My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Honeymoon 2.


__ADS_3

Menjelang pukul dua siang Iva terbangun di karenakan ada yang mengganggu tidur nyenyak nya.


Ya Zefan lagi mencium setiap inci wajah cantik yang terlihat kelelahan akibat ulah Zefan tadi pagi dan sekarang mengganggu tidur Iva yang dia rasa baru satu jam yang lewat padahal sudah beberapa jam.


"Bangun, kalau nggak kita ulang yang tadi pagi," Mendengar kata tadi pagi langsung membuka mata dan duduk sambil menahan rasa yang mengganjal di pangkal pahanya.


"Iisshh,'' Ringis Iva menahan sakit sambil memegang perut bagian bawah.


" Maaf masih sakit ya, biar mas bantu ke kamar mandi ya," Berniat hendak membopong Iva.


"Iva bisa sendiri mas," Tolak Iva takut kejadian tadi berulang di saat rasa sakit belum hilang, bisa remuk badan.


"Apa yang ada di otak cantik ini, mas nggak sejahat itu Zi," Menggendong Iva lalu tidak lupa mengisi air buat Iva berendam lalu meninggalkan Iva sendiri.


Kalau masih di sana tidak tau apa masih bisa menahan diri atau tidak.


"Iya mas nggak sejahat itu tapi mas bisa khilaf dan lupa kalau istri mu ini masih kesakitan," Monolog Iva sendiri saat Zefan sudah keluar tinggal dia sendiri.


Iva menikmati sensasi berendam dengan memejamkan mata sebab masih ada sisa kantuk karena di paksa bangun.


Di saat sudah mulai rileks lagi Iva membilas badan lalu keluar dengan handuk yang melilit dari dada hingga paha.


"Mas baju Iva mana?" Yang Iva tau saat bangun tidur sudah berada di sana dan tidak tau apa ada baju ganti atau tidak.


"Udah ada di lemari, mas mandi dulu ya," Segera masuk ke kamar mandi sebelum berakhir di atas ranjang lagi saat melihat Iva hanya mengenakan handuk.


Dengan cepat Iva memilih baju dan memakai tidak lupa menyiapkan baju ganti Zefan.


Ternyata di sana sudah lengkap semua kebutuhan Iva hingga alat make up.


Tidak tau kapan semua Zefan siapkan yang jelas semua lengkap alat make up yang biasa Iva pakai dengan keadaan masih baru.


Zefan keluar kamar mandi dan memakai baju yang telah Iva siapkan.


"Mas Iva lapar," Menghampiri Zefan yang lagi memakai jel rambut.


"Iya habis ini kita makan ya, sekalian jalan jalan," Ya memang harus makan, tidak makan sejak pagi dan sudah di gempur.


Kalau di kamar lebih lama lagi yang ada tidak jadi keluar dan melanjutkan aksi gelut di atas ranjang yang tidak ada habis nya.


"Mau makan apa?" Kini mereka sudah berada di restauran hotel tidak mau mencari tempat lain sebab sudah menahan lapar sejak tadi.

__ADS_1


"Apa aja mas, yang penting bisa kenyang," Pasrah Iva yang tidak ada waktu memilih yang penting perut terisi.


"Oh ya mas kapan kita ke sini dan keluarga yang lain udah tau kan?" Iva baru ingat kalau dia tidak ada pamitan sama keluarga nya atau mertuanya.


"Semalam kira kira jam tiga dan mereka udah tau.


Tenang aja sekarang kita nikmati waktu honeymoon kita ok," Membelai Iva dengan sebelah tangan memegang tangan Iva sambil menunggu makanan datang.


"Kok nggak ngasih tau Iva dulu kalau mau ke sini," Cemberut Iva yang tidak tau apa apa tentang honeymoon mereka.


"Kalau mas ngasih tau nggak kejutan lagi dong.


Lagian bukan cuma Zizi yang nggak mas kasih tau tapi juga keluarga kita dan mereka baru tau saat bang Endra nelpon saat kita udah sampai," Jelas Zefan yang membuat Iva melongok.


Yang benar saja, semua orang tidak tau rencana ini.


Kalau mereka tidak menelpon berarti Zefan tidak akan mengasih tau kemana dia akan membawa Iva pergi, sungguh keterlaluan.


Ting...


Bunyi notif hp Zefan.


"Bentar ya mas liat dulu siapa yang chat," Melihat siapa pemilik pengirim pesan barusan.


Setelah pergi tanpa pamit dan membuat semua orang cemas maka jangan pulang sebelum ada kabar bahagia, sekian semoga berhasil.


Begitu kira kira isi pesan dari para papa.


"Ada ada aja ya, di kira segampang itu apa," Kekeh Iva membaca isi pesan itu.


"Gampang kok kalau kita rajin usaha," Lah seenaknya bicara gitu.


Usaha ya usaha tapi ingat waktu juga, jangan sampai encok saja nanti.


Kalau itu sampai itu terjadi maka suasana honeymoon cukup serem ya sebab main cuma tidak jauh dari kasur.


"Udah ah mas jangan bahas itu dulu, sekarang kita makan," Kebetulan makanan datang dan Iva tanpa malu langsung makan.


Jaim dan malu tidak akan membuat perut kenyang.


Prinsip yang bagus dan benar malu hanya akan membuat kita kelaparan.

__ADS_1


"Pelan pelan makannya Zi, kalau kurang masih bisa nambah," Emang salah siapa coba Iva seperti ini.


Belum sarapan udah duluan di makan entah berapa lama hingga Iva ketiduran.


"Ini mah lebih dari kata lapar mas, kalau ibarat batrai hp cuma tinggal lima persen lagi," Dramatis sekali cuma tinggal lima persen itu udah ovelode mah.


"Kasian istri mas ini kelaparan makan yang banyak biar nanti kuat lagi," Apa katanya nanti kuat lagi, yang benar saja nanti di gempur lagi encok nggak ya.


Punya suami gini amat fikir Iva.


Selesai makan Zefan mengajak Iva jalan jalan dekat hotel saja sebab hari sudah mau malam juga dan besok baru menikmati indah nya kota Paris.


Cukup lama berkeliling Zefan mengajak Iva balik ke hotel buat istirahat mengumpulkan tenaga.


Mengumpulkan tenaga buat jalan jalan besok atau mengumpulkan tenaga buat nanti malam.


"Capek hhmm?" Sekarang mereka lagi duduk di balkon kamar yang menghadap langsung ke menara Eiffel.


"Sedikit mas, istirahat bentar juga hilang," Bersandar di dada Zefan dengan tangan Zefan melingkar di pinggang Iva.


Hingga kelamaan tangan itu naik ke atas menuju tempat baru yang jadi favorite Zefan yaitu dada montok Iva.


"Mas tangannya kok makin naik ya?" Iva hanya membiarkan saja kan suami sendiri.


"Nggak tau jalan sendiri dia," Mana ada seperti itu bisa jalan sendiri kalau tidak di gerakkan.


punya insting apa?.


Hingga kelamaan yang tadinya cuma diam kini perlahan meremas pelan hingga kencang.


"Mas jangan nakal ya," Peringat Iva agar tangan itu bisa diam di tempat aja.


"Nakal sama istri pahala lo Zi, dan akan dapat lebih kalau seperti ini," Langsung mengangkat Iva menuju ranjang dan mungulang kejadian semalam.


Iva hanya bisa menuruti kemauan Zefan yang terus menikmati setiap sentuhan yang Zefan berikan cukup memabukkan.


Hingga mereka selesai dan langsung tidur hingga hari menjelang tengah malam sampai melupakan waktu makan malam.


Pengantin baru harap di maklumi.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2