My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Setelah Sekian Lama.


__ADS_3

Puas berkeliling kantor Endra memutuskan buat pergi dari sana dan menuju sebuah Caffe yang tidak jauh dari sana.


Caffe yang tidak terlalu ramai sebab belum jam makan siang.


Sampai sana.


"Mau langsung pesan atau liat liat dulu mas," Datang seorang pelayan membawa buku menu lalu menyerahkan pada Endra.


"Langsung aja, saya mau pesan ini dan ini," Setelah mencatat pesanan Endra pelayan itu pergi.


"Suasana yang nyaman buat menenangkan fikiran setelah melihat adegan panas tadi," Masih ingat juga adegan Zefan dan Iva tadi.


Tidak lama pesanan Endra datang.


"Silahkan mas," Menata makanan itu di atas meja.


Endra mulai makan sedikit demi sedikit stabil melihat sekitar hinga ia menangkap sosok yang di cari beberapa hari lalu.


"Itu bukannya Lisa?" Bertanya pada diri sendiri saat melihat sosok Lisa memasuki Caffe itu seorang diri.


"Iya itu benar Lisa," Saat jarak keduanya sudah semakin dekat.


"Lisa," Panggil Endra saat jarak mereka tinggal beberapa meter lagi.


"En Endra," Kaget melihat orang yang sudah lama menghilang kini muncul lagi di depan dia.


Lisa tidak menyangka akan bertemu sekarang di saat dia sudah sembuh dari luka lama.


Lisa tidak terlalu membenci Endra dengan sikap masa lalu Endra pada dirinya sebab Iva sudah menjelaskan semuanya.


"Iya ini aku," Senang tentu saja karena tanpa sengaja mereka telah bertemu setelah sekian banyak cara mencari keberadaan Lisa.


"Kamu ngapain disini?" Hah seharusnya pertanyaan itu tidak perlu di lontarkan, sudah jelas kalau lagi berada di Caffe pasti mau makan bukan mandi ya apa lagi berenang.


"Nyuci Sa," Jawaban nyeleneh Endra atas pertanyaan Lisa.


"Oh kirain jemur baju," Boleh tidak getok kepala mereka satu satu atas jawaban beda arah ini.


Gemas mau buang mereka berdua.


Eh tidak jadi buang bawa pulang saja.


"Kamu sendiri Sa?" Lah tidak kalah nyeleneh itu pertanyaan.

__ADS_1


"Berdua sama bayangan pas masuk dia menghilang," Iya lah bayangan menghilang kan tidak ada cahaya lagi gimana sih Lisa.


Memang pasangan yang cocok mereka berdua.


Sama tidak nyambung dan sama sama mau di geblek itu kepala.


"Duduk sini gabung aja," Menawari Lisa duduk bersama.


"Ngak apa nih, takutnya kamu datang berdua," Takut Lisa menganggu Endra.


Lisa senang bertemu Endra di sini namun dia juga takut akan satu hal.


Bisa saja Endra sudah punya gandengan dan Lisa tidak mau jadi pengganggu.


"Ngak kok aku datang sendiri, duduk aja kita juga udah lama ngak bertemu," Lisa duduk berhadapan sama Lisa.


"Kamu mau pesan apa? bentar biar aku pesan kan aja," Setelah di tawari lalu langsung memesan sendiri tanpa bertanya.


"Kamu masih seperti dulu," Gumam Lisa melihat Endra yang memesan makanan buat dia sesuai kesukaan Lisa bahkan Endra masih ingat makanan kesuksesan Lisa.


Lisa tersentuh sama sikap Endra yang belum berubah tapi ada satu yang Lisa takutkan, takut kalau Endra sudah punya istri setelah sekian lama mereka berpisah.


"Kamu masih ingat makanan kesukaan aku?" Itu tidak perlu di tanyakan lagi.


"Semua tentang kamu aku masih tau Sa bahkan," Jawab Endra lalu menjeda ucapan melihat ekpresi Lisa.


"Kenapa ngak boleh, aku ngak masalah kok," Dari dulu Endra selalu menerima Lisa apa adanya bahkan kebiasaan Lisa sekali pun.


"Udah Ndra, kalau kamu lanjut aku pergi aja dari sini," Ancam Lisa mengambil tindakan mau berdiri.


"Ok ok aku minta maaf, emang kamu ngak kangen aku setelah sekian lama terpisah?" Pertanyaan yang cukup gimana menurut Lisa.


Bukan tidak kangen masih ada hal yang mengganjal di hati Lisa, kalau dia bilang kangen namun reaksi Endra di luar dugaan Lisa dan mengajak bersama lagi namun mamanya masih tidak menerima Lisa.


"Ngak kok," Elak Lisa berusaha bersikap tenang.


"Kalau ngak, coba tatap aku," Menangkup wajah Lisa dengan menggunakan kedua tangan.


Pandangan mereka bertemu dan pancaran kerinduan terlihat jelas di mata Lisa hanya saja Lisa tidak tau harus jujur atau bohong lagi.


"Aku tau apa yang kamu takutkan, disini aku akan selalu ada buat kamu dan melindungi kamu.


Maafkan aku yang waktu itu tidak berdaya dan melepaskan mu begitu saja.

__ADS_1


Aku tau aku salah dan aku mau menebus semua kesalahan ku dulu, aku ingin kita memulai semua dari awal lagi.


Aku tau kamu takut sama mama yang akan memisahkan kita lagikan? kamu ngak perlu takut kalau masalah mama aku akan selalu berada di samping kamu dan setelah kamu setuju kembali bersama aku, aku akan membawa kamu keluar Negeri sebab usaha ku ada di sana.


Selama ini aku berusaha membangun usaha sendiri buat kita berdua setelah semua ada aku akan membawa kamu bersama ku.


Kamu mau kan?"


Ucap Endra panjang lebar, tidak mau membuang waktu lebih banyak lagi sudah cukup selama ini.


Waktu beberapa tahun sudah cukup buat mereka berdua buat saling berjauhan.


Saling menahan rindu, hidup dalam kesalah pahaman hingga kejelasan itu ada dan mereka mereka harus hilang kontak.


Lisa terdiam mendengar penjelasan Endra yang bahkan berjuang sendiri demi masa depan mereka nanti.


Apa dia masih pantas buat Endra atau dia memilih menyerah saja sekarang serta merelakan semua yang ada tapi dia juga tidak bisa sebab ia sudah lama menunggu hari ini tiba.


Menerima Endra kembali maka Lisa harus siap menghadapi mama Endra yang dari dulu tidak mau menerima dia entah apa alasannya.


"Aku aku," Lisa bingung mau jawab apa, semua serba mendadak.


Di tolak tapi dia sudah lama menunggu Endra kembali dan ingin bersama.


Semua hubungan butuh perjuangan dan mungkin sudah saatnya Lisa berjuang bersama tanpa lari lagi.


"Percayakan semuanya sama aku Sa dan aku jamin kamu ngak menangis seperti dulu," Sudah yakin buat melanjutkan jalinan kasih yang sempat di pisahkan dulu.


Jodoh memang tidak akan kemana selama kita berusaha mencari jodoh dan tuhan merestui.


Jodoh akan tau kemana dia akan pulang tanpa tau kapannya seperti mereka berdua.


Begitu banyak orang yang mereka temui jika sudah jodoh maka akan bertemu kembali.


"Iya aku mau," Satu jawaban sudah cukup membuat senyuman Endra terbit begitu indah.


Momen ini yang sudah lama Endra tunggu dan penantian mereka berdua berbuah manis semanis senyuman Endra saat ini.


"Makasih, aku ngak akan menyiakan kesempatan ini," Bangun dari duduk lalu menghampiri Lisa dan memeluk badan yang sudah lama dia rindukan.


Rindu sekian lama kini terobati sudah dan senang orang yang di tunggu mau menerima dia lagi.


Kesempatan itu masih ada selagi kita mau berusaha dan yakin.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Bersambung👌👌.


__ADS_2