
Kelahiran, maut, jodoh serta rezeki tidak ada yang tau kapan datang, tapi tidak salah jika mengharapkan hal baik demi hidup.
Lahir kedunia kita tidak tau kapan serta pada orang tua mana kita akan di lahirkan, maut jika kita bisa berharap maka kita akan meminta waktu lebih lama lagi agar bisa memperbaiki diri.
Jodoh, kadang kita mengharapkan dia namun yang kita dapat beda tapi balik lagi sama sang Pencipta sebab dia tau mana yang terbaik buat kita.
Kadang kita di beri ujian dulu sebelum menemukan kebahagiaan.
Harus merasakan sakit dulu sebelum bahagia datang.
Rezeki, itu semua bisa kita usahakan dan hasil nya kita serahkan pada sang penguasa langit dan bumi.
Jangan pernah sekali kali berkata rezeki sudah di atur Tuhan maka tak perlu repot repot.
Hey ibarat kata rezeki tidak akan kemana mana tapi kalau kita tidak kemana mana maka rezeki itu tidak akan datang menghampiri.
Seperti mereka berdua yang sudah lama terpisah namun takdir berusaha mempertemukan mereka lagi.
"Aku merasa tak salah liat hari itu, tapi kenapa belum ada kabar juga," Maksud hati pulang hanya ingin menghadiri acara pertunangan sang adik namun tuhan berbaik hati memberi jalan.
"Apa aja kerja mereka, cari satu orang aja ngak becus.
Kota ngak terlalu besar jika mereka kerja benar," Dia adalah Endra yang mencari orang yang sudah lama hilang dari pandangan nya.
"Liat aja kalau sampai besok mereka ngak membawa hasil katakan selamat tinggal pada dunia," Bukan, bukan dia kejam hanya saja sudah terlalu lama dia menunggu hari ini ketika ada celah malah lama membuahkan hasil.
Sejak hari itu melihat keberadaan Lisa dia terus memikat gadis itu hingga kini hilang jejak lagi.
Kepulangan dia kali ini ada hasil namun belum sepenuhnya.
Kenapa gadis itu sulit di temukan bahkan mereka tinggal di kota yang sama tapi sulit di jangkau.
Seperti ada orang yang menyembunyikan dia tapi siapa?.
"Lebih baik aku ke kantor Zefan aja cari kesibukan dari pada duduk tak jelas gini," Saat ini waktu masih pagi sekitar pukul sepuluh dan Endra hanya mengurung diri di dalam kamar seperti gadis perawan.
Mengendarai mobil dengan kecepatan sedang setengah jam berlalu Endra sampai dan langsung masuk tanpa bertanya dulu pada penjaga depan.
Sampai di lantai ruangan Zefan, tanpa bertanya langsung menuju pintu.
__ADS_1
"Pak maaf, bapak tidak bisa masuk," Cegah Ana sekretaris Zefan yang duduk di depan ruangan itu.
"Kenapa?" Menghentikan langkah kaki dan bertanya.
"Pak Zefan lagi bersama mbak Iva," Beri tau nya ada Iva di dalam ruangan Zefan.
"Lalu," Menuju ruangan Zefan dan membuka pintu.
Belum sempat masuk hanya kepala yang mendongak Endra sudah melihat pemandangan yang membuat dia iri.
"Kenapa ngak bilang kalau mereka seperti ini di kantor," Gerutu Endra berbalik menahan kesal.
Bisa bisa adiknya itu berbuat mesuk di kantor ya walau hanya sekedar ciuman tapi posisi mereka yang membuat Endra iri sebab Iva duduk di pangkuan Zefan dengan tenang seperti sudah terbiasa.
"Maaf Pak, saya juga tidak tau.
Namun pak Zefan selalu berpesan kalau mbak Iva datang jangan biarkan siapa pun masuk, kecuali ada keadaan darurat saja," Jelas Ana menundukkan kepala.
Walau Ana tidak pernah melihat langsung apa yang mereka berdua lakukan di dalam sana namun sebagai perempuan dewasa Ana sudah pasti bisa menebak sendiri.
"Ais merusak mood aja," Mengambil hp lalu mengirim chat.
Endra mengirim chat pada Zefan namun tidak lama dapat balasan.
Ada yang panas tapi bukan api, makanya masuk ruangan orang ketuk pintu dulu.
Balas Zefan dengan emoji mengejek.
Disini siapa yang salah Zefan apa Endra sih? kenapa mereka berdua saling menyalahkan tidak ada yang mengalah.
Udah lah biar jadi urusan mereka berdua.
Endra memilih pergi dari sana, niat hati ingin mencari kesibukan siapa tau bisa membantu pekerjaan Zefan namun dapat pemandangan yang ah sudah lah.
"Perbuatan mereka berdua merusak mata suci ku aja, eh tunggu dulu ini mata masih suci atau ngak ya aku juga ngak tau, udah lah anggap ngak aja," Memilih keliling perusahaan itu buat melihat lihat setelah sekian lama tidak kesana hampir lima tahun.
Dulu Endra pernah bekerja juga disana walau tidak lama hanya beberapa tahun sebelum sang mama masuk mengusik dia tentang dia di saat dia sudah punya pilihan sendiri.
Tapi dia beruntung sang adik tidak terpengaruh sama rencana mamanya yang berniat menjodohkan Zefan juga, sebab di jodohkan itu tidak enak dan belum tentu bahagia tapi bukan berarti perjodohan akan berakhir menderita semua ya.
__ADS_1
"Pak Endra kapan kembali?" Sapa seseorang yang di lewati , orang itu kenal Endra sejak pertama kali Endra mulai menjabat di kantor itu.
"Baru beberapa hari yang lalu pak, saya lanjut ya pak," Endra melanjutkan langkah menyusuri setiap lorong itu lalu turun lagi melihat yang lain.
"Masih sama seperti dulu dan ada sedikit kemajuan.
Kamu memang pantas memegang perusahaan ini Fan," Endra masih ingat saat terakhir meninggalkan kantor itu dan saat dia kembali kini ada kemajuan yang di alami Zefan.
"Siang Pak," Bagi yang mengenal Endra maka akan menyapa sebab kedua anak dari pemilik perusahaan itu tidak pernah membedakan orang orang kantor hanya karena jabatan.
"Bapak kapan kembali?" Sapa yang lain lagi.
"Apa bapak akan masuk perusahaan lagi?" Mereka tidak segan menyapa atau hanya sekedar bertanya sebab akan mendapatkan jawaban langsung.
Tapi tetap di batas wajar.
"Saya hanya berkeliling melihat lihat saja dan juga saya udah punya usaha sendiri jadi perusahaan ini biar Zefan aja yang hendel," Jelas Endra lalu lanjut lagi.
Bangga sama cara pemimpinan Zefan sebab banyak karyawan lama yang masih betah bekerja disana.
Kebetahan karyawan kerja di suatu perusahaan ada dua kemungkinan pertama bos yang baik atau gaji yang besar.
Tapi kalau keduanya bisa di dapat maka mereka akan berfikir berkali kali sebelum keluar.
Saat asik berkeliling hp Endra berbunyi.
"Cepat katakan kabar baiknya, kalau bukan kabar baik maka cepat gali sendiri lubang kubur kalian," Sudah lah tadi di puji baik dan ramah sekarang bicara pedas.
Ya setiap orang baik pasti punya sisi jahat juga tetap pada kondisi serta situasi tertentu.
Baik bukan berarti lemah, lemah bukan berarti penakut.
"Lapor tuan, gadis yang tuan cari ada di daerah K tinggal di rumah besar bercat putih tapi kita tidak bisa masuk sebab penjaga sana melarang," Lapor orang suruhan Endra yang sudah menemukan orang yang di maksud Endra.
"Kerja bagus, terus awasi dia," Mematikan sambungan itu sepihak seperti biasa.
"Tunggu aku jemput,"
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bersambung👌👌