
Dalam kamar yang bernuansa khas pria itu dan juga lagi di masuki sama dua pria tampan, maka klop lah jadi kian kerasa kamar prianya.
Author ngomong apa ya, kurang ngerti juga mangap ya🙏🙏.
Kedua lelaki tampan yang tiada duanya itu masuk kamar setelah meninggalkan bang Endra dan kedua yang tuanya buat berbincang meluruskan apa yang seharusnya di luruskan.
"Zio beneran mau nginap di sini?" Mendudukkan Zio di ranjang beralaskan abu itu.
"Iya daddy, Iyo kan udah janji sama papa kalau Iyo mau bobok sama papa," Jawab polos Zio seperti anak kecil biasa nya.
"Sekarang udah makin pintar ya udah mau pisah tidur sama mozi," Membelai kepala Zio dengan penuh kasih sayang.
Sejak tau kalau Zio anak abang nya Zefan makin sayang sama Zio, bagaimana tidak sebelum tau saja sudah tertarik serta menyayangi Zio apa lagi sekarang darah mereka sama jadi rasa sayang itu kian hari makin bertambah.
"Kata mozi Iyo harus harus sayang sama papa seperti Iyo sayang sama daddy.
Kata mozi Iyo ngak boleh cuma sayang sama daddy aja nanti papa sedih.
Papa kan juga sayang sama Iyo jadi Iyo juga harus sayang sama papa, gitu daddy," Zefan tertegun mendengar ucapan Zio yang seperti orang dewasa dan juga ajaran Iva yang di ingat jelas di kepala Zio.
Sudah membesarkan Zio hingga sekarang serta ajaran baik yang Iva berikan sungguh calon istri serta mommy idaman.
Beruntung sekali Zefan memiliki Iva dan juga cepat bertemu kalau tidak bisa saja jadi milik orang.
"Anak daddy makin pintar sekarang ya daddy bangga sama Zio," Siapa yang tidak bangga coba, siapa pun pasti bangga kalau punya anak sepintat plus setampan Zio.
"Iya dong daddy, Iyo harus pintar kan sekarang Iyo punya serta dua, punya daddy papa dan mozi mama.
Berarti kalau daddy papa dua Iyo punya opa dua juga daddy yey yey.
Nanti Iyo juga mau punya adik dua daddy sama apa ya daddy namanya Iyo lupa," Fikir Zio sejenak sambil memegang kepala.
"Seperti apa Zio ingin," Tanya Zefan yang juga tidak ngerti maksud Zio.
"Itu yang seperti daddy dan mozi, apa namanya daddy," klue yang Zio beri.
"Istri dua," Jawab cepat Zefan dan langsung di angguki sama Zio.
"Iya daddy Iyo mau istri dua, biar semua serba dua daddy biar adil," Masha Allah siapa yang mengajari ini pada anak di bawah umur.
__ADS_1
Mana ada konsep punya daddy sama mommy dua di sangkut pautkan sama punya istri dua.
Program pemerintah saja cuma dua anak lebih baik bukan dua istri ya Zio.
Kalau dua istri bukan lebih baik tapi lebih baik gelud tiap hari kalau tidak bisa adil.
"Hey tampan nya daddy ngak boleh punya istri dua.
Lelaki sejati hanya setia pada satu wanita ok," Nasehat Zefan yang di jawab polos sama Zio.
"Biar adil daddy, kalau ibarat timbangan ya daddy sebelah kanan dua dan sebelah kiri satu maka ngak imbang daddy," Itu beda lagi konsep nya Zio.
Kalau nimbang emang harus sama berat tapi kalau serba dua hanya punya istri dua yang di larang, daddy harap sampai sini Zio ngerti.
"Contoh seperti ini, Zio sayang sama daddy dan papa tapi yang sayang sama Zio hanya papa daddy ngak, gimana perasaan Zio?" Daddy harap Zio ngerti ya, jangan macam macam lagi.
Mau punya istri dua besar juga belum dan belum tentu juga mana ada perempuan yang mau di duakan.
"Ih daddy gimana sih, kan daddy juga sayang sama Iyo.
Daddy jangan bohongi Iyo ya, Iyo bukan anak kecil yang bisa di bohongi," Rajin Zio kepada Zefan.
Sumpah demi apa yang bilang Zio sudah besar siapa coba.
"Tanya sama mozi nanti kalau pulang besok, sekarang siap siap buat bobok ya nanti daddy antar ke kamar papa," Bisa panjang ceritanya kalau di lanjutin obrolan yang sulit di jelaskan sama anak kecil yang tidak mau di anggap kecil.
Ampun bang jago.
Zio menuruti perintah Zefan buat siap siap tidur.
mengganti dengan baju tidur, gosok gigi dan cuci muka.
"Eh bang sini dulu, Zio lagi ganti baju," Panggil Zefan saat melihat bang Endra membuka pintu kamar.
"Bicarain apa tadi?" Nah bapak satu mulai keluar jiwa kepo.
"Kalau di jelaskan abang ngak akan ngerti," Zefan yang sudah jelaskan tidak bisa.
"Kenapa gitu, coba bilang siapa tau abang ngerti," Desak bang Endra yang ingin tau.
__ADS_1
"Iya deh, tapi kaget di tanggung sendiri ya bang," tidak mau ambil resiko Zefan padahal tinggal cerita beres kan, gitu aja repot.
"Udah cepat tinggal cerita aja repot amat.
Iya kaget di tanggung dana kantor puas, cepat cerita," Tidak nyambung bang, hellow siapa yang bisa perbaiki isi kepala bang Endra ini.
"Zio bilang dia senang sekarang sebab punya serba dua yaitu daddy papa dan mozi mama serta opa juga dua," Langsung di potong sama bang Endra sebab dalam penjelasan Zefan tidak ada unsur kaget sama sekali, wah bohong nih orang.
"Terus kagetnya di mana? biasa aja," Lah si geblek orang belum selesai bicara malah di salip awas nabrak ntar.
"Makanya kalau orang lagi bicara jangan di potong," Kesal Zefan sama abang semata wayangnya.
"Mati dong kalau di potong," Nah malah ngajak becanda.
"Iya leher lo bang gue potong biar mati," Lama lama beneran di potong juga tuh leher.
"Sorry ngak lagi, lanjutin," Senang ya udah bikin orang kesal.
"Terus Zio bilang biar adil maka dia nanti ingin punya dua istri juga,"
BBRRUUKK...
Ada yang jatuh tapi bukan durian tapi bang Endra dari tempat duduk.
Berdiri sambil mengusap bokongnya yang mencium lantai.
"Itu siapa yang ngajarin, wah ngak bener ini mau istri dua katanya.
Ingus masih lewat hidung aja mau punya istri dua," Respon bang Endra jauh lebih dari sekedar kaget.
Bukan kaget lagi tapi nyungsep ke lantai.
"Nah kan apa gue bilang bang, pasti kaget kan," Cukup puas dengan melihat bang Endra jatoh dapat di bayangin sakitnya di mana.
"Belajar dari siapa dia dapat kata itu?" Heran bang Endra yang tidak bisa di sembunyikan seperti rasa sakitnya bokongnya itu.
"Mana gue tau bang, gue juga bingung.
Udah sana pindah kamar Zio juga udah selesai," Usir Zefan saat melihat Zio sudah selesai ganti baju dan terlihat masih tampa.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Tbc.