
Seminggu telah berlalu, hari hari masih seperti biasa hanya saja yang memendam rasa dendam belum terlampiaskan.
Besok hari setelah Iva tunangan sama Zefan dia bicara sama sang papa mengenai apa yang di bilang Zefan semalam.
Bukan tidak percaya ya bukan hanya saja dia ingin mendengar langsung ucapan papanya yang dengan mudah merestui hubungan mereka.
"Pa, apa benar kalau papa mengizinkan kami bertunangan kata mas Zefan dia udah bicara sama papa sebelumnya," Tutur Iva yang saat itu datang ke rumah orang tuanya setelah mengantarkan Zio ke Sekolah sedangkan Lisa memilih jalan jalan sendiri.
"Iya dia udah bicara satu hari sebelum acara dan juga sebelumnya papa udah selidiki dia dan papa percaya sama dia sebab dia menerima kamu sama Zio begitu tulus bahkan papa melihat langsung saat dia datang kesini.
Kamu tau kan Zio, walau dia mudah dekat sama orang tapi ngak mudah menerima orang buat menjadi daddy nya,"
"Kalau masalah keluarga nya nanti maka kalian berdua yang harus berjuang
Jangan biarkan dia berjuang sendiri mendapatkan restu orang-tua nya sebab hubungan ini kalian berdua yang menjalani," Jelas papa Syakil sebab suatu hubungan harus berjuang berdua termasuk mendapatkan restu orang-tua.
Hubungan tanpa restu tidak akan bisa berjalan dengan baik akan ada saja masalah datang yang menerpa.
"Makasih papa udah merestui hubungan kami Iva janji akan menjaga kepercayaan yang udah papa berikan, papa tau kan ngak mudah bagi Iva menjalani hubungan ini begitu banyak yang menentang termasuk mama mas Zefan.
Tapi Iva ngak bisa menyerah gitu aja sebab ada perasaan Zio yang harus Iva fikirkan.
Papa liat sendiri kan gimana Zio sama mas Zefan bahkan mereka hampir tiap hari bersama.
Kalau udah ada mas Zefan maka Iva di nomor duakan," Perjuangan hubungan mereka masih panjang bahkan sangat panjang.
Akan ada lagi masalah yang datang buat menguji perjalanan kisah cinta mereka.
"Papa doa kan semoga kalian selalu bahagia sama pilihan kalian sendiri.
Tiap hubungan memang selalu ada ujian hanya tergantung pada kita bagaimana cara menyelesaikan,"
Apa ada hubungan yang tanpa rintangan? apa ada hubungan yang aman aman saja yang lurus kayak jalan tol? apa ada hubungan yang bisa dengan mudah di terima kedua belah pihak keluar? jika di tanya apakah ada atau tidak pasti jawaban nya tidak ada.
__ADS_1
Di jodohkan saja pasti ada ujian apa lagi mencari sendiri maka akan ada banyak masalah nanti.
"Tapi kalau buat acara pertunangan lagi gimana itu pa?" Masa buat acara lagi kan buang waktu kalau bisa mempersiapkan prewedding saja.
"Itu hanya syarat papa aja ngak harus juga tapi tetap nanti lebihkan di pesta pernikahan.
Kan tunangan numpang sama orang maka pernikahan nanti harus lebih mewah," Selain tidak ada acara pertunangan ulang, juga Iva anak perempuan satu satunya makanya ingin membuat acara yang berkesan.
Juga keluarga mereka bukan dari kalangan bawah yang hanya perlu acara kecil kecilan sudah cukup.
Acara harus mewah serta di adakan di gedung yang besar mengingat banyak nya nanti tamu undangan yang datang dari kedua belah pihak.
\=\=
Perempuan cantik itu lagi berjalan jalan di sebuah pusat perbelanjaan buat mengisi waktu luang sebelum ia memutuskan buat bekerja nanti di kantor K'SYA group.
"Sekarang ngapain lagi ya?" bertanya pada diri sendiri sambil terus berjalan.
"Bosan juga kalau lagi jalan sendiri, Iva sibuk sama tunangan nya, Zio masih Sekolah kalau di ajak, mbak Rara juga kuliah.
Tidak banyak yang dia cari hanya ingin cuci mata saja, kalau mau cuci mata yang di rumah Lisa pakai deterjen biar bersih.
"Liat baju buat Zio ah," Masuk toko baju anak anak yang terlihat keren untuk anak seumuran Zio.
"Andai aja, ah udah lah kalau udah waktunya pasti semua dia akan tau sendiri," Masih begitu besar harapan yang tersiksa dalam hati hanya saja dia masih menyimpan sedikit keraguan.
Memilih baju yang di rasa cocok buat Zio, hanya memilih baju tiga potong dan celana tidak lupa ada jam tangan unyu buat Zio serta sepatu.
"Ini aja mbak, berapa semuanya?" Pergi ke kasir buat membayar lalu pergi dari sana.
"Sekarang kemana lagi?" Sudah Lisa kalau lagi jalan sendiri jangan banyak bicara tidak baik nanti di sangka orang gila.
"Coba liat dulu apa aja yang udah di beli," Mengintip satu persatu isi paper bag yang di tenteng.
__ADS_1
"Oh astaga kok ngak ngak ada barang buat aku satu pun.
Ini untuk Iva, ini untuk Zio dan satu ini untuk mbak Rara, terus buat aku mana jadi bibik gitu hanya beliin aja," Siapa yang berani bilang kamu bibik Lisa.
Udah cantik, pintar, modis, gaya tidak ketinggalan masa di bilang bibik.
Kurang asam orang yang bilang itu.
"Pulang aja kali ya, udah capek juga," Berjalan menuju lift buat ke parkiran.
Baru memasuki area parkir ada sepasang mata yang melihat langkah kaki Lisa.
"Apa benar itu dia, tapi kenapa sekarang baru terlihat kemana dia selama ini? mending aku pastiin dulu," Melangkah dengan cepat buat mengejar Lisa yang sudah dekat sama mobilnya.
Hingga Lisa masuk mobil melajukan keluar parkir tanpa menyadari ada orang yang mengejar dia.
"Sial, belum juga kelihatan wajahnya dari dekat udah kehilangan lagi," Kesal dia yang belum sempat mengejutkan orang yang di maksud.
"Setidaknya walau aku belum pasti itu dia paling tidak udah ada titik terang.
Cepat atau lambat maka kamu akan kembali lagi kedalam dekapan ku," Tersenyum tipis membayangkan akan mereka bersama lagi seperti dulu.
Kehidupan yang mereka harapkan dulu yang pernah hancur maka kini kesempatan buat memperbaiki lagi.
Hingga memutuskan menelpon seseorang.
"Halo, cari tau tentang dia tadi saya melihat dia di mall xx," Mematikan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari orang seberang sana.
"Pokoknya kali ini aku ngak boleh kecolongan lagi setelah sekian tahun kini aku bertemu lagi dengan nya.
Sekali kamu milikku maka selamanya akan tetap menjadi milikku," Balik lagi ke mobil nya dan meninggalkan mall, dia tidak jadi masuk dan kini tujuan dia sudah beda.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bersambung šš