
Ingin bahagia tak harus mengorbankan seseorang atau menjadi korban kalau bahagia bisa di dapat dari cara sederhana.
Bahagia sesungguhnya hanya bisa bersama orang tersayang tanpa harus menyakiti atau tersakiti.
Bahagia tidak sesederhana kata yang ada, bahagia kita dapat dengan perjuangan serta berjuang bersama.
Malam setelah obrolan yang cukup serius bagi Rara yang jarang di lakukan Iva bahkan itu terbilang pertama kali Iva lakukan hanya buat sekedar menguji kejujuran mereka saha dan apa yang terjadi bahkan Zio kecil yanh jujur.
Memang anak kecil bisa bohong begitu kira kira isi fikiran mereka bertiga.
"Pagi mozi yang cantik, pagi aunty yang cantik di bawah mozi, dan pagi juga mbak Rara yang cantik biasa aja," Sapa Zio yang datang dari atas yang mengambil tas Sekolah lupa dia bawa ke bawah alhasil jadi naik lagi.
Mereka bertiga terdiam mendengar sapaan yang awal sangat manis, kedua lumayan manis tapi yang terakhir jadi sepet.
"Pagi juga tampan," Balas Iva senang dapat pujian pagi pagi.
"Pagi juga Zio," Ujar Lisa yang cukup senang walau berada di tingkat dua.
"Rara belum makan apa pun kok udah sepet ya," Rara tertegun yang di katakan cantik saja.
Yang benar saja Zio berkata itu? apa dia yang salah dengar atau Zio yang salah ucap?.
Iva dan Lisa hanya tertawa renyah sebab mendengar ucapan Zio serta tanggapan Rara yang tak kalah mengiba.
"Ngak boleh gitu iyo, siapa bilang mbak Rara cantik biasa aja coba tanya pak dosen tampan pasti di bilang sangat cantik.
Tapi kalau menurut mozi juga biasa berarti kita satu partai," Makin nyes hati Rara setelah di lambung tinggi lalu di lepas gitu aja hingga nyungsep ke dasar bumi.
Sudah senang tadi di bela tapi hanya bualan saja.
Hello apa tidak ada yang mau membela Rara dengan ikhlas, pak dosen pujaan hati mu di nistakan pagi pagi tolong pak dosen.
"Mak mau pulang disini semua orang jahat sama Rara," Teriak Rara dramatis hingga mendapat tabokan gratis yang datang tanpa di undang.
Mak, satu kata itu membuat hati Iva tersayat sebab harus bohong sama Rara akan kenyataan yang ada.
Belum saatnya dia tau dan juga perlakuan orang tua Rara sekarang sangat baik selama ini seperti anak kandung sendiri jadi tidak ada yang perlu di ragukan lagi.
"Udah sekarang makan, nanti telat lagi," Iva menengahi sebelum terlanjur jauh becanda di depan makanan tidak baik.
__ADS_1
Mereka berempat sarapan dengan tenang hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.
Selesai sarapan semua beberes buat berangkat menuju tujuan masing-masing.
Iva berangkat bertiga bersama Rara dan Zio.
Sedangkan Lisa sendiri menggunakan mobil yang di kendarai sendiri sebab hari ini mulai bekerja.
Mobil yang Iva kendari berjalan duluan, mereka berbeda arah dan Lisa yang berada di belakang.
Baru sampai depan mobil Lisa sudah ada yang menghadang siapa lagi kalau bukan Endra sudah menunggu lima belas menit yang lalu.
"Ngapain sih ngalangin aja, nanti aku telat lagi," Ketus Lisa paling anti kalau jalan dia ada yang halangi, itu berlaku buat semua orang tanpa kecuali.
"Kok pagi pagi udah marah aja, sini biar aku antar," Kalau mau mengantar tidak perlu seperti itu bisa bilang dari semalam kan sudah punya nomor masing-masing, ini bukan zaman batu yang harus menunggu tanpa memberi kabar.
"Bentar," Berjalan ke pos satpam.
"Pak tolong masukin lagi mobil Lisa ya, makasih pak sebab ojek Lisa udah jemput," Ucap Lisa yang sengaja mengeraskan suara agar bisa di dengar sama Endra dan ternyata benar.
Ojek, dia kira gue abang tukang ajek apa untung sayang.
Tak apa lah asap jadi tukang ojek pribadi Lisa seorang.
"Udah?" Ah kalau tidak ingat yang bicara orang tersayang nya sudah Endra lempar ke got biar tau rasa.
"Udah, yok berangkat pak supir.
Hati hati jangan ngebut saya belum nikah," Itu ngasih tau atau ngode kenapa tidak beda jauh.
"mbaknya ngode minta di nikahin ya?" Lisa tersadar dari ucapan barusan lalu menetralkan raut wajah terkejutnya.
"Siapa yang ngode, jangan GR kamu mas," Ingin rasanya Lisa menepuk mulut yang asal bicara itu.
Dalam hati Lisa berkata, kalau di ajak di juga belum tentu mau, belum tentu mau nolak maksudnya.
Yah cewek mah kebanyakan gengsi giliran di abaikan marah marah dan bilang tidak peka, tak pengertian atau terlalu cuek.
Kan pengen nabok jadinya.
__ADS_1
Mobil Endra sampai tempat kerja Lisa yang mana perusahaan itu adalah K'SYA GROUP.
Perusahaan terbesar, termaju serta terkena yang mana sampai sekarang belum ada yang tau pimpinan baru perusahaan itu, ada apa dengan pimpinan itu? kenapa sampai sekarang belum menampakkan diri di depan umum.
"Makasih ya," Tadi saja jutek sekarang sudah manis lagi.
Perempuan paling cepat berubah mood tergantung pada orang sekitar bagaimana bisa bersikap dan mengembalikan kondisi aman.
"Iya, yang rajin kerja nya nanti pulang aku jemput," Memegang tangan Lisa lalu menarik sedikit buat mengecup kening Lisa sekilas.
"Ngak usah, aku pulang sama taksi aja," Tolak Lisa halus sebab belum tau nanti pulang jam berapa, bisa saja banyak kerjaan sebab ini hari pertama kerja.
"Pergi sama aku jadi pulang sama aku juga.
Ingat kekasih kamu itu aku bukan supir taksi ja8d jangan pernah sesekali pulang sama supir taksi.
Tunggu sampai aku jemput," Yang benar saja pacaran sama supir taksi, kalau begitu ceritanya tuh supir taksi punya banyak pacar kalau gitu.
Lagian punya fikiran aneh aneh saja, mana ada seperti itu.
Bagi siapa saja yang pulang sama taksi berarti pacaran sama supir itu.
"Iya iya, lagian siapa juga yang mau sama dia.
Kalau ada yang kaya kenapa harus yang apa ada," Setelah itu Lisa segera turun sebelum dapat cubitan sayang dari Endra.
Apa maksudnya lebih yang kaya dari pada apa ada nya.
Hey mau mencoba jadi perempuan matre apa? jangan pernah berfikir seperti itu sebab sebelum itu terjadi sudah duluan Endra kasih. Cam kan itu.
Kata matre itu hanya pas buat orang pelit pada sang kekasih atau memang dia tidak mampu.
Hey ingat segala sesuatu itu butuh materi buat memenuhi segalanya dan tanpa itu kita bisa apa.
"Ada ada aja dia, belajar dari siapa dia kata kata itu? lagian kamu matre pun aku ngak apa," Gumam Endra melihat Lisa berjalan cepat masuk ke dalam kantor walau jam kantor belum mulai.
\=\=\=\=\=
Stop dulu😉😉
__ADS_1