My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Harus Ikhlas.


__ADS_3

Pulang dari Sekolah Ziva mengajak Zio jalan jalan karena tidak lagi bekerja maka Ziva memilih menghabiskan waktu bersama Zio.


Sejak Ziva mengenal Zefan dan Zefan yang meminta Zio memanggil dia daddy maka Ziva merasa waktu Zio sudah terbagi dari biasanya tapi sedikit pun Ziva tidak pernah marah atau cemburu kalau Zio dekat sama Zefan.


"Mozi kita main di taman biasa aja ya, Zio udah lama ngak kesana lagi," Mereka lagi di dalam mobil dan menuju tempat yang di sebutkan Zio.


"Iya tampan, Zio sejak dekat sama daddy malah jarang main sama mozi lagi," Memasang wajah pura pura sedih padahal sebenarnya senang karena Zio bisa merasakan kasih sayang dari seorang Ayah walau bukan Ayah kandung.


"Sorry mozi, nanti Zio ajak mozi main sama daddy juga," Jawaban Zio jauh dari prediksi Ziva.


Yang ada dalam fikiran Ziva saat mengatakan kalau Zio sibuk sama daddy akan menjawab dengan berkata 'sorry mozi Zio janji ngak akan sering lagi main sama daddy dan akan ikut mozi' tapi jawaban Zio membuat Ziva terdiam.


Ngak merasa bersalah atau apa gitu, ini malah ngajak aku main bersama kurang kerjaan sekali.


Zio kenapa kamu makin hari menggemaskan gini sih.


Bagaimana bisa Ziva marah atau ngambek sama Zio kalau jawaban dia begitu polos.


Mobil yang mereka tumpangi sampai di tempat tujuan, taman yang tidak terlalu ramai di siang hari seperti ini namun cukup nyaman buat bersantai atau mengadakan piknik bersama keluarga.


"Mozi Zio mau beli itu," Menunjuk seorang kakek tua menjual gula gula kapas berwarna merah muda.


"Sebentar tunggu di sini, biar mozi belikan," Meninggalkan Zio yang duduk di kursi taman sambil Ziva kembali membawa pesanan Zio.


"Ini pesanan mas tampan, silahkan di nikmati," Tidak butuh waktu lama Ziva datang membawa dua buah gula gula kapas satu buat Zio dan satu lagi buat dia.


Ziva selalu suka apa yang Zio makan, bahkan makanan anak anak sekali pun akan tetap Ziva suka dan makan meski di tempat terbuka.


"Mozi kenapa beli juga, kan ini makanan anak kecil mozi?," Ini kali pertama Zio melihat Ziva makan makanan apa yang di beli Zio, hanya saja kalau di lihat umur Ziva tidak cocok makan makanan itu lagi.


"Kenapa tampan? mozi juga pernah kecil jadi ngak masalah makan ini.


Lagian siapa bilang kalau ini cuma buat anak kecil, kalau cuma buat anak kecil makanya yang jual juga harus anak kecil dan satu lagi emang anak kecil punya yang buat beli ini," Yah Ziva sama anak sendiri tidak usah gitu juga, bilang yang simple kan bisa misalnya seperti ini ' jajanan seperti ini semua umur bisa makan' udah gitu aja tidak usah panjang lebar.

__ADS_1


"Ngak usah ceramah mozi, salah tempat," Lebih sekarang Zio yang mengalah karena dalam kamus tidak harus selalu yang besar mengalah yang kecil juga boleh.


"Mozi never itu ngapain tapi jalan itu? mau nyebrang atau mau,,?" Tidak melanjutkan ucapannya karena Ziva sudah menatap dengan tajam.


"He he becanda mozi," Zio ada ada saja mana orang bunuh diri seperti dalam fikiran Zio namun pada tempat rame seperti taman.


Kalau mau bunuh diri terjun dari gedung, melompat ke sungai atau minum racun.


Perhatian keduanya masih fokus pada nenek yang berdiri di tepi jalan itu, namun jika di perhatikan usia orang itu belum terlalu tua jika di perkirakan sekitar lima puluh paling tua juga.


"Mozi nenek itu mau nyebrang," Orang itu sudah mulai mau berjalan ke tengah.


"Mozi itu ada motor juga," Menunjuk motor yang melaju cukup kencang ke arah nenek itu.


"Iya, Zio tunggu disini saja," Ziva berlari menuju orang yang mau menyebrang jalan itu.


"Ibu awas," Menarik tangan orang itu kembali ketepi jalan jika tidak maka akan tertabrak.


"Makasih, tapi kamu ngak perlu nolong saya tadi saya bisa nyebrang sendiri," Meninggalkan Ziva sendiri disana yang belum mencerna ucapan orang itu.


"Nenek tadi ngak apa mozi?," Lah nih anak malah nanya orang yang tidak tau diri tadi.


"Ngak apa tampan," Tidak mungkin juga bilang kalau orang itu ketus sama Ziva pasti Zio akan jawab begins 'mending tadi mozi ngak usah bantuin kalau gitu, kalau ketabrak kan rumah sakit dekat' tidak ke bayang saja wajah polos Zio menjawab sekenanya.


"Mozi Zio kangen daddy," Setelah cemilan habis malah yang di ingat daddy yang tidak punya hubungan sama sekali sama Zio bahkan waktu mereka baru sebentar.


"Zio mau ke tempat Daddy?," Dengan polosnya menganggukkan kepala tanda setuju.


Kok anak aku udah pindah haluan seperti ini, berasa jadi mak tiri gini ya.


Apa aku harus bahagia atau sedih ya Zio dekat sama mas Zefan.


Kalau di turuti nanti dia pulang hanya buat tidur saja tapi kalau di tolak ngak tega sama wajah menggemaskan ini.

__ADS_1


Mulai sekarang Ziva harus terbiasa berbagi Zio sama orang lain, bahkan orang itu baru mereka kenal tapi entah mengapa Ziva merasa percaya sama Zefan yang tidak akan mengecewakan Ziva atau menyakiti Zio.


"Kalau besok aja gimana?," Mau lihat gimana ekpresi wajah Zio, dan ternyata benar langsung sedih.


"Ya udah mozi antar tapi bentar mozi tanya daddy dulu, takut nanti daddy lagi sibuk," Mengambil hp buat menghubungi Zefan.


Tut,,,


Tut,,,


Hallo assalamu'alaikum Iva, ada apa? ,, baru nada kedua sudah di angkat panggillan itu.


Wa'alaikumsalam mas, maaf mengganggu apa mas sibuk?,, Ziva tidak enak harus menelpon Zefan di jam kerja gini.


Saya tidak sibuk Va, ada apa? apa Zio mau ke sini?,, Sudah tau saja kalau Zio minta kesana.


Iya mas, maaf ya kalau mas sibuk juga ngak apa lain kali aja,, Jika bukan tidak tega melihat wajah sedih Zio mana mau Ziva menelpon Zefan.


Tidak apa Va, antar aja Zio ke sini, hari ini Saya juga tidak sibuk dan saya juga kangen sama Zio,,


Iya mas, makasih ya assalamu'alaikum,,


Wa'alaikumsalam,,,


"Yuk sekarang mozi antar ke kantor daddy tapi ingat," Menjeda ucapan dan memandang Zio.


"Ngak boleh nakal, ngak boleh ganggu daddy kerja dan ngak boleh jauh dari daddy.


Siap mozi Zio udah hafal," Sudah hafal apa yang harus Zio lakukan bersama Zefan saat Ziva tidak ada.


Dalam fikiran Ziva kadang ada niat buat mencari Ayah buat Zio namun takut nanti tidak bisa menerima Zio dan akan pura pura di depan Ziva menyayangi Zio.


Ziva tidak mau hal itu terjadi makanya sampai sekarang Ziva masih sendiri dan memang susah mencari calon suami yang mau menerima Ziva sekarang.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2