
Malam menjelang keluarga itu sudah bersantai sambil menunggu waktu makan tiba mereka asik bercengkrama satu sama lain, hingga dering hp Iva mengalihkan tatapan mereka.
"Dari siapa my sis? dari my bro ya," Kepo amat tu jomblo satu, pengin tau aja urusan orang kurang kerjaan apa.
"Orang kepo itu jodohnya jauh," Timpal Iva melihat siapa yang menghubungi.
Dia tersenyum senang melihat nama yang tertera dan mengerlingkan mata ke arah Kemal.
"Kok perasaan mulai ngak enak ya," Merinding melihat tatapan Iva yang tidak seperti tadi, berasa akan mengalami sesuatu saja.
"Tau aja kalau bakal kena bully," Mengangkat panggilan itu yang ternyata panggilan video dari kakaknya Jidan.
"Nah kan bener," Saat melihat wajah siapa yang memenuhi layar hp.
👨🦱Kayak mau ketemu malaikat maut aja lo liat wajah kakak sendiri.
Suara dari arah hp itu memenuhi ruangan.
"Kakak mah lebih serem dari malaikat maut," Balas Kemal setengah mencibir.
👨🦱Sembarangan kalau ngomong, coba ulangi lagi dan liat ke samping kanan.
Dengan bodohnya Kemal mengikuti perkataan sang kakak lalu melihat ke arah yang di maksud.
"Lebih serem dari yang tadi kak," dengan polosnya bicara dan seketika dapat dua jitakan gratis.
"Jadi maksud kamu mama sama papa lebih serem gitu, dasar anak durhaka mama kutuk makin tampan mau," Ya yang di maksud Jidan lihat samping pada kedua orang tuanya dan dengan polos dia bilang lebih serem.
"Bukannya iya ma, serem tau ma kalau uang jajan sampai di potong mama bayangin aja ndiri," Polos sama bego tidak beda jauh tapi jangan di borong juga ke duanya susain orang lain satu, maruk banget sih.
"Bukannya cuma uang jajan yang bakal mama potong tapi abis kamu balik sana ngak bakal mama kasih kesempatan balik biar tau rasa," Kok makin serem aja tuh ancaman apa tidak ada yang lebih bagus apa seperti beliin mobil keluaran terbaru atau calon pacar gitu, tidak kasian apa jomblo terus nasib emang.
"Mama kebanyakan nonton film nih jadi bawaan pengen buang anak sendiri.
Dosa loh ma," Malah ngajarin lagi, kalau buang anak durhaka tidak dosa kali bilang aja nanti khilaf bereskan.
"Kalau mau buang kamu ngak perlu inspirasi dari film langsung praktek aja," Di ujung ucapan malah tersenyum, senyuman itu apa maksud nya beneran mau buang masa setega itu.
__ADS_1
Anak setampan Kemal mau di buang gitu aja, makin banyak yang mungut buat di angkat jadi anak.
👨🦱Setuju ma.
Sambar Jidan yang sedari tadi jadi pendengar dan mendukung ide mama Ila.
"Bener tuh kak, kan lumayan berkurang uang pengeluaran mama kalau dia ngak ada," Tambah Iva yang alhasil berhasil membuat Kemal kebakaran jenggot.
"Papa," Rengek Kemal mencari perlindungan dari papa Syakil.
"Papa nurut apa kata mama aja," Tuhan tolong kenapa engkau beri hamba keluarga macam ini.
Boleh di tukar tidak sih, Kemal lelah ya Allah.
Andai saja di dunia ini ada tempat buat tukar tambah keluarga maka dengan senang hati Kemal laksanakan dan memilih keluarga yang baik serta tidak menindas dia serta menyakiti, nyesek.
"Hello disini ada yang mau angkat gue jadi anak, plis," Ucap Kemal setengah berteriak dan di sambut gelak tawa semua orang di sana.
"Ngak ada," Jawab mereka kompak.
"Kakak kapan pulang? awas ya kalau pulang pas H-2 aja," Sungut Iva pada Jidan di seberang sana.
Alibi Jidan ingin mengerjai Iva yang sayang sangat sulit buat di kecoh.
"Ngak apa kak, Iva ngerti," Jawab Iva tersenyum dan tatapan biasa saja agar orang di sana juga percaya kalau dia maklum kalau kakak tidak bisa pulang.
👨🦱Makasih ya kamu emang adik kakak yang pengertian.
Senang Jidan yang di buat buat..
"Iya kakak ku sayang, apa sih yang ngak buat kakak tertampan ini.
Jangankan ngak bisa pulang pas Iva nikahan ngak pulang buat selamanya malahan Iva bahagia banget dan mengadakan syukuran," Jleb ada yang nusuk tapi bukan pisau.
Pernyataan Iva tepat mengenai hati Jidan.
Apa dia bilang kalau tidak pulang mengadakan syukuran emang dia mau pindah alam apa sampai harus ada syukuran segala.
__ADS_1
👨🦱Kamu bilang apa sih Va? emang siapa yang ngak pulang jangan ngarang deh.
Ayo Jidan cari perlindungan sebelum jebakan yang kamu buat menangkap kamu sendiri.
Emang kamu bisa apa melawan Iva, jelas tidak selama ini dia selalu kalau kalau debat sama Iva.
Lagian itu mulut suka sekali asal bicara, mana berani dia tidak datang walau tanpa ada perjanjian mereka sebelumnya.
"Rasain lo kak," Ledek Kemal puas melihat wajah kekalahan di wajah Jidan.
Tadi Kemal dan sekarang Jidan lengkap sudah derita kedua saudara itu.
"Pa ma," Memakai jurus Kemal tadi buat cari pembelaan.
"Mama tambahin dana buat acara syukuran Iva," Mama kenapa tega sekali sama anak sendiri, lupa apa kalau Jidan yang paling tampan itu butuh pembelaan bukan mau di jatohin dan nyemplung ke got lagi.
👨🦱Udah ah kakak malas, bye assalamu'alaikum.
Mematikan sambungan itu sebelum dia benar benar mati kehabisan akal melawan Iva.
"Lah udah besar dan punya anak masih aja suka ngambek, ngak cocok sama umur," Kekeh Kemal bahagia sebab bukan hanya dia yang jadi korban malam ini tapi kak Jidan juga.
"Dari pada kamu jomblo, yuk pa ma kita makan dulu," Apa ada yang salah sama status jomblo yang Kemal sandang, seperti aib saja.
"Jomblo jomblo gini juga adek lo my sis kalau kalau lupa.
Ingat jomblo bukan nasib ya tapi pilihan dan lagi memilih yang terbaik dari yang baik.
Ingat saat dia udah datang langsung gue nikahin, puas," Menggerutu sampai meja makan.
Kalau udah bertemu langsung di nikahin, emang dia mau sama kamu Kemal.
Walau pun mau belum tentu mau di ajak nikah saat itu juga.
Jadi kalau mimpi jangan ketinggian sebab kalau jatuh sudah ada empang yang nunggu di bawah.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.