
"Mas mengerti Zi, tak usah merasa bersalah seperti ini.
Kalau mas di posisi ini pasti akan melakukan hal yang sama juga.
Mas juga tau kenapa Zizi ngak bercerita dari awal mengenai Zio agar ada orang yang mau menerima status Zizi yang udah punya Zio serta menyayangi Zio seperti anak sendiri.
Memang mencari pendamping saat kita udah punya anak sangat sulit.
Kadang mereka hanya menerima kita tanpa mau menerima anak kita.
Mas juga bersyukur karna yang mas sayangi selama ini anak bang Endra,"
Zefan tidak marah atau merasa di bohongi sebab setiap orang melakukan segala sesuatu pasti punya alasan serta tujuan asal selama itu baik.
"Maafin Iva mas," Wajah penuh sesal itu belum juga luntur di wajah cantik itu.
Lagian selama ini Zefan juga berfikir masa Iva yang usia masih muda sudah memiliki anak sebesar Zio dan jika di fikir lagi maka Iva melahirkan tamat Sekolah menengah atas justru itu sangat mustahil lagi.
Tapi apa pun status Iva baik sudah punya anak atau tidak maka Zefan akan menerima tidak ada keraguan buat dia sendiri.
"Udah ngak usah minta maaf lagi, mas ngerti apa yang Iva lakukan akan mas dukung selama itu baik dan tak merugikan siapapun termasuk diri sendiri," Membelai kepala Iva dengan lembut.
"Makasih Va udah menjaga Lisa serta membesarkan Zio hingga sekarang.
Saya sungguh berhutang budi sama kamu Va.
Padahal kamu hanya sahabat Lisa tapi lebih dari saudara sendiri.
Saya akan lakukan apa pun buat membalas jasa kamu, bilang aja nanti kalau butuh bantuan saya dan saya akan selalu siap bantu juga,"
Endra sangat berterima kasih sama apa yang sudah Iva lakukan buat anak serta ibu dari anaknya selama ini.
Kalau tidak ada Iva mungkin dia belum tentu bisa bertemu Lisa bahkan bisa saja tidak akan pernah tau kalau dia sudah punya anak.
Dan disini Zefan sangat beruntung tidak mendapat janda sebagai pendamping malainkan seorang gadis perawan yang sangat cantik.
Tidak sia sia dia memperjuangkan selama ini sampai menentang sang mama yang tidak merestui hubungan yang mereka jalin.
Bagi Zefan status tidak masalah sebab hati dia yang memilih Iva.
__ADS_1
"Abang ngak perlu melakukan apapun buat Iva, Iva hanya minta jaga mereka aja udah cukup buat Iva.
Udah cukup Lisa menderita selama ini, di usir sama keluarga sendiri, koma beberapa tahun serta terpisah sama anak sendiri itu udah menjadi pukulan terberat dalam hidupnya.
Makanya Iva minta ke depannya bahagiakan mereka berdua aja Iva udah seneng,"
"Lagian jika bukan Lisa bahkan orang lain di posisi itu maka Iva melakukan hal yang sama juga.
Bukan karna apa ya Iva sangat suka anak kecil makanya Iva senang aja melakukan ini.
Ada yang bilang Iva perempuan ngak bener karna punya anak tanpa suami tapi keluarga Iva mendukung jadi Iva enjoy aja.
Prinsip Iva ya bang melakukan segala hal asal ngak merugikan diri sendiri dan orang lain maka Iva ngak masalah,"
Kini suasana disana sudah mulai tenang serta bisa bicara dengan kepala dingin.
Siapa sangka anak yang di sayangi selama ini adalah anak abang sendiri jadi dia tidak sia sia menyayangi walau anak orang lain sekali pun.
"Mas beruntung memiliki kamu Zi," Memeluk Iva dari samping.
Kemana lagi dia akan mencari pendamping yang sangat penyayang sama siapa saja.
"Jangan gombal sekarang mas ngak cocok sikon," Katanya jangan gombal sekarang tapi wajah malah bicara jujur.
Cih perempuan suka gitu bilang tidak suka di gombalin tapi giliran tidak di gombali malah bilang cowoknya kaku dan datar.
"Katanya liat sikon tapi wajahnya bicara lain," mencolek pipi Iva yang masih menampakkan semburat merah.
"Ih mas udah, Iva marah nih," Kesal Iva di gombali aja udah bersemu ini malah di pegang lagi makin merah wajah Iva.
"Mana ada orang marah bilang bilang," Goda Zefan membuat wajah Iva tambah merah.
"Udah ah Iva beneran marah, lebih baik Iva mencari Zio sekarang," Berdiri dari sana dan melangkah keluar lalu menghubungi seseorang.
'Halo bagaimana udah ada kabar?"
Tanya ini to the point tanpa basa basi bukan waktu buat sekedar menyapa.
,,,,,
__ADS_1
'Ok pantau terus jangan sampai lengah'
Panggilan itu terputus sepihak oleh Iva.
Orang kepercayaan keluarga Iva juga sudah bergerak baik mencari Zio yang mana tidak akan sulit buat melaksanakan itu.
Orang yang bekerja sama keluarga itu orang pilihan serta bisa di percaya tidak akan berkhianat.
"Siapa Zi?" Zefan datang di saat Iva sudah selesai bicara hanya kata terakhir yang bisa di dengar.
"Orang kepercayaan papa mas," Jujur Iva yang tidak berani bohong lagi lagian buat apa bohong kalau jujur jauh lebih indah.
"Apa kata dia?" Kepo ya pak mas ganteng atau takut di tikung ya karna punya calon istri cantik gitu.
"Dia cuma bilang kalau lokasi Zio udah di temukan dan dalam pengawasan mereka," Jelas Iva singkat sambil memperhatikan lokasi yang sudah di kirim barusan lewat telpon pintar itu.
"Orang mas juga udah menemukan lokasi Zio," Ternyata kerja cepat juga orang orang mereka, kemampuan yang tidak bisa di ragukan lagi bahkan belum sampai setengah hari sudah tau dimana lokasi.
"Biarin aja dia bermain sedikit mas setelah itu kita kasih hadiah," Jika ada orang yang berani bermain sama mereka maka akan dapat hadiah yang tak terlupakan.
"Tapi gimana Zio? nanti dia ketakutan kan Zizi yang bilang tadi," Cemas Zefan soalnya Iva bilang gitu tadi, Zio takut sama tempat baru makanya akan lebih baik bertindak cepat.
"Mas tenang aja penculik itu bodoh, dia tidak tau lagi sama siapa dia bermain," Seringai Iva menunggu sebentar lagi sebelum memberi sedikit hadiah pada orang itu.
"Ya udah mas ikut apa kata Zizi aja," Masuk ke dalam lagi menemui orang tua baru eh bukan baru tapi baru tau kalau sudah punya anak yaitu bang Endra.
Lah Iva tidak jadi marah sama Zefan, kan tadi bilangnya marah.
Udah lah lupakan saja kalau damai itu indah kenapa harus marahan.
"Va gimana Zio sekarang?'' Walau sudah mulai tenang dalam dekapan Endra tetap saja sebagai seorang ibu belum akan tenang ssebelum anaknya dia lihat baik baik saja.
" Kamu tenang aja Sa, Zio aman kok," Meyakinkan Lisa kalau sekarang Zio baik baik saja dan aman.
"Tapi Va," Belum sempat Lisa bicara sudah di potong Iva.
"Kamu percaya sama Iva, apa pernah selama ini Iva ngecewain kamu," Itu lah kata kata yang pas buat menenangkan Lisa yang dalam masih keadaan gelisah.
Lagian Iva tidak mungkin bisa tenang kalau Zio belum tau keadaan, apakah baik baik saja atau tidak.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.