
"Daddy kenapa diam aja?" Sejak mobil itu meninggalkan rumah orang tua Iva Zefan masih diam belum mau bicara atau mengeluarkan suara.
"Ngak apa Zio, daddy kan lagi nyetir harus fokus biar ngak nabrak," Balas Zefan yang masih fokus ke jalan.
"Iyo kira daddy lagi puasa ngomong atau mendalami profesi daddy jadi supir," Zio yang memilih duduk di belakang sendiri dengan alasan ingin tiduran sebelum sampai rumah.
"Daddy ngak cocok jadi supir Zio, cocok nya daddy jadi suami mozi," Itu sudah ada kejelasan dan menunggu satu bulan lagi akan resmi maka predikat nyonya Zefan akan melekat pada Iva.
Kurang kerjaan saja Zio bilang daddy jadi supir kecuali buat kalian berdua maka daddy rela jadi supir tanpa di bayar.
"Udah mas jangan ladenin Zio terus ngak akan mau ngalah di," Lerai Iva yang sudah tau tidak akan selesai sampai rumah.
Zefan mengalah diam dan Zio yang perlahan mulai ngantuk memejamkan mata dan sudah masuk alam mimpi.
"Tuh kan benar mas, Zio udah tidur aja," Iva menoleh ke Zio yang sudah diam di belakang dan sudah nyenyak sambil memegang bantal kecil yang Zio bawa dari rumah sang opa.
"Kecapekkan mungkin Zi, apa lagi ini sudah malam dan juga di rumah dia aktif ngajak orang berantem makanya sekarang baru terasa lelah," Kelas Zefan yang merasa lega dengan Zio yang ketiduran dan kini sebelah tangannya di gunakan buat menggenggam tangan Iva dan satunya lagi memegang stir mobil.
"Mas kangen," Lirih Zefan melihat Iva sekilas lalu fokus lagi ke depan.
"Baru kemarin kita bertemu mas, jangan lebay deh kayak anak ABG," Canda Iva yang sukses menampilkan wajah cemberut ala Zefan.
Apa cuma dirinya yang merasa kangen? apa hanya dirinya yang tidak bisa lama berpisah sama tunangannya? apa hanya dia yang punya perasaan yang begitu besar? begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Zefan setelah mendengar jawaban Iva.
"Ck, gitu aja langsung diam, emang siapa yang bilang Iva ngak kengen," Senyum Iva di tujukan buat Zefan lalu menyandarkan kepala di bahu Zefan tidak lupa merangkul lengan Zefan dan mengusap pelan.
"Jangan ajak becanda Zi kalau mas lagi serius sebab setiap ucapan dan perasaan mas tidak pernah becanda," Mengusap kepala Iva dengan sayang, hanya perempuan ini yang Zefan suka sejak kemarin, sekarang, esok dan selamanya itu tidak akan berubah meski musim berubah tidak ada yang bisa gantikan atau tergantikan.
"Kapan Iva becanda mas? mas aja yang baperan," Masih dalam posisi yang sama, Iva merasa posisi sekarang adalah yang ternyaman.
Bahu kokoh ini seakan Iva merasa terlindungi serta aman berada di sana.
__ADS_1
Bahu ini yang Iva harapkan selamanya akan selalu ada buat dia dan tidak ada yang lain ikut bersandar disana.
Mobil Zefan halaman rumah Iva dan berhenti tepat di depan pintu.
Setelah menutup pembatas antara mereka dan Zio.
Kedua anak manusia di depan melakukan ritual kerinduan yang sehari tidak bertemu dengan ciuman panjang dan dalam.
Cukup lama saling menikmati mereka akhiri dengan Zefan ikut keluar membantu Iva menggendong Zio tidur di kamar.
"Makasih ya mas, hati hati baliknya," Mengantar Zefan sampai mobil tidak lupa kecupan di kening Iva Zefan tinggaalkan sebagai ucapan selamat malam.
"Mas balik, langsung tidur ya," Masuk mobil meninggalkan Iva yang masih berdiri di teras rumah sampai mobil itu tidak terlihat lagi baru Iva masuk siap siap tidur.
\=\=
Di rumah orang tua Iva sebagian anggota keluarga masih ada di sana dan ada juga yang pulang kalau rumah mereka dekat jadi tidak perlu menginap.
"Mereka bertemu sebab sudah takdir mereka bersama," papa Syakil menjawab sebab masih ingat satu tahun lalu adik nya ini ingin menjadikan Zefan menantu hanya saja Zefan sulit di dapati bukan karena sombong atau arrogant hanya saja sulit membuka hati.
"Kakak kan tau aku udah lama mau jadikan Zefan menantu aku," Bicara sedikit ketus pada papa Syakil dan papa Syakil biarkan sudah tau tabiat adik satunya ini.
"Itu kehendak yang di atas bukan kakak atau siapa yang memaksa hanya saja mereka kenal gitu aja tanpa di sengaja jadi jangan ngejuge seperti ini.
Ingat sekarang udah ada yang punya, jadi berhenti berfikir seperti itu," Tegas papa Syakil yang tidak terima calon menantu dia di anggap juga sama orang lain walau adik sendiri sebab papa Syakil tidak suka itu.
Bagi papa Syakil apa yang sudah jadi milik nya maka tidak boleh satu orang pun yang mengusik dia tidak suka itu.
"Tapi kak, kakak tau kan kalau Vio sangat mencintai Zefan sejak dulu jauh sebelum Iva mengenal Zefan," Bicara apa adik papa Syakil ini.
Mana bisa seperti itu bicara orang yang dia bicarakan itu akan nikah satu bulan lagi jadi pilihannya yaitu melepaskan.
__ADS_1
"Terserah apa kata mu yang jelas jangan pernah sesekali mengusik mereka kalau kamu ngak mau menyesal nanti," Ancam papa Syakil lalu beranjak dari sana sebab merasa tidak ada lagi yang perlu di bicarakan.
Papa Syakil akan menjamin kelancaran acara pernikahan Iva nanti tanpa ada gangguan.
Bagi papa Syakil biar bagaimana pun kebahagian anaknya yang utama bukan yang lain.
Ucapan adiknya tidak terlalu papa Syakil fikirkan, karena Zefan masih sendiri sama seperti Iva maka tidak ada yang salah sama hubungan yang mereka jalani.
"Mbak saranin kamu kasih pengertian sama Vio ya, jangan biarkan sebuah obsesi membuat dia menyesali seumur hidup.
Mbak istirahat dulu, kalian kalau udah selesai juga istirahat," Mama Ila menyusul papa Syakil ke kamar.
Selain tidak ada yang perlu di bahas, juga waktu sudah terlalu larut buat istirahat.
"Mama bagaimana inj, masa Vio harus ngalah gitu aja.
Mama kan tau Vio udah lama suka Zefan dan ngak bisa gitu aja buat melepaskan," Viola datang setelah kedua pemilik rumah itu masuk ke dalam kamar.
Viola tadi hanya jadi pendengar saja tadi tidak mau ikut bergabung bicara.
"Mami juga ngak tau Vio, kamu kan gimana sifat kak Syakil kalau bicara selalu melakukan itu.
Kamu mau apa keluarga kita berantakan,"
Papa Syakil sosok yang sangat tegas serta selalu konsisten sama apa yang dia ucapkan maka tidak ada satu pun orang yang berani main main sama dia selama ini.
Walau sifat dia sangat baik tapi jangan lupakan ada kekejaman yang terdapat di dalamnya juga, jangan lupakan itu.
"Ih mama sama aja," Pergi dari sana masuk ke dalam kamar juga.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.