
Iva sekarang sudah duduk di samping Zefan yang tak kalah menawan hari ini.
Terlihat berbeda meski sudah biasa menggunakan jas.
Dengan warna senada mereka terlihat sangat serasi menggunakan itu.
Pak penghulu sudah mulai membacakan perihal yang menyangkut pernikahan, hak kewajiban suami, hak kewajiban istri yang tertera dalam catatan buku nikah.
Melafalkan doa doa sebelum di mulai ijab qobul serta masih banyak lagi.
Kedua calon mempelai dengan seksama mendengar bahkan mencatat dalam fikiran apa yang harus di lakukan sebagai peran mereka masing masing.
Sebelum dan sesudah menikah pasti sudah jauh berbeda serta tanggung jawab yang bertambah.
Sudah menikah tidak hanya memberi nafkah lahir namun juga nafkah bathin.
Namun bukan hanya itu kenyamanan, kedamaian, saling terbuka, saling percaya serta memberi solusi setiop masalah yang ada.
Kunci langgeng suatu hubungan yang terpenting saling terbuka satu sama lain serta saling percaya.
Jika ada omongan orang mengatakan hal ganjil mengenai pasangan kita maka kita tidak boleh langsung percaya dan harus menanyakan pada yang bersangkutan serta mencari solusi yang terbaik.
Orang kadang suka iri melihat kehidupan kita dan ingin berada di posisi itu makanya mereka melakukan segala cara menghancurkan hubungan yang sudah ada.
Dan ingat orang baik di depan belum tentu baik di belakang juga, kebanyakan zaman sekarang orang bermuka dua.
Hingga pada puncak acara yaitu saat Zefan menjawab qobul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zivala Kesya Asyakila binti Syakil Pradipto dengan maskawin emas seberat tiga ratus gram tunai,"
Hanya dengan satu helaan nafas Zefan sudah berhasil memperistri Iva dan sekarang sudah sah.
Ketegangan, kegugupan yang di rasakan kini menguap entah kemana yang ada hanya kelegaan serta plong dalam hati dan yang pasti si rindu sudah boleh pergi.
Kata sah yang di ucapkan semua orang yang hadir di sana menandakan kalau perjuangan cinta Zefan sudah membuahkan hasil dan kini perjalanan yang sesungguhnya baru di mulai.
Di lanjut dengan doa bersama serta penanda tanganan surat nikah lalu memasangkan cincin dan di lanjut Iva menyalimi Zefan di susul kecupan di jidat Iva.
Suasana di sana cukup haru serta para orang tua yang meneteskan mata.
"Iva kita udah besar ya bang?" Seru mama Ila yang melihat bagaimana anak gadis nya melangsungkan akad nikah.
__ADS_1
Iva kecil mereka kini sudah menjelma jadi perempuan dewasa serta sudah punya suami.
Iva mereka yang orang banyak anggap punya anak di luar nikah namun mereka abaikan sebab berita itu tidak benar.
Bagaimana bisa Iva punya anak tanpa suami kalau pengawasan terhadap Iva 24 jam.
"Iya ma dan kita harus rela berbagi kasih sayang serta perhatian Iva dengan suami nya.
Iva kita sangat cantik ya ma?" Bang Jidan duduk di samping mama Ila dengan merangkul cinta pertamanya itu.
Perempuan pertama yang mengajari apa itu cinta tanpa harus minta balasan terhadap cinta yang di beri.
"Oma nangis? papi jahat ya?" Sela Zio yang datang ntah dari mana dan bicara gitu.
Anak kecil tau apa?.
"Ngak sayang, oma lagi bahagia.
Mana tega papi nyakitin oma," Menaikkan Zio kepangkuan lalu dengan cepat bang Jidan pindahkan ke pangkuannya.
"Jangan ma Zio sekarang makin berat," Zio menurut saja asal pantat dia tidak bersentuhan langsung dengan kursi saat duduk.
Para orang tua sudah duduk saling berdampingan siap melanjutkan acara berikutnya yaitu sungkeman atau meminta restu meski sebenarnya restu sudah mereka dapatkan.
Di mulai dengan Iva terlebih duluan.
"Pa ma makasih udah membesarkan Iva, mendidik Iva, mengajari Iva serta mengayomi Iva selama ini.
Semua yang papa mama berikan sampai kapan pun tidak bisa Iva balas maka sebagai bakti Iva biarkan Iva selalu merawat serta menjaga kalian sebagai yang Iva terima dulu.
Restui hubungan kami, doakan semoga rumah tangga kami langgeng dan hanya maut yang memisahkan.
Tegur Iva jika suatu hari Iva lalai tugas sebagai istri dan jangan pernah bosan menunjukkan Iva jika itu sebuah kebenaran,"
Iva tidak sanggup menahan air mata yang sudah di tahan sedari tadi.Hanya dengan satu kedipan saja air mata itu sudah terjun bebas membasahi pipi mulus itu.
Kini bukan pada keluarga besar saja dia mengabdi tapi juga pada keluarga kecil nya yang baru saja terbina dan berharap hanya ajal yang memisahkan mereka.
"Mama sama papa akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Iva, jadi lah istri yang baik dan berbakti pada suami serta mertua sebab sekarang mereka juga keluarga Iva.
Jangan pernah membantah apa ucapan suami karena surga istri ada pada suami, berbahagialah sayang,"
__ADS_1
Tutur mama Ila yang masih tidak percaya kalau gadis kecil dia dulu sekarang sudah jadi seorang istri dan mungkin sebentar lagi jadi seorang ibu juga.
Di lanjut dengan Zefan yang sungkeman sama kedua orang tuanya.
"Pa ma makasih atas apa yang udah papa mama berikan sama Zefan.
Dan untuk mama maaf Zefan masih suka membantah kata kata mama dan mungkin bisa melikai hati mama.
Tapi ketahuilah ma Zefan sangat menyayangi mama dan doakan semoga rumah tangga Zefan seperti papa dan mama yang langgeng sampai sekarang.
Mama jangan suka memaksa kehendak lagi ya sebab udah punya cucu dan mungkin bentar lagi mau nambah juga,"
Plis Fan kalau minta restu itu jangan di selipkan dengan candaan kan suasana haru jadi sedikit tawa di dalam nya.
"Berbahagialah Fan, jadi lah suami yang baik jangan pernah menyakiti hati seorang istri meski hanya sekedar membentak.
Ingat kenyamanan suatu rumah tangga tergantung pada mood hati istri dan ingat jika kamu menyakiti hati istri mu maka secara tidak langsung dan kamu sadari sudah menyakiti mama.
Bahagiakan istri mu mama merestui,"
Hanya para mama yang menjawab dan di lanjut dengan sungkeman pada mertua masing masing.
Hingga para anggota keluarga yang lain ikut mengucapkan selamat.
Disudut ruangan ada sepasang mata serta hati yang menggebu melihat adegan haru itu tapi tidak bagi dia yang merasa sudah terbakar.
"Bagaimana bisa dia bisa melakukan acara begitu lancar dan itu apa lagi kenapa gaun itu masih bagus bukan nya semalam sudah hancur.
Dan liat wajah sok polos itu yang sudah merebut Zefan dari aku.
Cih ini semua sungguh memuakkan.
Gara gara dia aku jadi di hukum oleh papa dan di kirim keluar Negeri.
Liat saat aku kembali aku akan merebut apa yang seharusnya jadi milikku termasuk Zefan,"
Orang itu adalah Viola yang tidak terima atas pernikahan keduanya dan berniat merusak suatu hari nanti.
\=\=\=\=\=
Tbc.
__ADS_1