
Hari ini Zefan memenuhi permintaan mamanya untuk datang bertemu sama anak teman sosialitanya di sebuah caffe.
Zefan datang hanya tidak ingin membuat sang mama sedih tapi bukan berarti zefan menerima begitu saja orang yang akan di jodohkan sama dia.
Zefan tidak mau salah pilih kalau untuk mencari calon istri, bagi nya menikah sekali seumur hidup maka tidak mau asal iya saja sama apa yang mamanya pilihkan.
Menikah bukan hanya menyatukan dua orang yang berbeda tapi juga menyatukan dua hati, menyatukan dua fikiran, menyatukan dua sifat yang berbeda dan yang paling penting adalah menyatukan dua keluarga yang berbeda juga.
"Ingat ya Fan, jangan buat mama kecewa sama kamu," Kini Zefan sudah rapi dengan tampilan cool yang akan membuat siapa saja terpikat serta terpesona.
"Iya ma Efan tau, emang selama ini aku pernah buat mama kecewa," Kadang Zefan ini yang jadi alasannya malas buat pulang, ucapan mamanya yang selalu meminta dia buat menurut dan jangan membuat dia kecewa tapi tidak mau mengerti tentang apa yang jadi keinginan dia sendiri.
"Anak teman mama itu cantik, baik dan pasti berpendidikan, pokoknya cocok sama kamu ngak bakal malu malu in," Semua itu pasti orang akan menerima kalau yang di nilai secara fisik tapi jika hati tidak klop, tidak bergetar atau biasa saja saat bertemu tetap saja semua itu tidak bisa di paksakan.
"Kita belum bertemu ma, jadi biar kita saling kenal dulu kalau cocok lanjut tapi kalau tidak mana bisa di paksakan," Jika mencari calon istri seperti itu sangat mudah bagi Zefan dapatkan.
Zefan yang notabennya seorang pimpinan perusahaan dan sering bertemu perempuan cantik yang berkelas serta berpendidikan sangat mudah mendapatkan calon istri tapi tidak ada yang menarik buat dia.
"Pokoknya mama jamin kamu bakal suka sama anak teman mama itu, ya udah sana berangkat jangan sampai dia datang duluan," Zefan melangkah keluar menuju mobil menuju tempat yang sudah di tentukan.
Melaju dengan kecepatan sedang tidak mau terburu buat sampai asal selamat. Jalanan cukup sepi karena ini belum jam makan siang, hanya saja mamanya sengaja agar saat mereka bertemu tidak terganggu sama pengunjung lain.
"Mama ada ada saja, emang mama fikir aku ngak laku apa harus sampai di kenalkan sama anak temannya.
Zio lagi apa ya, jadi kangen sama tingkah dia yang menggemaskan itu.
Nanti pulang dari sini mampir ke rumahnya, lagian juga udah janji bakal main ke rumahnya," Zio kecil yang Zefan bayangkan bukan anak temannya yang akan di temui.
Pesona anak kecil itu sungguh sudah memikat hati Zefan saat pertemuan pertama.
Mobil Zefan sampai di area parkir lalu memakirkan mobil dan masuk ke dalam.
"Mana orangnya ya? tunggu saja dulu mungkin bentar lagi sampai," Zefan duduk di meja yang sudah di pesan dulu agar mereka mudah bertemu nanti.
"Ais kenapa harus menunggu segala, kalau tau gini mending mampir ke Sekolah Zio dulu," Zefan kesal jika harus menunggu padahal baru sepuluh menit menunggu.
__ADS_1
"Maaf aku telat, tadi jalanan macet.
Kamu Zefan kan?," Seorang perempuan cantik dengan penampilan sesuai apa yang di bilang mamanya saat meminta Zefan menemui dia.
Baju yang dia pakai pantas di pakai adik dia saja, selain kecil, kependekan dan juga kekecilan.
Dia pakai apa sih ini, dia pinjam baju adiknya kali.
Tapi tunggu kata mama dia ngak punya adik berarti bukan baju adiknya.
Atau ini baju dia lima tahun yang lalu kali ya, kenapa masih di pakai juga sekarang.
Kata mama dia anak orang kaya masa pakai baju kekecilan gini.
Zefan bergidik ngeri melihat baju yang pantas di pakai anak Sekolah.
Bukannya tertarik tapi Zefan malah jijik melihat perempuan yang ada di depannya sekarang.
"Hello kamu Zefan kan?," Melambaikan tangan ke depan Zefan yang lagi melamun.
Hey Zefan kan calon istri itu nanti pulang dari sana ajak belanja belikan baju yang lebih tertutup takut masuk angin kelamaan di luar.
"Iya saya Zefan, silahkan duduk," Sadar dari lamunan yang membuat dia lupa kalau ada orang yang lagi ajak dia bicara.
"Maaf aku telat, tadi sedikit macet," Duduk mepet dekat Zefan dengan menarik kursi meletakkan tepat di samping Zefan.
Lah ini ngapain lagi mepet mepet, dia fikir lagi baik bis terus bisnya penuh makanya mepet gini.
Mama tega menjodohkan aku sama salah satu member cabe cabean.
Batin Zefan menjerit memanggil mamanya tidak tahan lebih lama lagi berada di sana.
"Kenalkan nama aku Vani," Menjulurkan tangan pada Zefan mengajak berkenalan.
"Zefan," Balas Zefan singkat lalu melepaskan genggaman tangan itu, kalau lama bisa bisa panas.
__ADS_1
Bukan panas kena api tapi kan dia member cabean makanya bisa panas.
Jika emaknya tau anaknya yang cantik membahana ini di katai Zefan member cabean bakal di getok tuh kepala Zefan, sesuka hati mengasih julukan sama anak orang.
"Sekarang kita pesan makanan aja," Zefan ingin cepat berakhir siksaan yang menggerahkan itu.
Ini baru pertemuan pertama bagaimana kalau sampai menikah bisa bisa jatuh sudah wibawa dia sebagai pimpinan memiliki istri yang kayak cicak bertemu dinding nempel terus.
"Nanti saja Fan, kita ngobrol dulu," Bergelayut pada lengan Zefan.
Sabar Fan cobaan hidup datang dari mana saja bukan dari tuhan saja tapi juga dari umatnya juga bisa.
"Kita ngobrol sambil makan saja dan juga saya ada janji sama klien habis makan siang," Lama lama di sana tuh anak orang bisa khilaf Zefan dan di dorong ke lantai.
Jahat banget Fan fikirannya, kalau tidak suka tidak gitu juga nolaknya.
Nanggung tau kalau cuma di dorong dari kursi ke lantai mending dari lantai tiga puluh gitu, eh metong dong kalo ketinggian kasihan juga ntar jodohnya merana.
"Iya deh," Pasrah lalu memesan makanan dari pada Zefan memilih pergi.
"Kamu udah tau kan Fan aku baru lulus tahun ini dapat nilai terbaik lagi, aku kerja di Kantor kamu gimana? biar kita tambah dekat dan karyawan kamu juga bisa tau kalau aku calon ibu bos mereka,"
Percaya diri sekali dia bakal jadi istri aku, jadikan pembantu saja aku masih mikir ini apa lagi jadi istri bisa saja kalau aku khilaf atau lupa ingatan.
"Sekarang kita makan aja dulu," Zefan sesekali melihat jam dan berharap hp dia berdering jadi dia punya alasan buat pergi secepatnya dari sana.
"Kalau aku kerja sama kamu, aku jadi sekretaris kamu aja Fan.
Jadi kita bisa terus bertemu," Sambil makan masih bicara juga.
Mood Zefan buat makan hilang seketika mendengar dia yang terus bicara.
"Daddy,"
\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.