My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Cuma Salah Paham.


__ADS_3

Seblumnya di kantin kantor dimana berada Ziva dan Zio yang lagi menikmati cemilan sambil mengusir rasa bosan menunggu Zefan bekerja.


Awalnya memang Ziva tidak mau ikut sebab sudah tau akan seperti ini jadinya.


"Tampan kamu mau nambah lagi?" Cemilan yang Zio miliki sudah mau habis, cukup lama mereka berada disana.


"No mozi Zio udah kenyang," Tolak Zio dan minum.


"Sekarang kita balik ke ruangan daddy ya, mozi mau pergi sebentar ada urusan," Beranjak dari sana menuju lantai ruangan Zefan menggunakan lift.


Sampai di depan ruangan itu sekretaris Zefan mencegat Ziva sebelum masuk.


"Maaf mbak masuknya nanti aja, di dalam lagi ada ibunya bos," Bukan tanpa alasan melarang Ziva masuk karena tak ingin Ziva akan mendengar kata kata yang tak pantas.


"Memang kenapa mbak?" Ziva jadi tidak mengerti apa maksud sekretaris itu.


"Karena di dalam juga ada calon tunangan bos mbak, takut menganggu saja," Bukan hanya itu, juga pasti Ziva akan ikut kena damprat kalau masuk kesana kalau masih ada mereka didalam.


"Iya Iva tunggu aja," Duduk di kursi yang ada di depan ruangan itu.


Hingga samar samar Ziva mendengar perdebatan itu hingga melibatkan nama dia juga.Perlahan Ziva mendekat ke pintu itu dan membuka sedikit pintu lalu melihat ke dalam.


Dan benar mereka lagi berdebat sengit hanya Vani yang diam disana.


"Apa semua keinginan harus di ikuti atau ngak boleh di bantah ya.


Iva beruntung punya orang tua yang ngak egois," Menutup kembali pintu itu sangat pelan hingga tidak mengeluarkan suara.


"Mbak kita balik aja ya, bilang sama mas Zefan nanti.


Ayo tampan temani mozi ke mall," Membawa Zio pergi dari sana sebelum Zio mendengar hal yang seharusnya tidak pantas.


"Iya mbak, hati hati," Mengiringi kepergian Ziva sampai masuk lift.


"Mozi kenapa kita pergi?, Zio masih kangen sama daddy," Cemberut Zio tidak rela pergi dari sana.

__ADS_1


Ziva juga menghubungi supir buat menjemput Ziva ke kantor Zefan.


"Ngak apa tampan, daddy lagi sibuk ngak boleh di ganggu," Alasan Ziva agar Zio tidak banyak tanya.


Alasan yang di berikan pada Zio harus masuk akal kalau tidak akan ada pertanyaan selanjutnya.


"Tapi janji mozi nanti ke tempat daddy lagi," Kalau sibuk Zio bisa mengerti akan hal itu.


"Janji nanti kita ketemu daddy lagi, sekarang kita ke suatu tempat ya," Sampai di depan lobby jemputan Ziva sudah datang.


Biasanya supir Ziva akan selalu mengikuti dia kemana pun pergi walau seperti tadi Ziva yang ikut Zefan namun supir itu tetap bersama Ziva mengikuti dari belakang.


Itu semua bukan Ziva yang melakukan tapi keluarga Ziva yang bertindak karena tidak ingin sesuatu hal terjadi sama anak perempuan satu satunya keluarga itu.


Di tambah sang abang yang sangat posesif pada Ziva hingga memastikan sendiri kalau Ziva baik baik saja.


"Kita mau kemana mozi?" Kini mobil itu sudah melaju menuju suatu tempat.


Lalu Ziva mendekat dan berbisik di telinga Zio, hingga,,,


"No mozi Zio ngak mau, kita pulang aja," Teriak Zio menolak pergi kesana.


\=\=


Tanpa menjawab atau ingin mendengar lebih lagi karena sudah bisa menyimpulkan itu.


Zefan yang mendengar jawaban sekretarisnya itu langsung melangkah cepat menuju parkiran.


"Ziva kenapa langsung pergi aja sih? apa dia mendengar semuanya ya.


Kalau dia menjauh bagaimana? atau pergi jauh," Jangan berfikir terlalu jauh Fan, yang kamu fikirkan belum tentu terjadi jugakan.


Mencoba menghubungi nomor Ziva, tersambung namun tidak di angkat.


"Kemana dia? kenapa ngak di angkat? apa marah ya?" Memacu mobil dengan kecepatan tinggi, hanya satu tujuan Zefan sekarang yaitu ke rumah Ziva yang sampai sekarang masih Zefan anggap kalau Ziva bekerja disana.

__ADS_1


Yang biasa menempuh waktu hampir satu jam, kini tiga puluh menit Zefan sudah sampai.


Menghampiri pos satpam sebelum masuk ke dalam.


"Permisi pak, apa Ziva ada?" Tanya Zefan pada satpam jaga.


"Maaf pak, non Ziva belum pulang dari pagi," Jawaban satpam cukup membuat Zefan terdiam.


"Kira kira jam berapa Ziva pulang pak?" Ingin memastikan lagi dan bisa balik kapan.


"Tadi saya dapat kabar kalau non Ziva ngak pulang malam ini pak," Itu pesan yang satpam dapat tadi dari orang dalam rumah.


"Lalu Ziva kemana pak? kalau ngak pulang," Bikin Zefan penasaran kemana Ziva pergi.


"Kami ngak di kasih tau pak, kemana non Ziva pergi,"


"Makasih ya pak, kalau gitu saya permisi," Pergi dari sana setelah mendapat jawaban yang tidak memuaskan bagi Zefan.


Kemana sekarang dia harus mencari Ziva dan Zio.


Yang Zefan tau hanya rumah ini, kalau ke restaurant pasti ngak bakal ada disana.


Ziva tidak mungkin datang ke tempat dimana Zefan tau.


"Sekarang aku harus mencari kemana lagi dan menjelaskan semuanya," Menyusuri jalan yang cukup sepi karena belum jam pulang kerja.


"Di hubungi juga ngak di angkat, dichat juga ngak di balas.


Kalau begini aku sudah pasti Ziva mendengar semuanya tadi.


Va kamu dimana? kamu salah pahan Va jangan abaikan aku seperti ini sebelum mendengar penjelasan aku," Frustasi dengan Ziva yang tiba tiba tidak ada kabar.


Zefan mengambil hp lalu menghubungi seseorang.


"Hallo, tolong cari keberadaan Ziva sekarang," Mematikan sambungan itu sebelum ada jawaban dari seberang sana dari orang yang di hubungi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2