My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Kesabaran Zio.


__ADS_3

Keluar dari lift Zio berlari ke arah luar, sudah tidak sabar bertemu Ziva yang sudah menunggu.


"Mozi," Teriak Zio saat jarak mereka sudah dekat, lalu secepat kilat melompat kedalam gendongan Ziva.


Seperti itu kebiasaan Zio kalau lebih dari waktu biasa tidak bertemu Ziva, kayak sudah lama belum bertemu padahal baru setengah tidak bertemu.


"Zio nakal tidak sama daddy di sini tadi?," Zio menggeleng sebagai jawaban.


"Zio nakal tidak?," Ziva mengulangi pertanyaan tadi.


"No mozi, Zio ngak nakal," Jawab Zio, jika sudah dua kali bertanya maka harus di jawab dengan suara.


Ziva tidak mau orang sekitarnya menjawab pertanyaan dengan sebuah isyarat saja kecuali orang itu bisu maka ada pengecualian.


"Mas zefan makasih ya udah jagain Zio, Zio pamit sama daddy kita pulang dulu,"


"Sama sama Va," Zefan juga senang menghabiskan waktu bersama Zio walau hanya sebentar.


"Daddy Zio pulang dulu ya, besok kita main lagi daddy muach," Pamit Zio pada Zefan tidak lupa mengecup pipi Zefan sekilas.


"Iya, Zio hati hati pulangnya," Membalas kecupan Zio pada pipi tembem itu.


"Dadah daddy, jangan rindu Zio ya," Zio masuk mobil melambaikan tangan pada Zefan yang masih berdiri di lobi kantor.


Membalas lambaian tangan Zio dan menunggu sampai mobil itu hilang dari pandangan mata.


"Zio, Zio baru beberapa menit berpisah sudah rindu saja daddy, daddy ngak janji kalau ngak bakal rindu Zio," Zefan berjalan menuju parkiran untuk pulang juga.


\=\=


"Zio kita ke rumah oma ya, tadi oma nelpon mozi katanya Zio ngak sayang oma lagi, Zio ngak mau main ke rumah oma," Tadi orang tua Ziva menelpon, mengatakan kalau dia kangen Zio kecil hanya itu saja tapi Ziva sedikit menambahkan bumbu agar Zio mau di ajak kesana.


Bukan karena apa apa, Zio susah di ajak ke rumah orang tua Ziva, karena kalau sudah sampai di sana maka Zio tidak akan di biarkan tenang dengan menggendong Zio, mengajak bermain, di paksa makan dengan membuat makanan kesukaan Zio, bahkan mengajak Zio mandi bersama.


"Iya mozi," Pasrah Zio kalau sang oma sudah bicara gitu maka tidak ada alasan Zio buat menolak.

__ADS_1


Mobil melaju menuju rumah orang tua Ziva yang hanya akan menghabiskan waktu satu jam maka sudah sampai.


"Yuk turun tampan," Mereka sudah tiba di rumah yang hampir sama besar dengan rumah Ziva, hanya saja rumah ini jauh lebih asri sebab banyak pohon buahan serta bunga bunga aneka ragam dan tidak lupa kolam ikan serta kebun kecil.


"Nanti Zio di bully lagi gimana mozi, kita ngak nginapkan mozi," Sudah bisa di bayangkan kalau menginap disana maka Zio akan tidur bersama oma dan opanya itu.


Ah membayangkan saja Zio sudah merinding bagaimana tidur bersama pasangan tua itu.


"Kita liat nanti ya tampan," Mereka masuk ke dalam rumah itu.


"Assalamu'alaikum Zio yang tampan datang," Teriak Ziva sedangkan Zio lagi berdoa dalam hati supaya dia aman kali itu tapi seperti doa Zio tidak terkabul.


"Ah kesayangan oma sudah datang," Menyambut Zio lalu di gendong sambil mencubit gemas pipi Zio.


"No oma, nanti pipi Zio merah," Tolak Zio menjauhkan kepala tapi tidak bisa.


"Kesayangan opa sudah datang," Cobaan hidup bagi Zio jika datang kesana.


"Opa jangan di cubit terus," Ingin Zio menangis tapi dia pernah bilang kalau bukan anak kecil lagi maka sebisa mungkin akan di tahan saja.


Tapi bagaimana lagi, orang tua Ziva kangen sama mereka berdua.


Sejak umur Zio dua tahun Ziva memilih pindah rumah dan tinggal bersama Zio.


Awal Ziva mengungkapkan niat untuk pindah di tentang oleh orang tua Ziva karena akan kesepian jika tidak ada Zio di rumah itu.


"Kesayangan oma mau makan apa? biar oma masakan," Membawa Zio duduk di sofa dengan Zio masih di pangku juga.


"Zio sudah makan oma," Bukan makan yang Zio inginkan namun kebebasan untuk leluasa duduk tanpa harus di pangku seperti itu.


"Sekarang mandi sama oma ya, udah sore ngak baik mandi telat," Tanpa menunggu jawaban Zio, sudah di bawa masuk kamar buat di mandikan.


"Mama mu selalu seperti itu, makanya Zio malas datang kesini," Melihat oma dan cucunya yang satu terlihat bahagia dan satu sangat di sayangkan dengan wajah menahan kesal.


"Ngak apa pa, Zio sudah cukup bahagia hari ini.

__ADS_1


Jadi ngak apa di buat kesal dikit," Terkekeh melihat wajah memelas Zio tadi.


"Papa juga berharap kalian berdua selalu bahagia.


Kamu ngak ada niat buat mencari tau tentang ayah Zio atau mau mencari ayah baru buat Zio?," Pertanyaan itu cukup sensitive bagi Ziva, keduanya buat sekarang belum ada dalam agenda Ziva dalam waktu dekat.


Bukan tanpa alasan Ziva tidak mau melakukan itu, hanya saja Ziva akan bertindak jika Zio sudah kekeh ingin bertemu daddynya, namun kehadiran Zefan sudah cukup mengalihkan perhatian Zio mengenai daddynya.


"Belum saatnya pa, lagian siapa yang mau menerima Ziva yang sudah punya anak ini.


Orang akan berfikir jelek tentang ini," Ziva sudah bahagia memiliki Zio belum ada ke fikiran buat mencari pendamping hidup.


Mencari pendamping yang harus Ziva utamakan adalah orang itu mau menerima Zio dulu baru Ziva bisa pertimbangkan buat menerima orang tersebut.


"Papa harap secepatnya Zio punya orang tua lengkap," Melangkah masuk ke dalam kamar buat melihat dua orang yang masuk tadi belum keluar juga.


"Oma sudah oma, Zio udah dingin," Teriak Zio cukup keras menolak untuk segera minta selesai mandi.


"Sebentar lagi sayang," Asik menyabunkan Zio yang meronta minta disudahi.


"Omanya nakal ya Zio?," Membuka pintu kamar mandi, di lihatnya Zio sudah mulai kedinginan dengan bibir yang menggigil.


"Opa tolong Zio," Memanggil sang opa yang berdiri di pintu.


"Oma sudah ya mandiin Zionya kasihan sudah kedinginan itu," Lagian Oma mandiin Zio seperti Zio tidak pernah mandi selama seminggu saja saking lamanya.


"Iya ini juga udah selesai, sekarang kita pakai baju ya," Melilitkan handuk pada Zio, ini yang membuat Zio trauma datang kesana.


Oma seperti mendapat mainan baru kalau Zio datang, sesuka hati memperlakukan Zio seperti boneka.


Plis itu Zio yang tampan dan juga menggemaskan masa tega membuat Zio kedinginan seperti itu.


"Mozi Zio mau pulang, Zio ngak mau disini lagi," Teriak Zio sangat kencang tapi orang yang mendengar hanya tersenyum menahan tawa.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2