Zio punya uang beli baju?" Kenapa hari ini mozi Zio sikapnya begitu menyebalkan, boleh tidak tukar tambah atau di ganti baru.


"Mozi," Rengek Zio seperti anak tiri yang di nistakan emak tiri.


"Iya iya jangan nangis seperti anak kecil, mbak Rara juga pilih mana yang mau di beli," Kalau Lisa jangan di tawarkan tanpa di tanya akan memilih langsung.


"Aunty ngak di tawarin mozi?" Heran Zio kenapa hanya mereka berdua yang di tawari.


"Aunty tanpa di tawari, nah kan udah milih duluan," Ternyata Lisa bergerak duluan dari sebelum Iva menyelesaikan ucapannya.


Mereka asik belanja dengan Iva sebagai ATM mereka yang akan membayarkan semua belanjaan.


Tenang Iva juga jarang pergi belanja hanya sesekali kalau lagi butuh saja atau kalau tidak pesan online saja biar mudah serta tidak ribet.


Satu jam memilih mereka berkumpul di kasir mengumpulkan hasil buruan tadi menjadi satu agar mudah di hitung.


Iva cukup terkejut melihat hasil belanjaan mereka yang cukup banyak, ternyata mengajak Lisa belanja cukup merogoh kantong sebab memilih baju mahal.

__ADS_1


"Udah kali ini Iva ngajak kalian belanja, bisa bisa miskin," Celetuk Iva yang merasa kecelongan hari ini namun itu tidak seberapa hanya kecil.


"Plis mozi jangan kayak orang susah," Lah ni anak bisa saja kalau ngomong suka bener.


Iya juga masa belanja sedikit udah di bilang miskin, ingat mozi ucapan adalah doa ya jadi ucapkan yang baik baik saja.


"Iya tau lo Va, dikit juga ini belum beli sepatu sama kosmetik," Jadi maksudnya mau porotin Iva hari ini.


"Nyesel Iva nyuruh kamu pulang Sa," Gurau Iva berjalan menuju lantai atas buat membeli yang di bilang Lisa tadi.


Iva tidak sepelit itu juga.


Hanya saja jika sekali belanja bisa buat berbulan bulan.


Iva tipe perempuan yang tidak suka shopping tiap minggu apa lagi tiap hari.


"Pilih sepuasnya tapi jangan lebih dari seratus ribu," Lah itu nyuruh belanja atau beli makan.


"Yuk kita antar Iva ke SRj dulu biar bener dikit isi otaknya.


Mana ada kosmetik seharga seratus ribu, kalau ngomong suka ngajak gelud," Menarik tangan Rara menuju toko kosmetik terkenal di lantai itu.


"Udah ngak apa, kalau ngak enak buang aja," Dengan terpaksa Rara mengikuti langkah Lisa dan juga memilih kan beberapa kosmetik buat Rara kalau di biarkan memilih sendiri tidak bakalan mau.


Iva pergi berdua bersama Zio hanya sebentar saja lalu mengajak Zio membeli cemilan sebelum rasa bosan melanda bocah tampan itu.


Jika sudah di sogok makanan Zio akan lebih tenang seperti anak kecil ya mak.


Iva tidak banyak membeli kosmetik hanya beberapa yang kurang saja.


Biarlah dua perempuan itu yang sibuk eh bukan dua hanya Lisa saja yang sibuk sedangkan Rara hanya ngikut saja.


Puas belanja mereka memutuskan pulang sebab sudah mulai malam dan Zio akan Sekolah juga besok.


Sampai rumah Iva membantu Zio bersih bersih dan menidurkan Zio setelah tertidur Iva beranjak menuju kamarnya.


"Cukup melelahkan tapi Iva senang mereka semua bahagia," Gumam Iva masuk kamar.


Membrisihkan diri mengganti baju tidur lalu berbaring.


Hari ini cukup melelahkan dan besok tidak tau apa yang akan terjadi.

__ADS_1


\=\=


Malam beranjak sinar bulan di ganti dengan hangatnya mentari.


Suasana rumah sudah mulai ramai dengan suara Zio yang segera di minta antar Sekolah.


"Mozi nanti Zio telat," Teriak Zio memanggil Iva yang belum keluar kamar.


"Iya iya ini mozi udah siap," Sedikit berlari sebelum suara itu keluar lagi.


"Untung mozi cantik jadi Zio ngak jadi marah," Memakan sarapan dengan santai.


"Apa hubungan cantik sama marah coba," Sudah jangan ambil pusing.


Yang kecil maha benar dan yang besar ngalah saja.


"Yuk berangkat mozi udah selesai," Menata bekal Zio buat di bawa ke Sekolah.


"Aunty ikut," Lisa berlari mengejar Iva dan Zio yang sudah jalan duluan.


Masuk mobil dan melaju ke Sekolah Zio.


Rara tidak ikut sebab tidak ada kelas hari ini.


"Yang pintar Sekolah ya," Mengacak pelan rambut Zio sebelum masuk kelas.


"Siap mozi," Menyalami keduanya sebelum masuk.


Ting,,,


Suara ponsel Iva terdengar dan di lihat nya ada chat masuk.


Nanti datang ke salon xx ya jam makan siang,


Isi chat dari Zefan yang menyuruh Iva datang ke salon.


Tidak tau apa tujuan Zefan menyuruh kesana tapi Iva tetap mengiyakan.


\=\=\=\=\=


Sampai sini dulu woke,,,,

__ADS_1


__ADS_2