My Handsome Daddy

My Handsome Daddy
Apakah Benar.


__ADS_3

Walau Zefan sudah bilang tidak perlu ngasih tau siapa siapa tapi bagi Iva Lisa berhak tau akan hal ini.


Bukan tanpa alasan Iva melakukan ini.


'Lisa, Zio hilang sekarang belum bertemu'


Isi pesan singkat Iva kirim pada Lisaa lalu melanjutkan pencarian mencari Zio.


Orang Zefan lagi melacak keberadaan Zio supaya segera menyusul ke tempat tujuan.


Lagi di perjalanan Zefan juga membujuk Iva buat lebih tenang lagi dan berfikir positif.


"Zio udah ya jangan nangis terus, kita pasti nemuin Zio kok mas janji itu," Siapa yang tidak sakit melihat wanitanya menangis seperti itu.


Dunia dia akan indah kalau matahari nya bersinar indah tanpa ada awan mendung yang menutupi.


"Tapi Zio ngak bisa di tempat asing mas, nanti dia sakit atau bisa aja dia nangis terus," Suara isakan Iva masih terdengar walau tidak sekuat tadi hanga isakan kecil.


"Iya mas ngerti, mas janji hari ini akan menemukan Zio mas janji," Menggenggam tangan Iva menyalurkan rasa nyaman dan agar lebih tenang lagi.


"Janji ya mas," Iva tidak bisa jauh dari Zio makanya kalau Iva pergi jarang meninggalkan Zio kecuali keluar Negeri kalau masih di Negara ini akan Iva bawa selama bisa.


"Iya mas janji, udah jangan nangis lagi ya.


Tuh ingus nya dah keluar," Menepikan mobil lalu mengambil tisu buat menghapus air mata Iva dan setelah itu mengecup mata yang terlihat agak sembab habis memang.


Membelai kepala itu dengan sayang dan memeluk sebentar dan mengecup kening Iva lama.


"Jangan nangis lagi ya, nanti pas bertemu Zio dia kaget melihat mozi nya jelek dan cari mozi baru," Canda Zefan agar Iva melupakan sejenak kesedihan dia.


Ini bukan anak kandung saja Zefan sudah secemas ini memikirkan keberadaan Zio, lalu bagaimana dengan anak kandung dia beneran mungkin akan murka sebab marah pada orang yang berani menyentuh anaknya.


Di kantor.


Lisa yang mau makan siang melangkah menuju kantin buat makan siang, langkah dia terhenti dengan bunyi hp.


Lisa melihat siapa yang chat hingga wajah lisa berubah sendu dengan air mata yang sudah menganak sungai siap tumpah.


"Kenapa Lisa?" Tanya teman Lisa sebab kwatir dengan Lisa seperti mau nangis.

__ADS_1


"Anak ku hilang," Lirih Lisa yang tidak bisa banyak bicara.


"Aku pergi dulu, nanti izinkan ya," Belum sempat teman Lisa menjawab dia sudah berlari masuk ruangan devisi nya buat mengambil tas.


Orang yang di lewati Lisa heran melihat dia yang buru buru sambil nangis.


Sampai depan kantor Lisa mencari taksi buat ikut mencari Zio, dia tidak bisa tenang sebelum Zio ketemu.


Hingga datang sebuah mobil berhenti di depan Lisa.


"Hy sayang kenapa ada di depan bawa tas?" Dia adalah Endra dan belum menyadari kalau Lisa sedang menangis sebab Lisa menunduk main hp memesan taksi online saja.


"Hy," Lanjut Endra yang tidak dapat jawaban lalu mengangkat dagu Lisa hingga dia tertegun dengan Lisa yang lagi menangis.


Sontak Endra langsung memeluk Lisa masuk ke dalam dekapan dan tangis Lisa kian kuat.


"Kamu kenapa? cerita sama aku ya," Menuntun Lisa masuk mobil agar leluasa cerita.


"Anak," Satu kata itu saja sudah sulit Lisa ucapkan.


"Anak, anak siapa?" Heran Endra, anak siapa yang dia maksud.


"Anak kita, anak kita mana?" Endra tidak tau kalau kejadian malam itu membuahkan hasil hingga Lisa hamil dan di usir dari rumah oleh kedua orang tua Lisa sebab tidak ingin menanggapi malu.


"Zio anak kita Ndra, Zio anak kita," Tidak kuat membahas Zio kalau lagi keadaan seperti ini.


"Zio bukannya anak Iva?" Itu yang Endra tau dari Zefan kalau Zio anak Iva bukan anak Lisa.


"Zio anak kita Nda bukan anak Iva, Iva mana ada punya anak nikah aja belum pernah.


Zio anak kita saat kecelakaan kita dulu dan Zio hasilnya.


Masa kamu ngak nyadar kalau kalian berdua ada kemiripan," Penjelasan Lisa cukup membuat Endra terdiam mencerna ucapan Lisa.


Zio anak dia, dia tidak menyangka kejadian itu membawa luka buat Lisa dan harus mengurus Zio seorang diri.


Jadi benar sebelum Lisa menghilang bak di telan bumi Lisa lagi hamil anaknya dan dia tidak tau setelah itu apa yang di lalui Lisa.


"Jadi beneran Zio anak kita lalu kenapa dia manggil Iva dengan sebutan mommy dan kamu aunty?" Itu masih jadi tanda tanya buat Endra, mana ada anak manggil mamanya dengan sebutan aunty, itu sungguh mustahil.

__ADS_1


"Dulu setelah kejadian itu aku ngak nyangka akan hamil dan naas orang tua ku tau lalu mengusir ku dari rumah karna tak mau malu sebab punya anak gadis yang hamil di luar nikah.


Hanya Iva yang ada buat aku selama kehamilan hingga sekarang.


Sebelum Zio lahir aku kecelakaan pulang dari belanja di mall buat persiapan Zio lahir nanti, Zio lahir sesar dan aku koma hingga Iva mengirim aku ke luar Negeri buat berobat, satu tahun lebih aku koma dan aku bangun dalam ke adaan lumpuh hingga harus lebih lama lagi berada di sana hingga bisa jalan.


Sejak aku bangun dari koma aku melihat foto atau video yang Iva kirim yang berisi tumbuh kembang Zio selama aku koma.


Tekad ku makin kuat buat sembuh dan pulang ke tanah air buat bisa bertemu langsung sama Zio.


Tapi aku harus menerima kenyataan kalau anak ku sendiri memanggil aunty tapi tak apa asal aku bisa berjumpa Zio tiap hari.


Cari anak kita Ndra, cari anak kita,"


Jelas Lisa panjang lebar, Endra hanya diam mendengar dan mencerna apa yang dia dengar.


Sesulit itu perjuangan Lisa tanpa dia dan tanpa dia tau.


Seharusnya dari dulu Endra berjuang lebih keras lagi buat bisa bersama Lisa.


Tapi dia tidak bisa berbuat lebih juga sebab sudah dapat ancaman dari mama nya buat meninggalkan Lisa.


Dengan berat hari Endra lakukan dan menjauh.


Selama mereka jauhan hanya rasa sesal yang Endra rasakan hingga hilang informasi tentang Lisa.


"Maafin aku sayang, tak ada di samping mu di masa sulit mu.


Setelah ini aku janji kita akan selalu bersama apa pun yang terjadi.


Sekarang kita cari anak kita ya," Sebagai laki laki Endra merasa tidak berguna dan bodoh.


Seharusnya cinta di perjuangkan bukan menyerah gitu saja tanpa berbuat apa pun.


Endra janji pada dirinya sendiri akan membahagiakan Lisa mengganti hari yang sudah terlewati dengan kesedihan.


Tapi dia sedikit lega karena Zio dapat kasih sayang dari adiknya Zefan yang menyayangi anaknya dengan tulus.


\=\=\=\=

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2