My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Siapa Bilang Hilang.


__ADS_3

Semua orang kaget mendengar kata Zio kalau kedua pengantin baru mereka hilang.


Kenapa bisa? ini hotel bukan kaleng kaleng yang bisa dengan mudah di masuki bahkan lantai tertinggi yang bisa di capai orang tertentu.


Lagian ini hotel milik keluarga Zefan, jadi hanya orang dalam yang bebas keluar masuk hotel tanpa harus melalui pemeriksaan.


"Mbak bener apa kata Zio?" Tanya mama Ila yang belum percaya juga, masa iya bisa tidak tau kabar kedua nya.


Di culik gost apa?.


Jadi tidak meninggalkan jejak atau keributan yang di timbulkan.


"Kak Iva nggak ada di kamar ma dan juga kamar udah rapi," Jelas Rara apa yang dia lihat barusan.


"Aneh sekali, ini ada yang nggak beres ini," Hampir semua orang berfikir gitu.


Mana ada hilang tanpa meninggalkan jejak, setidaknya ada sedikit meninggalkan bukti.


Mereka sebagian pergi menuju kamar pengantin baru itu buat melihat langsung apa benar yang Rara katakan.


"Aneh sekali, bang coba hubungi Zefan," Pinta papa Arta pada bang Endra.


Dengan cepat bang Endra menelpon sesuai perintah papa Arta.


Cuma sebentar menelpon lalu sambungan itu terputus.


"Bagaimana bang?" Tanya papa Arta penasaran.


Bang Endra menggeleng dengan wajah lesu hingga mereka semua menghela nafas berat dan berfikir kemana pengantin baru itu pergi.


"Jangan becanda bang, mereka baru nikah masa bisa hilang sih," Kan nggak lucu kalau hilang.


Baru nikah loh, baru satu hari ini.


"Siapa yang bilang hilang sih pa," Bang Endra memandang wajah mereka yang terlihat tegang, lucu sekali.


"Lalu, kenapa kamu menggeleng?" Ingin papa Arta menggampar bang Endra yang terlihat mempermainkan mereka.


"Mereka kabur eh salah mereka berangkat honeymoon semalam kira kira jam tiga," Setelah bicara bang Endra lalu pergi dari sana tidak mau jadi sasaran kekesalan mereka yang merasa di permainkan.

__ADS_1


Apa kata bang Endra berangkat honeymoon tapi kok seperti maling yang takut ketahuan saja.


Kurang extrim apa pergi tengah malam menjelang subuh.


Itu berangkat honeymoon loh ya bukan habis maling takut ketahuan.


Mau ngasih kejutan tapi cukup di acungi jempol sebab mereka bukan sekedar terkejut tapi juga hampir jantungan mengira mereka hilang dan malah honeymoon.


"Kurang ajar sekali mereka berangkat seperti maling itu, awas aja pulang pulang masih berdua papa suruh honeymoon lagi sampai jadi," Kesal papa Arta yang kesal sama tingkah mereka.


Apa tidak menganggap mereka semua ada hingga pergi tanpa pamit.


Berangkat tengah malam emang mau kemana? ke kutub.


"Tenang besan, kalau belum jadi nanti kita pesan kan ticket honeymoon free dari kita," Tambah papa Syakil ikut geram.


Baru nikah sudah bikin kejutan padahal mereka belum sempat ngasih kado malah mereka semua di kejutkan sama kehilangan mereka pagi pagi.


"Kalau perlu ke arab suruh beternak kuda nil" Mereka semua membubarkan diri menuju tempat tadi.


Untung anak sama menantu coba kalau tidak, nggak sudi mereka cemas dan mencari sampai panik buang buang waktu.


Menyebalkan.


Baru sekitar dua jam kurang Zefan memejamkan mata hingga harus terbangun lagi mendengar dering suara hp minta perhatian ralat minta di jawab.


"Hallo," Zefan mengangkat telpon itu saat tau siapa yang menelpon.


"Baik tunggu di bawah sebentar lagi saya turun," Jawab Zefan lalu meletakkan kembali hp nya.


Lalu memandang Iva yang tidur nyenyak dalam dekapan sejak satu jam lebih ini.


Dengan posisi sama belum berubah, tidur damai yang membuat Zefan betah memandangi lama lama.


"Sebelum mereka ngasih kado sama kita lebih baik kita ngasih kejutan buat mereka besok pagi," Membelai pipi Iva lembut tidak membuat sang empu terbangun malah makin menyusup ke dada Zefan mencari kenyamanan.


Memasang jaket pada Iva tanpa mengganti baju tidak lupa sendal Iva.


Kan nggak lucu istri CEO nyeker.

__ADS_1


Zefan mengangkat badan Iva lalu berjalan menuju lift khusus yang mengantar langsung pada parkiran khusus pemilik hotel.


Disana sudah ada orang yang menunggu siap membawa mereka berdua ke bandara.


Ya tujuan Zefan langsung ingin berangkat honeymoon tanpa mau menunda lagi juga tidak memberi tau siapa pun termasuk Iva, kan parah namanya.


Sampai bandara sudah ada jet pribadi Zefan yang menunggu siap lepas landas mengantar ke Negara tujuan.


"Tidur yang nyenyak saat bangun biar jadi kejutan," Menidurkan Iva di ranjang dalam pesawat private itu.


Selama perjalanan ke bandara tadi Iva tidak terbangun hanya merubah posisi tidur saja sebab kurang nyaman.


"Ini salah satu hadiah pernikahan dari mas dan hadiah mas sampai sana mas tagih," Nagih hadiah atau saling nukar kado apa.


Zefan tidak mengantuk lagi hingga memutuskan buat memandangi Iva yang terlelap.


Cukup damai dan membuat hati adem.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya Zefan sampai.


Zefan tidur hanya beberapa jam saja.


Iva masih tidur lalu Zefan mengangkat lagi menuju mobil yang siap mengantar ke hotel yang sudah di pesan.


Baru Zefan menyandrakan badan hp nya berdering dan sudah bisa di pastikan kalau yang menelpon salah satu keluarga nya.


"Bang Endra, pasti mereka suka kejutan nya," Suka kepala mu Fan yang ada mereka pada panik.


"Ya bang?" Pura pura tidak tau saja dulu, kalau mengerjai orang dari jauh kan enak tidak yang bisa mukul karena kesal.


"Udah berangkat honeymoon, gimana mereka suka nggak kejutan nya," Kekeh Zefan senang mendengar suara kesal itu.


"Malam kira kira jam tiga lah, udah dulu ya kami mau tidur dulu," Sambungan itu terputus dan Zefan ikut membaringkan badan di sebelah Iva lalu menyusul ke alam mimpi.


Beruntung sekali kamu Fan sekarang sedang jauh jadi sementara aman dari amukan mereka yang telah kamu buat kesal.


Kamu anggap apa mereka hingga pergi tanpa pamit setidaknya satu orang salah satu dari mereka hingga bisa saling mengabari.


Getok online aja setidaknya bisa mengurangi rasa tongkol mangap dongkol maksudnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2