
Pagi hari satu keluarga itu sudah berkumpul di meja makan setelah rapi dengan pakaian masing masing siap memulai hari.
Sekarang bukan libur jadi mereka sibuk sama rutinitas masing masing.
"Zio daddy sama mozi ya yang antar Sekolah?" Walau bukan giliran Zefan sekarang tapi dia berusaha saja siapa tau Zio mau apa lagi ada Iva juga.
"Iya dad, beneran kan mozi?" Memastikan lagi sama Iva kalau dia yang bakal antar Sekolah.
"Iya tapi bilang sama panda dulu ntar dia keburi ke sini lagi," Karena hari ini giliran orang tua Zefan sama Zio jadi harus di kabari dulu agar tidak terlanjur sudah jalan menjemput Zio ke rumah papa Syakil.
Dan alhasil Papa Arta marah marah karena pagi ini dia gagal bersama Zio, sepanjang terlponan tadi papa Arta banyak mengumpat sebab merasa di halangi waktu bersama cucunya.
"Kalian kalau mau balas dendam nggak gini caranya, kalian kira saya bahagia gitu nggak bisa bertemu Zio pagi ini.
Kalian ngerti nggak perasaan saya gimana.
Saya baru bertemu Zio dan sekarang kalian halangi seperti ini.
__ADS_1
Kalian dari kecil sama Zio dan saya baru beberapa bulan ini dan itu cuma empat hari dalam sebulan.
Sedangkan kalian sejak kecil tiap hari dan kalau di hitung maka empat tahun waktu yang kalian punya bersama Zio dan jika saya mau saya juga mau menuntut waktu empat tahun juga agar kita impas.
Kalian benar benar membuat darah tinggi saya naik pagi pagi," Begitu kira kira papa Arta ngomel di seberang sana dengan panjang lebar.
Dan yang mendengar hanya bisa jadi pendengar setia sambil menggumamkan kata sabar dalam hati.
Mereka yang mendengar juga paham tapi mereka juga tidak salah sebab semua itu bisa terjadi di sebabkan karena mama Zefan yang dulu tidak mau menerima Lisa menjadi menantu dan tanpa mereka sadari Lisa sedang mengandung buah cintanya sama bang Endra sekali gus cucu mereka.
Kalau saat itu Lisa tidak di minta menghilang dari kehidupan bang Endra maka semua ini tidak akan pernah terjadi dan mereka bisa melihat tumbuh kembang Zio sejak dalam kandungan serta lahir akan melihat berapa menggemaskan Zio saat masih bayi.
Kalau dulu dia menerima Lisa kan kejadian akan beda lagi dan mereka nggak akan melupakan tumbuh kembang Zio yang lucu saat kecil apa lagi saat itu Zio dengan santai menyiram laptop papa yang banyak menyimpan file penting dan nggak tau mau marah sama siapa," Ya waktu kecil Zio memang suka atau tidak sengaja selalu mengganggu papa Syakil saat bekerja di rumah dengan cara membawa dot susu lalu duduk dekat laptop papa Syakil yang kala itu lagi pergi ke kamar mandi.
Dengan santai Zio kecil membalikkan kepala dot berada di bawah hingga susu yang ada di dalam keluar yang berada pas berada di atas laptop.
Setelah semua itu dot pindah ke atas laptop baru papa Syakil datang dan betapa terkejutnya saat susu sudah menggenang seperti banjir.
__ADS_1
"Astaga Zio kamu apain laptop opa hah.
Tau nggak di dalamnya ada banyak file penting yang kalau di uangkan bisa menghidupkan kamu hingga cucu kamu punya cucu juga dan uang itu belum tentu habis dan sekarang kamu suruh mereka semua berenang.
Boleh nggak sih kamu opa tukar tambah?" Papa Syakil hanya bisa memasang wajah pasrah melihat laptop sudah tidak bisa di bilang baik baik saja.
Dan Zio hanya tertawa melihat wajah mengenaskan sang opa dan saat itu Zio baru berusia dua tahun setengah.
"Wah Zio udah pintar ya buat opa frustasi.
Opa belum gila Zio besok ulangi lagi ya supaya opa stres," Mama Ila datang sambil tersenyum geleng geleng kepala merasa terhibur sama tingkah Zio, bukan kasihan sama papa Syakil yang bakal lembur harus mengulang lagi pekerjaan ulah Zio.
"Makanya pa kalau mau pergi itu barang penting itu di tinggi kan tau sendiri cucu papa kelewat pintar kalau buat orang pusing.
Jangan salahkan Zio yang nggak tau apa apa tapi salahkan papa yang nggak hati hati kaka di rumah lagi ada anak kecil," Lalu mama Ila membawa Zio buat di tidur kan sebab sudah jam tidur Zio.
Saat itu Iva lagi ada kerjaan ke luar kota maka menitipkan Zio di rumah orang tua nya selama dia pergi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Bersambung.