
"Mozi Zio kangen daddy," Sudah dua hari ini Zio selalu meminta Ziva bertemu Zefan namun sayang Zefan lagi ada kerjaan keluar kota sudah seminggu ini makanya tidak pernah lagi datang menjemput Zio pulang Sekolah.
"Zio tampan, daddy kan bilang lagi kerja dan besok baru pulang," Memberi pengertian pada Zio agar tidak merengek seperti anak kecil eh bukannya masih kecil ya.
"Tapi Zio kangen daddy mozi," Wajah menggemaskan itu tidak bisa Ziva acuhkan begitu saja.
"Kita telpon daddy saja ya," Mengambil hp buat menghubungi Zefan tapi sebelum itu Ziva chat dulu takutnya Zefan lagi meeting.
**Tut...
Tut**...
Baru nada kedua telpon itu sudah tersambung dan di angkat Zefan.
👶Assalamu'alaikum daddy, Zio kangen daddy. Daddy kapan pulang? daddy udah ngak sayang Zio lagi? kenapa daddy lama di sana?.
👨Wa'alaikumsalam salam tampan, nanyanya satu satu biar daddy gampang jawabnya.
Daddy juga kangen sama tampannya daddy ini, siapa bilang daddy udah ngak sayang Zio? besok daddy pulang tampan, daddy kan kerja di sini.
👶Daddy cepat pulang ya, nanti jemput Zio pulang Sekolah lagi.
👨Iya daddy akan cepat pulang, Zio mau daddy bawakan apa pulang?.
👶Zio ngak mau apa apa daddy, Zio mau daddy aja.
👨 Besok daddy pulang ya, sekarang Zio bobok ya besokkan mau Sekolah.
Besok pulang Sekolah Daddy jemput.
👶Beneran daddy?
👨Iya sekarang tampannya daddy bobok ya.
👶Iya daddy, bye daddy.
__ADS_1
Panggilan itu terputus tanpa menunggu Ziva bicara sama Zefan dulu.
Segitu bahagianya Zio punya orang yang bisa dia panggil daddy.
Zio langsung siap siap buat tidur dan tidak melupakan rutinitasnya sebelum tidur seperti ganti baju, cuci muka, kaki, tangan dan gosok gigi.
"Selamat tidur kesayangan mozi," Mengecup kening Zio sebelum keluar dari kamar sang anak.
Ziva masuk kamar bersiap buat istirahat juga.
Sebelum tidur hp Ziva berdering menandakan ada notif chat masuk.
Aku kembali sayang, tunggu aku menjemput mu.
Chat masuk dari nomor yang tidak di kenal.
Ziva terdiam membaca chat itu dan menerka siapa yang mengirim karena nomor Ziva ini jarang di punya orang selain orang terdekat saja.
"Siapa yang mengirim chat seperti ini, kata katanya seperti Iva kenal namun siapa ya?" Ziva masih mencerna kata kata dari chat itu.
Iva harap dia bukan orang jahat dan ngak membahayakan,"
**Ting...
Kamu pasti bertanya siapa aku**?
"Kenapa dia tau ya?" Ziva semakin heran sama orang itu.
"Besok Iva harus mencari tau, sebelum semuanya terlambat," Menyimpan hp di atas meja kecil di samping ranjang Ziva.
Malam adalah waktu terbaik buat beristirahat, malam waktu terbaik buat bersantai dari lelahnya bekerja seharian, dan malam adalah waktu yang pas buat merasakan rindu di hati karena kesunyian malam membawa kita mengenang masa masa indah atau kelam hingga dari sana kita bisa belajar bahwa apa yang kita lalui harus ada yang perlu di perbaiki lagi.
\=\=
Jika di Negara Ziva malam maka di belahan bumi lain, matahari masih bersinar terik di senja hari.
__ADS_1
Seorang yang sedang menikmati senja harus terhenti karena datangnya seseorang menemui dia.
"Ada kabar apa lagi?" Bertanya tanpa melihat lawan bicara.
"Sampai sejauh ini masih aman hanya saja setelah sekian lama kita meninggalkan dia ternyata dia sudah punya anak," Menunduk takut kalau apa yang dia sampaikan akan jadi sumber amarah orang yang lagi duduk itu.
"Apa, kenapa bisa seperti ini.
Apa saja kerjaan kamu selama ini hah? kenapa kamu sampai ceroboh menjaga dia hingga dia punya anak dan kamu baru tau.
Berapa usia anak itu?" Dia sangat marah mendengar kabar itu.
Orang yang di jaga dari jauh itu sudah punya anak tanpa dia ketahui.
"Maaf ini kesalahan saya dan juga data mereka sudah saya kunci agar tidak di salah gunakan oleh orang lain.
Anak itu berusia sekitar empat tahun," Sudah siap dengan segala yang akan terjadi atau hukuman berat yang akan dia terima karena lalai menjalankan tugas.
"Pastikan mereka selalu aman selama saya jauh, dan juga keluarga yang lain," Semua sudah terlambat yang perlu dia lakukan sekarang lebih ketat lagi menjaga dia.
"Tapi ada satu informasi penting," Mendekat pada orang itu lalu membisikkan sesuatu hingga emosi yang naik tadi sedikit redam.
"Kerja bagus, cari tau siapa dalang di balik kejadian itu," Setidaknya sekarang dia bisa bernafas lega setelah mendengar itu.
"Baik, saya undur diri," Pergi dari tempat itu.
"Maafin aku yang lalai menjaga mu, setelah aku kembali maka aku ngak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti kamu.
Jangankan menyakiti untuk mendekat saja ngak bakalan bisa," Mengusap sebuah foto yang ada di hpnya.
"Kalian baik baik di sana ya, tunggu aku pulang,"
\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1