My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Tidak Berfikir Dua Kali.


__ADS_3

Perdebatan itu masih belum menemukan hasil yang sesuai, sang mama yang kekeh sama pilihan sendiri begitu juga dengan sang anak.


"Pertunanganan kalian akan tetap berlangsung sepuluh hari lagi, mama ngak mau dengar penolakan Zefan dan secepatnya putuskan hubungan mu dengan janda itu," Bentak mama yang sudah mulai di kuasai amarah.


"Mama ngak bisa memaksa anak anak seperti ini terus ma, biarkan mereka memilih pendamping sendiri yang sesuai selera mereka," Sela papa yang tidak ingin Zefan mengalami hal yang sama dengan putra sulungnya dan berakhir pergi dari rumah.


"Papa jangan bela Zefan pa, dia mana tau mana gadis baik baik dan mana yang ngak," Penilaian kita pada orang bukan hanya sepintas lalu dan bisa menyimpulkan sendiri.


Ingat model cover tidak sama dengan isi buku, kita hidup jadilah seperti buah durian banyak duri di luar tapi isinya enak, jangan seperti buah kedondong di luar bersih mulus namun di dalam banyak duri.


"Papa ngak bela siapa siapa ma, coba mama fikir apa hidup anak kita akan bahagia kalau kita memaksa kehendak sama mereka," Papa orang yang baik hanya saja sifat sang istri yang terlalu mementingkan ego hingga dia harus banyak memberikan pengertian.


"Papa ngak tau apa apa, lebih baik papa juga bujuk Zefan agar mau menerima Vani," Sekarang malah suami sendiri ikutan di bentak.


Hey kamu istri macam apa yang berani meninggikan suara saat bicara sama suami sendiri.


"Ma kalau mama tetap memaksa Zefan bertunangan sama pilihan mama, maka jangan salahkan nanti jika mama harus kehilangan kedua anak mama.


Dan papa ngak akan mau mengurus perusahaan lagi karena papa ngak sanggup bekerja keras lagi.


Dan dengan berat hati papa akan menyerahkan pada panti sosial dan mama silahkan hidup sama pilihan calon menantu mama," Ucap papa panjang lebar dan setelah itu pergi beranjak dari sana.


Memang susah bicara sama orang yang keras kepala dan mementingkan ego sendiri.


Lagian pasangan itu tidak perlu dari keluarga yang sederajat sama kita, asal saling suka, saling percaya, dan menerima apa adanya sudah cukup.


Kekayaan bukan menjadi tolak ukur buat seseorang akan bahagia.


Harta bisa di cari bersama namun kenyamanan serta kasih sayang yang tulus itu sulit di dapat.


Kalau harta bisa membuat semua orang bahagia maka semua orang akan berlomba lomba buat cari kekayaan, namun buktinya dengan hidup sederhana saja orang bisa bahagia.

__ADS_1


Maka semua itu balik lagi pada diri pribadi masing masing bagaimana cara orang menikmati serta mensyukuri semua.


"Pokoknya mama ngak mau tau, besok kamu cari baju sama Vani," Lanjut mama setelah papa pergi.


Ternyata ucapan papa tidak di tangkap dengan baik oleh mama, hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri.


"Mama plis kali ini aja dengar pilihan aku ma," Pinta Zefan memohon.


"Ngak bisa Zefan, keputusan mama udah bulat dan ngak berubah," Jelas mama dengan tegas.


"Baik jika itu yang mama mau," Lirih Zefan dengan pelan.


"Bagus kalau kamu mau," Senang mama yang akhirnya keinginan dituruti Zefan.


"Mama jangan senang dulu, kalau mama tetap maksa maka dengan berat hati aku ngak bisa tinggal di rumah lagi.


Aku bertahan selama ini karena aku ingin berbakti sama mama dan apa aja atas perintah mama aku turuti tapi kalau masalah hati mama ngak bisa ikut campur," Beranjak juga dari sana meninggalkan mama sendirian.


Benar kata Zefan kalau menyangkut soal hati dan perasaan siapa saja tidak bisa ikut campur.


Kalau kita memaksa kehendak dan di terima hanya sebagai bakti kepada orang tua maka saat hidup anaknya tidak bahagia sama pilihan itu maka orang tua juga yang akan di salahkan.


Berbeda kalau itu pilihan sendiri maka jika suatu hari hidup dia menderita tapi dia tidak bisa menyalahkan siapa saja sebab itu pilihan sendiri maka apa pun kensekwensi kemudian hari harus di terima.


"Dasar punya anak dua, dua duanya ngak bisa di atur.


Kalau pilihan itu bagus dan sederajat ngak apa, nah ini yang satu pilih perempuan biasa aja dan satu lagi milih janda apa stok perempuan berkelas udah ngak ada lagi apa?" Kesal mama masih duduk di ruang keluarga.


Sungguh sulit buat mengatur anak yang sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan sendiri.


"Kamu mau kemana Fan?" Terlonjak kaget saat melihat Zefan turun dengan pakaian dari kamarnya.

__ADS_1


"Seperti yang aku bilang tadi ma, mama jaga diri baik baik aku pergi dulu," Mengalami sang mama sebelum benar benar keluar.


Maafin aku ma, aku melakukan ini bukan ngak sayang ama mama hanya aja aku mau memberi mama waktu buat memikirkan semuanya.


Terus melangkah menuju mobil dan melajukan keluar dari area rumah mewah itu.


Rumah yang dimana dia tumbuh besar dan berkembang penuh dengan kasih sayang.


Namun kini ia harus keluar buat sementara biar sama sama berfikir dan tidak saling menyakiti kalau terus berdebat.


"Maafin aku ma, aku cuma ngak mau pilihan mama nanti akan membawa penyesalan dalam hidup ku dan aku hanya ingin menikah dengan perempuan pilihan hati ku ma.


Aku harap suatu hari nanti mama akan mengerti dan menerima Zizi sebagai menantu mama," Melajukan mobil ke apartment yang sudah lama Zefan beli hanya saja tidak pernah di tempati sebab Zefan tidak mau meninggalkan kedua orang tuanya tapi kini keadaan sudah berbeda yang memaksa dia harus melakukan ini.


"Hah di saat seperti ini aku sangat merindukan dan membutuhkan kamu di samping ku Ziva, cepat pulang jangan siksa aku dengan rasa rindu ini,"


"Segitu sulit buat kita bisa bersama, ini baru keluarga aku lalu bagaimana dengan keluarga kamu kalau mereka menentang juga maka perjuangan kita akan bertambah sulit.


Semoga ada jalan buat masalah kita ini, untuk bisa bersama mu seperti mendaki gunung tinggi yang butuh tenaga ektra.


Kamu tau ngak ini baru awal hubungan kita aja udah rintangan dan aku harap kamu bisa bertahan di samping ku agar aku bisa kuat memperjuangkan cinta kita.


Keberadaan mu disisi ku adalah semangat buat aku dan Zio aku ngak mau senyum manis itu hilang dari wajah mungilnya,'


Sampai apartment Zefan masuk dan mengganti baju dengan pakaian tidur, aktifitas hari ini cukup melelahkan dan menguras tenaga serta emosi.


Memikirkan hari esok buat rencana apa yang akan di jalankan supaya sang mama mau mendengar ucapannya.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2