
Di tengah malam saat semua orang lagi tidur, ada satu orang yang lagi berjalan menuju ruangan dimana dia berada yang entah sudah sadar atau belum.
Gerak gerik dia dari awal sudah kebaca dan makin di biarkan makin bertingkah dan tadi puncak dia melewati batas.
Jika selama ini hanya di biarkan saja bertindak maka tidak buat sekarang, dia sudah jauh melangkah melebihi batas.
Dia mengira tingkah dia tidak ada yang curiga, namun dia salah.
Setiap gerak gerik dia sudah ada yang mengawasi sejak malam pertunangan usai.
Sudah ada satu orang yang selalu mengikuti dia kecuali kamar mandi.
Segitunya dia di awasi tapi itu harus di lakukan agar tidak lepas dari pengawasan bahkan dalam kamar dia sudah ada alat penyadap suara.
"Bagaimana apa dia udah di bereskan?" Orang yang masih bangun itu tak lain dan tak bukan adalah Iva.
Selama ini Iva sudah tau gerak gerik sepupu nya itu hanya saja mau terlihat senang agar Viola merasa rencana nya aman.
"Sudah kak," Orang yang mengurung Viola adalah Rara yang di tugas Iva mengawasi Viola selama mulai dia datang hingga pergi lagi.
"Ayo kakak mau liat dia, seperti nya dia mimpi indah," Ruangan tempat Viola masih dalam rumah itu hanya saja tidak ada yang tau selain pemilik rumah saja.
Sengaja buat ruangan rahasia ada maksud serta tujuan tertentu seperti sekarang.
Rara mengikuti langkah Iva memasuki ruangan itu dan mengunci pintu itu dari dalam.
Di sana Viola masih belum sadarkan diri, apa karna obat bius atau merasa dia hanya lagi tidur.
"Enak ya dia tidur mbak, apa kita bangunkan aja ya," Memandang lekat wajah itu lalu menyentuh sekilas.
Wajah yang cantik, body yang bagus, fisik tidak dapat di pungkiri, dari keluarga terpandang namun sayang suka sama milik orang, hanya itu kekurangan dia selebihnya ok.
"Lagi mimpi indah dia kali mbak, biar aja besok kita kasih kejutan buat dia biar dia senang.
Jangan lupa nanti pindahin ya mbak, kemana gitu kasih kejutan kecil sebelum acara," Pinta Iva yang di balas anggukan oleh Rara.
__ADS_1
"Yuk mbak ke kamar sebelah," Mengikuti Iva menuju kamar tempat dimana semua baju di rapikan lengkap dengan nama agar yang punya tau mana miliknya.
Masuk kamar meneliti satu persatu hingga mata Iva terfokus pada gaun yang sudah jauh dari kata rapi bahkan sudah berubah warna.
Mengambil gaun itu lalu membawa ke sofa buat memastikan sejauh apa dia merusak gaun itu.
Gaun yang dia kira gaun pernikahan Iva namun dugaan Viola salah, gaun itu hanya kecohan saja.
Gaun sebenarnya sudah Iva amankan di kamar nya sendiri sebab hal ini sudah Iva duga.
Dan benar gaun itu di rusak dengan tidak manusiawi oleh tangan yang tak beradab.
"Yah rusak kak," Rara tidak tau kalau gaun itu hanya tipuan.
"Dia mah bodoh mbak, gaun ini bohongan mbak.
Ini jadi pelajaran juga buat mbak agar tak mudah percaya sama orang terdekat dan lebih waspada lagi.
Ingat mbak zaman sekarang banyak orang bermuka dua, salah satu nya Viola," Jelas Iva pada Rara lalu mengangkat gaun itu buat meneliti seancur apa ini gaun dan benar mulai dari berubah warna hingga di gunting acak bagian depan.
"Cuma model yang sama mbak, tapi bahan beda ini bahan biasa yang sengaja kakak bikin buat mengecoh orang yang tidak bertanggung jawab," menunjukkan gaun lalu Rara ambil dan menelisiknya.
"Iya kak, bahannya tipis banget lalu juga ringan, yang waktu itu tebal dan juga berat," Sekilas tampak sama jika tidak teliti dan melihat sekilas.
"Udah yuk mbak tidur, tidur sama kakak ya malam ini sebab kita juga belum pernah tidur berdua dan besok kakak udah sama suami," Pergi dari ruangan itu menuju kamar Iva bersama Rara.
Rara setuju saja ajakan Iva, apa pun kata Iva Rara turuti sebab selama ini perkataan Iva selalu yang terbaik buat dia.
Kadang Iva sudah bisa menebak apa yang akan terjadi sama Rara hingga bisa mewanti Rara sebelumnya.
Rara sudah di bekali Iva ilmu bela diri sejak pertama datang kerumah Iva.
Selain jadi pengasuh Zio Rara juga menjaga Zio dari jarak dekat selain penjaga Zio di jarak jauh.
Semua orang terdekat Iva sudah dia beri perlindungan tanpa mereka sadari.
__ADS_1
Melindungi orang tersayang tidak ada salah nya kan, begitu fikir Iva.
"Gimana sama dosen kesayangannya mbak? damai damai aja kan?" Masih ingin mengulik lebih dalam lagi hubungan asmara Rara sama Satyia sebab Rara sudah Iva anggap sebagai adik sendiri.
"Sejauh ini lancar lancar aja kak, kadang dia juga nyebelin, kadang ngangenin tapi banyak cuetnya," Senyum senyum Rara menceritakan kisah dia sama Iva yang terkadang sifat Satyia membuat Rara kesal juga kangen sekali gus.
Satyia sosok lelaki yang banyak di impikan kaum hawa bahkan di area kampus termasuk Rara hanya saja Rara tidak begitu melihatkan sikap tertarik hanya biasa saja.
Dia berfikir kalau jodoh tidak kemana dan terbukti Satyia sendiri yang datang sama Rara.
"Itu lebih baik mbak, dari pada romantis terus, cuek terus, kaku atau nggak perhatian," Kini mereka lagi berbaring bersama di ranjang Iva setelah ganti baju dan gosok gigi.
"Tapi Rara kadang juga bingung kak kalau di ajak kerumah kak Satyia di tanya terus kapan nikah.
Kuliah juga belum selesai gimana mau mikirin nikah coba," Bingung jelas Rara rasakan.
"Ambil pilihan cepat mbak sebelum dia berharap lebih dan kalau menurut kakak ya Satyia orang yang baik tapi itu semua tergantung keputusan mbak Rara lagi mau nya gimana," Tidak mau memaksa juga sebab Rara yang akan menjalani.
Kasih masukan saja agar bisa dapat pencerahan.
Curhat sama orang yang lebih tua dari kita akan dapat solusi setidaknya juga bisa membuat kita lega sudah mencurahkan isi hati.
"Nanti Rara fikirkan lagi kak sebelum di tanya lagi dan Rara udah punya jawaban," Mantap Rara pada keputusan yang akan di ambil nanti.
Mereka tidur setelah merasa cukup bicara dan tidur sebab besok harus bangun pagi.
Besok pagi adalah hari yang di tunggu oleh semua orang termasuk kedua calon pengantin.
Masuk ke dalam alam mimpi siap menyambut pagi yang lebih indah.
Berharap mimpi itu akan selamanya indah dan tidak di salip oleh awan gelap.
Yang bilang banyak teka teki ngak juga ya dan ini udah author jelas kan yaβΊπ
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.