My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Apa Ada Yang Salah??.


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju kantor mereka asik sama fikiran sendiri hingga Vani membuka suara.


"Ma kakau Zefan aku ngak apa kok ma kalau harus mengalah," Drama apa lagi ini, apanya yang mau mengalah yang ada mengalahkan juga pasti.


"Ngak boleh sayang, kamu itu calon menantu idaman dan mama ngak akan melepaskan mu," Lah orang seperti itu malah di bela sampai kiamat pun tidak bakal pernah sadar dan puas apa yang sudah dia miliki sekarang.


"Ngak apa ma, mungkin kami ngak jodoh," Tidak mau terlihat kalau dia yang sangat kekeh sama Zefan, biar sang mama Zefan yang memaksa dia mau sama Zefan agar dia terkesan sangat di butuhkan.


"Ngak sayang jangan ngomong gitu, mama yakin Zefan ngak bakal berani nolak kemauan mama," Sudah sepercaya itu Zefan mau menuruti apa kehendak yang belum pasti itu.


"Tapi Zefan udah bilang ma, kalau dia menolak perjodohan ini aku ngak mau menghambat kebahagiaan Zefan ma.


Buarlah Zefan bahagia sama pilihannya ma," Wah bagus sekali tuh ratu drama, siapa saja akan percaya akan akal bulusnya itu.


Wajah yang di buat buat sedih dan pasrah supaya orang percaya kalau dialah yang terbaik tidak bukan orang lain.


Cih, jadi orang kenapa yang satu licin kayak belut dan satu lempeng mudah percaya saja, mana ada orang baik yang berkelakuan seperti itu dan suka mengejar padahal sudah jelas di tolak.


"Ngak sayang, dengar mama kalau Zefan akan bahagia sama kamu percaya itu.


Kamu cukup mempersiapkan diri aja, sisanya mama yang urus termasuk Zefan," Dasar orang tua yang bodoh mau saja di bodoh bodohi sama perempuan satu ini.


Mobil yang mereka tumpangi sudah berdiri di depan lobby kantor yang besar nan mewah.


Seorang satpam yang melihat menghampiri dan membukakan pintu buat mereka berdua.


"Silahkan nyonya, selamat siang," Sapa satpam itu dengan ramah.


Tanpa menjawab dan melirik satpam itu mereka berdua melangkah masuk kedalam menuju lift.

__ADS_1


Sepanjang jalan semua karyawan menyapa mereka namun tetap sama tidak ada balasan atau hanya sekedar anggukan kepala.


"Kenapa ibu bos ngak berubah ya?"


"Iya, padahal anak dan suaminya ramah ramah,"


"Udah jangan gosip, nanti kalau ada yang dengar trust di adukan, di pecat mau?"


Mereka yang bergosip itu membubarkan diri melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.


Bukan pertama kali istri bos besar mereka seperti itu jika datang kesana.


Karena sudah terbiasa jadi mereka biasa saja dan tidak ambil pusing toh dia juga jarang datang kesana.


Sampai di depan ruangan Zefan di sapa lagi sama sekretaris Zefan yang duduk di depan.


"Sudah tau masih nanya lagi," Bukan mama Zefan yang jawab tapi Vani diiringi dengan nada ketus.


Inilah resiko jadi bawahan harus selalu siap kena omel walau bukan dari bos langsung.


"Silahkan nyonya," Membukakan pintu agar mereka mudah masuk, sudah masuk menutup lagi dan melanjutkan pekerjaannya.


"Zefan kamu sibuk nak?" Melihat Zefan yang lagi asik sama laptop.


"Mama kapan datang? aku tidak sibuk ma," Menghampiri mamanya dan menyalami.


"Barusan, sini duduk mama mau ngomong," Menyuruh Zefan ikut duduk bergabung di sofa


Zefan dalam ruangan itu hanya sendiri, kenapa hanya sendiri? kemana dua orang yang di ajak Zefan tadi? mereka lagi keluar yang pastinya ke kantin karena di ajak Zio, makanya sekarang cuma dia sendiri.

__ADS_1


"Ada apa ma?" Pura pura nanya saja padahal sudah tau apa tujuannya mamanya datang kesana apa lagi membawa Vani ikut serta.


"Kapan kalian akan mencari baju buat pertunanganan kalian?" Seharusnya pertanyaan itu tidak perlu di lontarkan karena jawabanya masih sama.


"Pertunanganan siapa ma? apa bang Endra udah pulang dan bawa kakak ipar?" Hah Zefan Zefan pintar sekali mengelak dengan pertanyaan bodoh itu.


"Pertunanganan kamu sama Vani lah Fan, masa abang kamu yang ngak tau dimana itu sih, kalau dia biar saja jadi bujangan selamanya," Kesal jika membahas anak pertamanya yang lebih memilih pergi dari pada menerima perjodohan konyol yang dia lakukan.


"Aku sudah bilang sama Vani ma kalau menolak dan mama juga udah tau itukan.


Jadi kenapa membahas ini lagi?" Segitu ngak lakunya Zefan sampai harus di jodohkan segala.


"Mama ngak mau tau Fan, pertunanganan kalian akan tetap di laksanakan tiga minggu lagi mama ngak mau tau," Bentak sang mama dengan nada tinggi.


Kenapa anaknya ini selalu saja menolak sama apa yang jadi pilihannya sama saja seperti anak pertamanya itu.


Kenapa tidak ada satu pun yang mau menurut sama dia dengan pilihan yang baik menurutnya.


"Aku tetap tidak mau ma dan aku sudah punya pilihan sendiri," Kebahagiaan bukan satu hal yang sepele dan bisa asal pilih.


Keinginan hati tidak bisa di paksa, hati bukan seperti makanan kalau tidak suka bisa cari yang lain atau seperti baju kalau sudah usang bisa di buang.


"Pilihan apa yang kamu maksud, janda beranak satu itu iya? apa ngak ada gadis lagi sampai kamu mau sama janda?" Sepedas itu ucapan mamanya sama Zefan.


Apa yang salah sama pilihan Zefan status bukan masalah buat Zefan yang terpenting dia nyaman dan sayang.


\=\=\=\=\=


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2