My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Sesesak Ini.


__ADS_3

Diantara yang baik maka ada yang jahat juga.


Tidak semua orang baik dan tidak semua orang juga jahat.


Hidup ini seimbang tidak berat sebelah apa lagi bertepuk sebelah tangan, kok ngenes ya kalau bahas itu.


"Pokoknya rencana kali ini harus berhasil buat memisahkan mereka berdua.


Aku ngak mau tau ma, aku ngak mau mereka bahagia di atas derita kita," Sarkas Vani yang masih sangat dendam sama kejadian malam itu.


Harga diri dia di injak gitu saja bahkan tak di anggap.


"Kamu tenang aja sayang, semua sudah mama susun tinggal di jalan kan nanti siang," Bala sang mama yang tidak ada sama sekali mencerminkan sifat sebagai orang tua yang baik.


Seharusnya sebagai orang tua memberi contoh baik bukan sebaliknya yang mengajarkan hal jelek bahkan ikut andil.


"Beneran ya ma, aku ngak sabar menunggu saat itu tiba," Senang tentu saja sebab rencana dia tinggal selangkah lagi buat berhasil setelah itu dia bisa memiliki apa yang menjadi tujuan dari aqal.


"Apa pun mama lakukan demi kamu sayang," Senyum itu tampak smirk yang tidak ada tanda tanda orang kelas atas atau sekedar perempuan terpandang.


Rencana sejak malam itu sudah di susun tinggal menjalani pada waktu yang telah di tentukan.


Semua itu sudah tersusun dengan rapi bahkan tidak ada cela sedikit pun.


Kedua perempuan beda usia itu masuk kamar sebelum nanti siang menjalani aksi nya.


Kenapa harus siang, sebab siang target mereka di jaga sedikit longgar jadi ada celah nanti.


Sebenarnya rencana jahat tidak selamanya berjalan lancar akan ada halangan yang akan menggagalkan atau tidak berjalan mulus.


Siang menjelang, seseorang berjalan masuk ke dalam area Sekolah elit yang cukup di jaga ketat tapi entah apa alasan orang itu hingga bisa masuk dengan mudah tanpa halangan.


"Tunggu di sini aja, itu kan kelasnya," Menunggu tidak jauh dari kelas yang di maksud.


Kelas sebentar lagi bubar maka akan lebih baik menunggu dari jarak dekat.

__ADS_1


Tidak lama, satu persatu murid kelas itu keluar berjalan menuju gerbang, sama halnya di lakukan sama seorang bocah tampan yang berjalan sedikit cepat.


"Awas aja daddy kalau ngak jemput, nanti Iyo ngambek," Ya dia adalah Zio yang sudah terbiasa di jemput Zefan saat pulang Sekolah.


"Cih daddy, itu cuma sebentar lagi," Kesal orang yang mengikuti dari belakang dengan jarak dekat sebab tidak bisa harus mengulur waktu lebih lama.


Hingga sebuah bekapan pada mulut Zio dan kesadaran Zio menghilang.


Dengan cepat dia menggendong Zio dalam dekapan seperti seorang Ibu yang menjaga anaknya yang sakit serta menutup kepalq Zio agar tidak di kenali.


"Loh buk anaknya kenapa?" Sapa satpam jaga gerbang yang melihat seorang menggendong anak yang Sekolah disana.


"Dia lagi kurang enak badan pak tapi maksa Sekolah makanya sekarang kelelahan, permisi pak," Jelas dia lalu membawa cepat ke mobil sebelum di curigai lebih jauh.


Mengizinkan dia pergi sebab tidak bisa menghalangi tidak punya alasan kuat.


Sedangkan dua orang itu lagi menunggu Zio yang tak kunjung keluar padahal jam pulang sudah lewat dan Sekolah sudah mulai sepi.


"Maaf Pak, apa masih ada murid di dalam?" Tanya Iva sebab ini sudah cukup lama menunggu tapi yang di tunggu belum keluar juga.


Berbagai tanda tanya berterbangan di kepala Iva dan juga dia tidak ada menyuruh orang buat menjemput Zio.


"Zi mana Zio?" Zefan hanya menunggu di mobil namun saat Iva balik hanya sendiri.


"Iva juga ngak tau mas, saat Iva tanya tapi udah ngak ada orang lagi," Cemas Iva yang sangat ketara, ini pertama kali Zio tidak ada kabar.


"Kenapa bisa, apa Zizi ada nyuruh orang buat jemput Zio?" Tidak mungkin Zio pulang sendiri tanpa di jemput.


"Ngak ada mas, kan kita udah janji mau jemput Zio.


Gimana ini mas? gimana kalau terjadi sesuatu sama Zio?" Sebagai seorang mommy Iva sangat cemas memikirkan keberadaan Zio yang tidak tau di mana.


Zio tidak bakalan mau pulang sama sembarangan orang atau orang asing.


Lalu kenapa Zio tidak ada? apa sudah terjadi sesuatu sama Zio? ah sudah jangan berfikir buruk dulu.

__ADS_1


"Sekarang kita cari Zio ya, coba masuk ke dalam dan liat cctv biar jelas," Mengajak Iva turun masuk ke dalam buat mencari kebenaran.


Sampai di ruang kantor Sekolah itu Zefan menceritakan kejadian yang menimpa Zio hingga minta izin untuk melihat cctv Sekolah.


Pihak Sekolah mengizinkan sebab merasa bertanggung jawab juga atas semua anak yang Sekolah disana.


Apa lagi ini kejadian masih dalam area sekolah.


Mereka melihat rekaman cctv di depan kelas Zio hingga melihat seseorang yang membekap mulut Zio lalu membawa dengan menutup kepala Zio.


"Itu Zio mas, lalu siapa yang membawa Zio? wajah orang itu ngak keliatan lagi," Ya orang itu memakai masker dan kaca mata hitam hingga wajah nya tidak bisa di kenali.


"Nanti kita cari tau, tapi jangan kabari siapa siapa terutama orang tua Zizi takut mereka juga kwatir," Zefan mengeraskan rahangnya melihat Zio di bawa orang lain.


Zefan bersumpah akan membalas orang itu lebih menyakitkan sebab sudah berani mengusik orang tersayang nya dan membawa pergi Zio.


Apa lagi dengan Iva menangis sungguh Zefan ingin menghabisi orang itu saat ini juga.


"Mas Zio dimana mas? Iva ngak bisa jauh dari Zio," Iva menangis dalam dekapan Zefan setelah kembali masuk dalam mobil.


Informasi orang yang membawa Zio dengan cepat Zefan dapat dengan mudah.


Jangan remeh kan Zefan kalau tidak bisa bergerak cepat pula.


"Sabar Zio, Zio pasti cepat ketemu percaya sama mas ya," Sesak itu yang Zefan rasakan, isakan Iva bagaikan sebuah pukulan kuat buat Zefan.


Lihat saja orang itu akan merasakan lebih dari ini, itu janji Zefan pada dirinya.


"Cari orang itu mas, nanti kalau Zio ketakutan bagaimana? kalau Zio lapar gimana? dia ngjak mau makan sama orang asing mas, Zio sulit menyesuaikan diri di tempat baru kalau sendiri mas dia pasti akan sakit nanti," Sudah Zefan tidak bisa menahan ini lebih lama lagi.


Zio dari kecil sulit beradaptasi sama tempat baru tanpa orang terdekat maka dia akan seperti orang tertekan dan berakhir dengan sakit.


Dulu juga pernah bahkan sampai di rawat di rumah sakit padahal hanya menginap di rumah orang tua Iva.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc


__ADS_2