My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Penjelasan.


__ADS_3

Pagi sekali bahkan belum sarapan Zefan sudah pergi dari rumah, tujuannya satu yaitu mencari keberadaan Ziva yang belum diketahui sejak kemarin sore.


Dengan panggillan serta chat yang tidak di balas hingga pagi ini Zefan memutuskan pergi ke Sekolah Zio pagi pagi agar bisa bertemu Ziva karena ini bukan akhir pekan berarti Zio tidak libur Sekolah.


"Tapi aku bingung, kata Ziva dia bekerja disana namun kemarin satpam itu memanggil dia non.


Apa sebenarnya yang terjadi kenapa bisa berbeda begini.


Dan juga kenapa mereka sampai tadi malam belum mendapat kabar dimana Ziva berada.


Kenapa untuk mencari tau tentang Ziva begitu sulit seperti ada yang menutupi," Baru menyadari akan suatu hal yang sebenarnya kalau di teliti banyak kejanggalan disana. Hingga akhirnya memutuskan mencari ke Sekolah Zio.


"Semoga mereka ada di Sekolah dan aku bisa jelaskan apa yang terjadi," Melaju cepat supaya sampai sebelum jam kelas mulai.


Setengah jam Zefan sampai di Sekolah Zio yang masih tampak sepi hanya ada satpam jaga di sana.


"Hufftt untung belum pada datang," Duduk di kursi yang tersedia di dekat taman depan gerbang Sekolah.


Lima belas menit menunggu orang yang dicari datang dengan menggunakan sebuah mobil.


"Untung Zio Sekolah kalau ngak kemana aku harus mencari mereka berdua lagi, keberadaan mereka sangat sulit di lacak," Menghampiri mereka yang baru turun mobil berjalan ke arah gerbang.


"Zio," Panggil Zefan dan Zio menoleh ke sumber suara hingga berlari kesana dan di gendong Zefan seketika.


"Daddy, Zio masih kangen daddy dan mozi mengajak Zio pergi kata mozi daddy banyak kerjaan kemarin,"Cerca Zio disertai wajah khas yang cemberut itu.


Suka sekali memasang wajah menggemaskan itu kalau lagi bicara dengan nada yang membuat orang mendengar ingin mencubit pipi cuby itu.


" Maafin Daddy ya tampan, nanti pulang Sekolah daddy jemput sekarang daddy antar ke dalam dulu ya," Mengacuhkan Ziva yang sedari tadi diam mematung memperhatikan interaksi mereka berdua.

__ADS_1


"Kok malah Iva yang di cuekin, Zio Zio kalau udah bersama daddynya lupa kalau dia punya mozi.


Bagaimana bisa Iva bisa menjauhi mas Zefan sedangkan Zio sangat butuh kasih sayang dari seorang Ayah.


Maafin mozi Zio sempat berfikir ingin menjauhi kamu dari daddy yang nyatanya kalian saling menyayangi," Terharu sama kasih sayang yang Zefan berikan pada Zio yang memang tidak terkesan dibuat buat di depan Ziva hanya untuk mencari perhatian.


Ziva memilih menunggu di kursi yang ditempati Zefan tadi, jika sudah seperti ini maka menunggu yang bisa Ziva lakukan.


Sepuluh menit Ziva menunggu baru Zefan keluar lagi.


"Maaf mas melupakan mu kalau lagi bersama Zio, mas masih kangen sama Zio," Duduk di samping Ziva.


"Ngak apa mas, Iva ngerti dan ngak masalah di nomor duakan kalau kalian lagi bersama yang penting bagi Iva Zio bahagia," Balas Ziva karena bagaimana pun kebahagiaan Zio yang utama bagi Ziva.


"Ikut mas ya, ada yang mau mas bicarakan," Menggandeng tangan Ziva menuju mobil tanpa meminta persetujuan dulu.


Membukakan pintu mobil buat Ziva dan menutup kembali setelah Ziva masuk.


"Kita mau kemana mas?" Ini bukan jalan menuju kantor Zefan atau restaurant dimana Ziva biasa berada.


"Ke suatu tempat, kamu tenang aja mas ngak akan ngapain kok," Hanya ingin menghabiskan waktu berdua dan menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi kemarin.


Setengah jam mobil yang Zefan kendarai memasuki sebuah gerbang dan terus melaju hingga sampai pada sebuah taman bunga yang sangat indah namun masih sepi karena ini masih pagi.


"Kita ngapain ke sini mas? ini sepi lo," Was was takut Zefan berbuat jahat sama dia.


"Hey apa yang ada di otak kecil ini? mas mau bicara bukan mau ngajak berbuat mesum, kalau mas mau bukan ke sini mas ajak melainkan kehotel" Mengusap kepala Ziva dengan lembut karena apa yang Ziva fikirkan bukan itu maksud Zefan mengajak dia kesana.


Bagaimana bisa dia punya niat seperti itu karena dia bukan laki laki brengsek yang suka menyakiti perempuan terlebih pada perempuan yang di suka.

__ADS_1


Ya, walau mengingat juga belum ada ikatan diantara mereka berdua setidaknya dengan Ziva memberi kesempatan itu yang akan Zefan manfaatkan agar hubungan mereka kian jelas.


"Yuk turun," Berjalan bersama ke sebuah kursi yang ada disana.


"Kenapa kemarin langsung pulang tanpa pamitan dulu sama mas? apa kamu kemarin mendengar apa yang mas bicarakan sama mama?" Ziva diam saja tidak mau menjawab karena memang dia mendengar apa yang mereka bicarakan walau tidak semua.


"Mas anggap diam kamu ini tau ya, dan mas juga tau kamu memberi alasan mas sibuk pada Zio hanya ingin menghindar aja kemarin,"


"Seperti yang kamu ketahui mas memang di jodohkan mama sama anak temannya tapi mas menolak semua itu dengan berbagai alasan mas menolak tapi yang jelas perasaan seseorang ngak bisa di paksa dan mas hanya suka sama kamu.


Mas ngak mau menjalani hubungan tanpa ada rasa sama pasangan dan pada akhirnya akan saling menyakiti.


Karena disini hanya kamu yang akan mas perjuangkan bukan yang lain.


Jangan pernah berfikir buat menjauh dari mas karena itu ngak akan pernah terjadi.


Jangan menghindar seperti kemarin lagi, mas mencari ke rumah kamu lagi tapi kata satpam disana kamu ngak pulang kemarin," Zefan tidak mau dulu membahas mengapa satpam itu memanggil Ziva non karena itu tidak penting sekarang.


"Mama mas sudah benar mas, kita jauh berbeda ngak mungkin bisa bersatu dan status Iva udah punya anak.


Apa kata karyawan atau rekan kerja mas kalau sampai kita bersama karena mas menjalin hubungan sama orang yang udah punya anak.


Mas berhak mendapat perempuan yang masih sendiri," Ini alibi atau hanya ingin melihat kesungguhan Zefan saja, entah hanya author yang tau.


"Ssstttt,,, jangan membahas status yang ngak penting itu.


Jangan fikirkan omongan orang yang penting kita bahagia.


Sekarang mas tanya bagaimana perasaan Iva sama mas?, jawaban Iva akan menentukan langkah apa yang harus mas ambil nanti,"

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2