
Mendengar pertanyaan itu sontak saja dia orang itu menoleh ke belakang dan terlihat dia orang yang lagi berdiri di depan pintu.
Melangkah maju ke tempat duduk yang berhadapan sama Zefan dan Vero.
"Siapa yang menyembunyikan siapa?" Pertanyaan itu di ulang lagi karena belum mendapatkan jawaban.
"Bukan apa apa pak, kami cuma penasaran sama pimpinan baru perusahaan ini yang sampai sekarang belum menampakkan diri di depan publik" Kali ini Vero yang menjawab mewakili jawaban Zefan
Ya memang benar mereka berdua tadi lagi membahas pimpinan baru perusahaan ini.
"Saya kira apa, begini saja Saya beri sedikit jawaban walau sebenarnya tidak memuaskan buat bapak bapak berdua.
Pimpinan perusahaan ini kenapa sampai sekarang belum menampakkan diri karena beberapa hal pertama usia dia yang masih muda, kedua dia jarang ada di negara ini, ketiga ada hal yang belum dia selesaikan dan yang terakhir ini pasti bapak bapak tidak menyangka kalau pimpinan baru perusahaan ini seorang perempuan" Jelas dia panjang lebar mengenai pimpinan perusahaan itu.
Mereka berdua mencerna jawaban yang sedikit tidak masuk akal itu.
Di luar sana banyak orang yang berlomba lomba menunjukkan jabatan yang di miliki namun tidak dengan pimpinan perusahaan ini yang memilih di balik layar saja.
"Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita mulai meeting ini, silahkan" Dia hanya akan memberi jawaban atas pertanyaan itu jika suatu perusahaan sudah lama menjalin hubungan dengan perusahaan K'SYA group kalau masih kategori baru atau baru tiga tahunan ini maka jawaban apa pun tidak akan pernah mereka dapat.
"Terima kasih atas waktunya dan semoga kerja sama ini berjalan lancar" Meeting yang berjalan satu jam lebih itu selesai juga dan mereka saling bersalaman.
"Iya terima kasih pak, kalau begitu kami permisi dulu" Zefan dan Vero meninggalkan ruangan meeting itu dengan hasil rapat yang mereka inginkan.
"Ver menurut kamu jawaban tadi ada yang janggal tidak?" Masih saja memikirkan hal yang sebenarnya nanti akan terjawab juga hanya waktu yang belum pas.
"Memang ada yang janggal pak tapi sebelum itu kan sudah di beri tau kalau jawaban dia tidak akan memberi kepastian" Mereka berdua berjalan menuju parkir mobil tadi balik lagi ke kantor karena memang belum jam pulang kantor.
Di ruang Meeting tadi dua orang itu masih duduk di sana.
__ADS_1
"Sampai kapan dia begini terus sembunyi walau tidak di sembunyikan" Ya orang ini memang tau siapa pimpinan perusahaan ini tapi tidak bisa memberi tau pada kolega bisnis baru yang menanyakan dimana pimpinan mereka.
"Harus bagaimana lagi pak, Ibuk pimpinan sendiri yang berpesan seperti itu.
Tapi saya salut sama beliau di usia muda sudah sukses dan memiliki usaha sendiri juga selain perusahaan ini" Perempuan ini sekretaris pribadi orang yang ada di sampingnya.
Walau masih tergolong baru dan mereka dekat tapi tetap belum tau siapa pimpinan perusahaan itu dan yang jelas satu peraturan perusahaan itu paling tidak boleh di langgar yaitu hormati tiap siapa saja yang datang karena di antara mereka ada pimpinan kalian.
Namun bukan berarti peraturan lain boleh di langgar juga hanya saja yang satu itu paling di tekankan supaya saling menghargai.
Setiap peraturan sudah punya sangsi sendiri jika di langgar.
"Ya sudah saya mau ke ruangan dulu" Berjalan sendiri menuju ruangan yang jarang orang bisa masuk ke dalam sana.
"Ternyata Ibu sudah berada di ruangan saya, maaf membuat Ibu lama menunggu" Membungkukkan badan tanda hormat.
"Tidak apa Bu, ini hasil meeting barusan" Menyerahkan file yang di bawa, tadi dia lambat kembali ingin menyusun hasil meeting tadi karena sudah tau kalau bosnya pasti sudah ada dalam ruangan ini.
"Hasilnya bagus, apa ada kendala pak?" Meneliti hasil meeting itu yang menurut dia tidak mengecewakan dia selama ini.
"Tidak ada Bu, hanya saja mereka penasaran sama pimpinan perusahaan ini yang sampai sekarang belum menunjukkan diri dan saya hanya menjawab seperti biasa" Memang apa lagi jawaban yang bisa di berikan selain seperti itu.
Sebenarnya dia juga tidak tega setiap kali di tanya seperti itu namun apa daya kalau pimpinan itu belum mau muncul langsung hanya memantau dari balik layar saja.
Walau demikian semua perkembangan perusahaan dia tau atau menyelidi dulu tentang perusahaan yang mengajukan kerja sama.
"Maaf ya pak, belum saatnya saya muncul dan juga dia belum kembali sampai sekarang" Dia yang di maksud itu sampai sekarang bapak ini belum tau siapa, apakah perempuan atau laki laki.
"Bapak tau tidak mudah menjadi saya yang harus menjalani banyak peran dalam satu waktu dan harus fokus dalam semua itu" Tampak jelas wajah letih sama perempuan muda itu.
__ADS_1
Apa dia tidak punya orang kepercayaan buat berbagi pekerjaan atau dia sulit percaya sama orang hingga harus menjalani kesibukan itu sendiri.
"Saya mengerti Bu, maaf kalau sudah membuat Ibu sedih" Merasa tidak enak hati juga setelah mendengar keluh kesah itu, sebagai perempuan pasti tidak mudah menjalani semuanya tapi dia selalu tegar.
"Yang sudah pak kalau tidak ada lagi saya pamit dulu, silahkan lanjutkan kerjaannya" Bangun dari duduk pergi dari ruangan itu.
Di kantin kantor itu terlihat seorang anak kecil di temani pengasuhnya lagi asik sama makanan yang di pesan.
"Mbak mozi mana? kok lama baliknya" Zio anak kecil yang tampan dan pintar selalu tidak pernah merepotkan semua orang kecuali saat bangun tidur tidak melihat Ziva.
Pernah suatu hari Ziva lupa pamit Sam Zio hingga penghuni rumah itu kewalahan menenangkan Zio.
Dan alasannya mengapa ribut saat tidak melihat Ziva adalah Zio berkata kalau saat Zio bangun tidur mozi tidak ada itu sama seperti bumi tanpa matahari.
Sejak saat itu Ziva selalu menunggu Zio bangun tidur setelah itu baru bisa di tinggalkan.
"Sebentar lagi mungkin den Zio, sekarang habiskan dulu makanan nya ya" Membantu Zio makan karena tadi Ziva berpesan supaya makanan Zio habis sebelum dia kembali.
Zio menurut tidak mau sampai Ziva marah kalau tau makanan itu belum habis juga.
Pulang menjemput Zio Sekolah tadi mereka belum pulang ke rumah langsung balik ke kantor lagi.
Dan untuk mbaknya di minta datayke Sekolah Zio tadi.
"Mbak daddy kenapa tidak pernah pulang ya? apa daddy ngak suka sama Zio hingga ngak pernah pulang?" Pertanyaan itu membuat pengasuh itu terdiam sebab dia sendiri tidak tau dimana keberadaan daddy Zio sebab Ziva tidak pernah cerita.***
\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1